Kasus Pengeroyokan 3 Remaja di Cimahi, Keluarga Korban Tolak Berdamai dengan Pelaku

Kompas.com - 17/05/2022, 20:53 WIB

CIMAHI, KOMPAS.com - Tiga keluarga korban kasus pengeroyokan di Kota Cimahi, Jawa Barat kompak menolak untuk berdamai dengan para pelaku.

Mereka meminta polisi melanjutkan proses hukum atas aksi pengeroyokan itu.

Saat ini, polisi telah menetapkan tiga remaja SMP berinisial MAS (14), FA (14), dan MIZ (14) sebagai tersangka atas pengeroyokan brutal terhadap tiga remaja berinisial MRN (14) dan YA (14) serta MR (16).

Baca juga: Keroyok Siswa SMP hingga Babak Belur, Tiga Remaja di Cimahi Ditangkap Polisi

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, kasus pengeroyokan remaja ini sudah masuk pada tahap penyidikan oleh Jajaran Satreskrim Polres Cimahi.

Kepolisian juga sudah melakukan mediasi dengan cara mempertemukan keluarga korban dan pelaku untuk diselesaikan secara kekeluargaan mengingat, para pelaku dan korban masih berstatus pelajar.

"Namun dari pihak orangtua korban, tetap bertahan agar proses hukum kasus (pengeroyokan) tetap dilanjutkan," ungkap Imron di Mapolres Cimahi, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Fakta Baru, 3 Pelajar Babak Belur Dikeroyok Siswa SMP di Cimahi

Atas tindak kekerasan tersebut, para pelaku dijerat dengan pasal 80 Ayat (2) UU 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 170 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun.

"Nanti proses tetap dilanjut karena orangtua korban tetap menginginkan agar kasus ini tetap dilanjutkan sampai tuntas," kata Imron.

Akibat proses hukum ini, pendidikan tiga remaja yang ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan tersebut terhambat.

Untuk itu, polisi berkoordinasi dengan keluarga pelaku, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Sosial Kota Cimahi untuk mengurus terkait hak pendidikan mereka.

"Satreskrim Polres Cimahi sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Bapas dan Dinas Sosial Kota Cimahi untuk melakukan tanya jawab kepada korban maupun pelaku," tutur Imron.

Seperti diketahui, motif pengeroyokan tersebut bermula korban MRN mengomentari status WhatsApp pacar pelaku MAS, yaitu K.

Saat itu, korban MRN menggunakan ponsel milik korban YA untuk mengomentari status WhatsApp tersebut.

"Kemudian perempuan ini mengadu ke pacarnya dan para pelaku. Dari situ pelaku MAS meminta nomor telepon korban YA untuk mengajak bertemu dan berkelahi," kata Imron.

Setelah itu, kata Imron, korban YA kemudian melapor kepada korban MRN lalu menyanggupi untuk bertemu dengan para pelaku dan pacarnya.

Korban bermaksud untuk meminta maaf karena merasa bersalah.

"Kemudian disepakati bertemu di suatu tempat sampai akhirnya terjadilah pengeroyokan tersebut dan viral di media sosial," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keinginan Bobotoh Tercapai, Pelatih Persib Robert Rene Alberts Mengundurkan Diri

Keinginan Bobotoh Tercapai, Pelatih Persib Robert Rene Alberts Mengundurkan Diri

Bandung
Sudah 3 Bulan Warga Kampung di Bandung Barat Diselimuti Abu Hitam, Diduga Limbah Batu Bara

Sudah 3 Bulan Warga Kampung di Bandung Barat Diselimuti Abu Hitam, Diduga Limbah Batu Bara

Bandung
Bobotoh Unjuk Rasa di Graha Persib, Teriakkan 'Ganti Pelatih Sekarang Juga'

Bobotoh Unjuk Rasa di Graha Persib, Teriakkan "Ganti Pelatih Sekarang Juga"

Bandung
Cianjur Masuki Kemarau, Sejumlah Wilayah Terancam Kekeringan

Cianjur Masuki Kemarau, Sejumlah Wilayah Terancam Kekeringan

Bandung
KBM Kembali Normal, Sengketa Lahan SD di Bandung Barat Berlanjut ke Pengadilan

KBM Kembali Normal, Sengketa Lahan SD di Bandung Barat Berlanjut ke Pengadilan

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 10 Agustus 2022: Siang Cerah Berawan, Sore Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 10 Agustus 2022: Siang Cerah Berawan, Sore Hujan Sedang

Bandung
Pangdam III Siliwangi: Dua Kecamatan di Kabupaten Bandung Bukan Basis NII

Pangdam III Siliwangi: Dua Kecamatan di Kabupaten Bandung Bukan Basis NII

Bandung
Marak Peredaran Rokok Ilegal di Bandung Raya, Dipasok dari Jateng dan Jatim

Marak Peredaran Rokok Ilegal di Bandung Raya, Dipasok dari Jateng dan Jatim

Bandung
Kecelakaan Maut di Ciamis, Irma Pingsan Saat Mengetahui 2 Kakaknya Tewas

Kecelakaan Maut di Ciamis, Irma Pingsan Saat Mengetahui 2 Kakaknya Tewas

Bandung
Besok 5.000 Bobotoh Demo Desak Pelatih Persib Mundur, Wali Kota Bandung: Jaga Prokes

Besok 5.000 Bobotoh Demo Desak Pelatih Persib Mundur, Wali Kota Bandung: Jaga Prokes

Bandung
Ribuan Nakes dan Non-Nakes Honorer Minta Diangkat Jadi P3K, Ridwan Kamil Bentuk Gugus Tugas Honorer

Ribuan Nakes dan Non-Nakes Honorer Minta Diangkat Jadi P3K, Ridwan Kamil Bentuk Gugus Tugas Honorer

Bandung
Ketika Ridwan Kamil Ikut Jengkel Melihat Performa Persib Bandung

Ketika Ridwan Kamil Ikut Jengkel Melihat Performa Persib Bandung

Bandung
Saksi Mata Sebut Sopir Pikap Maut di Ciamis Terjepit Setir, Alami Luka Parah dan Butuh 3 Jam untuk Evakuasi

Saksi Mata Sebut Sopir Pikap Maut di Ciamis Terjepit Setir, Alami Luka Parah dan Butuh 3 Jam untuk Evakuasi

Bandung
Tabrakan Maut di Turunan Gentong, Sopir Truk Fuso Jadi Tersangka

Tabrakan Maut di Turunan Gentong, Sopir Truk Fuso Jadi Tersangka

Bandung
Korupsi Dana Pilkada 2015, Komisioner KPU Jabar Titik Nurhayati Ditahan di Rutan Bandung

Korupsi Dana Pilkada 2015, Komisioner KPU Jabar Titik Nurhayati Ditahan di Rutan Bandung

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.