Kompas.com - 10/06/2022, 15:50 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat memberi panduan perlakuan jenazah menyusul ditemukannya jasad putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).

Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei mengatakan bahwa setelah jasad Eril ditemukan, maka penerapan syariat Islam terhadap jenazah almarhum wajib kembali dilakukan meski pihak keluarga telah menggelar shalat gaib untuk Eril.

"Jikalau jasadnya ditemukan, maka harus dimandikan dan shalat jenazah. Itu tuntutannya, secara riwayat (pedoman) begitu," katanya dihubungi wartawan, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Pelukan Terakhir Ridwan Kamil untuk Eril…

Rahmat menuturkan, selain shalat jenazah, jasad yang ditemukan juga harus dimandikan sesuai syariat Islam. Dengan catatan kondisi jenasah masih baik.

"Kalau kondisinya memungkinkan, maka dimandikan seperti jenazah biasa. Kalau tidak, dialirkan air saja," katanya.

Tuntunan yang sama juga datang dari KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan cucu dari pendiri Nahdlatul Uama (NU), KH Ghozi Wahab Hasbullah.

Aa Gym mengatakan, salat jenazah dilakukan setelah dipastikan jenazah ditemukan.

"Saat ini kita minta petunjuk dari Allah terus. Supaya diberikan yang terbaik. Andaipun sudah ada Informasi, bila ada jenazah maka salatnya dilakukan sebagaimana dengan ada jenazah," tuturnya.

Sementara itu, cucu pendiri NU Ghozi Wahab menambahkan, jika Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril meninggal secara syahid karena itu jenasahnya harus diperlakukan sesuai tuntutan syariat.

"Karena Eril itu milik Allah. Dan, meninggalnya pun syahid. Syahid ukhrawi. Orang yang tenggelam syahid ukhrawi. Harus dimandikan, harus dikafani, dishalati (shalat jenazah), kalau bisa," katanya.

Baca juga: Kondisi Jenazah Eril Saat Ditemukan di Bendungan Engehalde Swiss

Seperti diketahui, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern Swiss melaporkan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril ditemukan di Bendungan Engehalde, Bern, Swiss, Rabu (8/6/2022) pagi waktu Swiss.

Rencananya, jenazah Eril akan dibawa dan tiba di Indonesia pada Minggu (12/6/2022) dan dimakamkan pada Senin (13/6/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,8 Guncang Sukabumi, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa M 5,8 Guncang Sukabumi, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Bandung
Jejak Agus Sujatno di Bom Panci Cicendo Tahun 2017, Pelaku Tewas Ditembak

Jejak Agus Sujatno di Bom Panci Cicendo Tahun 2017, Pelaku Tewas Ditembak

Bandung
Gempa M 5,8 Guncang Sukabumi, Terasa hingga Jakarta

Gempa M 5,8 Guncang Sukabumi, Terasa hingga Jakarta

Bandung
Sepak Terjang Agus Sujatno, Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Bandung, Dulu Rakit Bom Panci Cicendo

Sepak Terjang Agus Sujatno, Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Bandung, Dulu Rakit Bom Panci Cicendo

Bandung
Abu Askar Ungkap Alasan Polisi Jadi Target Kelompok Jamaah Ansharut Daulah

Abu Askar Ungkap Alasan Polisi Jadi Target Kelompok Jamaah Ansharut Daulah

Bandung
Kisah Dihu, Penyandang Disabilitas di Bandung Barat yang Kerap Bantu Warga Miskin Berobat

Kisah Dihu, Penyandang Disabilitas di Bandung Barat yang Kerap Bantu Warga Miskin Berobat

Bandung
Aksi Heroik Aipda Sofyan, Gugur Usai Adang Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung, Korban Sempat Diacungi Senjata Tajam

Aksi Heroik Aipda Sofyan, Gugur Usai Adang Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung, Korban Sempat Diacungi Senjata Tajam

Bandung
Kondisi Terkini 9 Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

Kondisi Terkini 9 Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 8 Desember 2022: Berawan hingga Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 8 Desember 2022: Berawan hingga Hujan Sedang

Bandung
Daftar UMP dan UMK Jabar 2023, Berlaku Mulai 1 Januari 2023

Daftar UMP dan UMK Jabar 2023, Berlaku Mulai 1 Januari 2023

Bandung
Kisah Aipda Sofyan yang Gugur Dalam Tugas, Lindungi Para Polisi dari Aksi Bom Bunuh Diri

Kisah Aipda Sofyan yang Gugur Dalam Tugas, Lindungi Para Polisi dari Aksi Bom Bunuh Diri

Bandung
Berkekuatan Tinggi, Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung Diduga Pakai Bahan Peledak TATP

Berkekuatan Tinggi, Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung Diduga Pakai Bahan Peledak TATP

Bandung
Firasat Sang Kakak saat Terakhir Kali Bertemu Aipda Sofyan, Korban Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Firasat Sang Kakak saat Terakhir Kali Bertemu Aipda Sofyan, Korban Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Bandung
Aipda Sofyan Sempat Adang Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Sebelum Gugur

Aipda Sofyan Sempat Adang Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Sebelum Gugur

Bandung
Bupati Karawang Sesalkan Adanya Kelompok yang Buat Relokasi Pasar Rengasdengklok Rusuh

Bupati Karawang Sesalkan Adanya Kelompok yang Buat Relokasi Pasar Rengasdengklok Rusuh

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.