Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/08/2022, 07:04 WIB

Wayang kulit pertama masih tersimpan

Dalam kegiatan Bedah Wayang Purwa Ki Darman Cibiru, Engkos bersama keturunan Ki Darman lainnya sempat menunjukkan kepada kompas.com beberapa wayang golek awal buatan tangan langsung Ki Darman seperti Semar, Arjuna, dan tokoh-tokoh pewayangan lainnya.

Wayang-wayang pertama itu terlihat dibiarkan seperti aslinya, tidak ada yang diperbaiki karena kayu yang digunakan adalah berkualitas tinggi sehingga terlihat masih kuat meski warnanya sudah terlihat pudar dan lecet dimana-mana. Selain itu, kain yang digunakan untuk memasukkan tangan juga sudah lapuk, sobek dimana-mana.

"Ki Darman dulu buatnya pakai kayu angsana, jadi kuat. Kalau wayang-wayan golek sekarang kan pakai kayu albasia," jelasnya.

Terlupakan karena minim regenerasi

Engkos mengakui jika minimnya pengetahuan masyarakat saat ini terkait daerah Cibiru, Cinunuk, hingga Cileunyi yang menjadi pusat kelahiran wayang golek disebabkan oleh minimnya regenerasi yang melestarikan kebudayaan wayang golek, baik dari keluarga Ki Darman maupun masyarakat sekitar Cibiru, Cinunuk serta Cileunyi.

"Di Cibiru, Cinunuk memang regenerasinya tidak berkesinambungan, penerusnya didominasi Abah Asep (Sunadar Sunarya). Di sini ada regenerasinya dari keturunan Ki Darman, cuma memang tidak terlalu rapat," ucapnya.

Baca juga: Webinar Unpad: Ini Alasan Wayang Golek Makin Diperhatikan Masyarakat

Selain itu, minimnya fasilitas pelestarian budaya wayang golek juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Cibiru dan Cinunuk terlupakan sebagai tempat kelahiran wayang golek.

"Di sana (Jelekong) punya padepokan, kalau di Cibiru atau Cinunuk itu enggak ada. Mudah- mudahan disini bisa ada padepokan untuk pengenalan wayang," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Wawan Ahmad Ridwan mengatakan hal serupa.

Menurut dia, Cibiru, Cinunuk dan Cileunyi terlupakan sebagai tempat kelahiran wayang golek lantaran minimnya regenerasi yang mau melestarikan kesenian wayang golek asli dari Ki Darman.

"Yang paling penting adalah kolaborasi pemerintah, tokoh budaya kecamatan sini, untuk mendorong semua kegiatan kebudayaan di sini tidak hanya wayang golek, saja kebudayaan lain pun perlu regenerasi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Bupati Kuningan Ancam Laporkan Bacaleg Partai Gerindra

Alasan Bupati Kuningan Ancam Laporkan Bacaleg Partai Gerindra

Bandung
Pria Bergolok Rampok Rp 32 Juta dari Minimarket di Bandung Barat

Pria Bergolok Rampok Rp 32 Juta dari Minimarket di Bandung Barat

Bandung
Kakek Pengguna Psikotropika Tanpa Resep Dokter Ditangkap Polisi di Bogor

Kakek Pengguna Psikotropika Tanpa Resep Dokter Ditangkap Polisi di Bogor

Bandung
Guru SMP di Ciamis Diduga Cabuli Belasan Murid, Orangtua Korban Lapor Polisi

Guru SMP di Ciamis Diduga Cabuli Belasan Murid, Orangtua Korban Lapor Polisi

Bandung
Catat, Ini Titik Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor di Karawang, Tak Ada Penilangan

Catat, Ini Titik Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor di Karawang, Tak Ada Penilangan

Bandung
Ditinggal Sopir Beli Rokok, Elf Berpenumpang 5 Orang Terjun ke Sawah di Sukabumi

Ditinggal Sopir Beli Rokok, Elf Berpenumpang 5 Orang Terjun ke Sawah di Sukabumi

Bandung
Sempat Segel Sekretariat DPC PDI-P Kabupaten Cirebon, Gotas: Sesama Kader Harus Hindari Konflik

Sempat Segel Sekretariat DPC PDI-P Kabupaten Cirebon, Gotas: Sesama Kader Harus Hindari Konflik

Bandung
Hujan Lebat Seharian, Cianjur Dilanda Bencana di Sejumlah Tempat

Hujan Lebat Seharian, Cianjur Dilanda Bencana di Sejumlah Tempat

Bandung
Acara Pemeriksaan Barang Bukti, Terdakwa Sugeng Tolak Berkomentar Soal Sedan Audi

Acara Pemeriksaan Barang Bukti, Terdakwa Sugeng Tolak Berkomentar Soal Sedan Audi

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 7 Juni 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 7 Juni 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Sedang

Bandung
Rayakan Ultah Raja Charles di Kebun Raya Bogor, Drum Band Militer Inggris Membawakan Lagu The Beatles

Rayakan Ultah Raja Charles di Kebun Raya Bogor, Drum Band Militer Inggris Membawakan Lagu The Beatles

Bandung
Longsor Terjang Rumah Warga di Cianjur, Satu Keluarga Diungsikan

Longsor Terjang Rumah Warga di Cianjur, Satu Keluarga Diungsikan

Bandung
Pedagang Cilor di Cianjur Jadi Predator Seksual, Korbannya Disebut Enggan Melapor

Pedagang Cilor di Cianjur Jadi Predator Seksual, Korbannya Disebut Enggan Melapor

Bandung
Gempa Sukabumi Picu Longsor di Cianjur, 4 Rumah Rusak

Gempa Sukabumi Picu Longsor di Cianjur, 4 Rumah Rusak

Bandung
141 Rumah Warga Rusak Diterjang Puting Beliung, Bupati Bandung Janji Beri Bantuan Uang Tunai

141 Rumah Warga Rusak Diterjang Puting Beliung, Bupati Bandung Janji Beri Bantuan Uang Tunai

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com