Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kakek di Tasikmalaya Meninggal Usai Karaoke Agustusan, Ambruk Saat Nyanyi dan Joget Koplo

Kompas.com - 19/08/2022, 10:47 WIB
Irwan Nugraha,
Reni Susanti

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Rodi Rohaedi (70), warga Kampung Cintamanah, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia usai bernyanyi Agustusan di panggung kampungnya, Rabu (17/8/2022) malam.

Korban ambruk di panggung saat bernyanyi dan berjoget ria menyanyikan salah satu lagu Broery Marantika dengan aransemen koplo yang menggemparkan.

Kejadian warga tewas saat memeriahkan HUT RI ini merupakan yang kedua kalinya di Tasikmalaya. Sebelumnya, seorang ibu muda meninggal saat lomba balap karung di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Kisah Ibu Muda Meninggal Saat Balap Karung, Baru 2 Bulan Melahirkan Anak Ketiga, Sempat Dilarang Suami

Warga setempat yang sedang berjoget panik melihat korban ambruk di panggung saat masih memegang pengeras suara. Warga langsung membawanya ke RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Sampai akhirnya korban tak tertolong dan meninggal dunia keesokan harinya saat mendapatkan perawatan di RSUD Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Kamis (18/8/2022).

Kejadian ini viral lewat rekaman video yang tersebar di media sosial. 

"Iya, saat kejadian korban sedang bernyanyi di panggung dan berjoget ria bersama pemuda dan pemudi kampung setempat. Kami langsung kaget saat korban tiba-tiba ambruk dan lemas saat joget dan bernyanyi. Videonya memang viral karena sedang direkam oleh warga lain," jelas Ketua RT setempat Erin Rosdiani (45) kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Erin menambahkan, saat ambruk dan lemas, korban masih dalam keadaan sadar tapi tak berdaya. Warga langsung membawanya ke rumah sakit.

Baca juga: Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Balap Karung, Ini Penjelasan Polisi

Sampai akhirnya keesokan harinya korban meninggal dunia di rumah sakit. Orang yang mengabarkan ke pengurus RW dari pihak keluarga. 

"Korban sudah dimakamkan di kampung halamannya di Panamun, Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Jadi saat meninggal di rumah sakit gak dibawa ke kampung kami lagi, tapi dimakamkan di sana langsung oleh keluarganya," tambah Erin.

Sesuai keterangan keluarga korban, lanjut Erin, selama ini korban menderita penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes.

Masyarakat sekitar tak mengira korban akan meninggal dunia saat memeriahkan acara Agustusan karena terlihat sehat dan bugar sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Polsek Cibeureum Polres Kota (Polresta) Tasikmalaya, AKP Yusuf Setyanto, membenarkan kejadian korban meninggal di rumah sakit usai mengikuti acara Agustusan di wilayahnya.

Baca juga: Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ibu di Tasikmalaya Ternyata Baru 2 Bulan Melahirkan

Pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian saat mulai lemasnya korban saat bernyanyi dan berjoget di panggung agustusan.

Keluarga korban pun sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah memakamkan korban di kampung halamannya di Lengkongsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

"Betul, kita langsung cek kejadian, meminta keterangan saksi dan pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah," ujar Yusuf. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com