Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angin Puting Beliung Sapu Rumah, Warung, dan Ternak Kambing di Kapetakan Cirebon

Kompas.com - 10/01/2023, 10:35 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.com – Musibah angin puting beliung menyapu sejumlah desa di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Senin (9/1/2023) petang. Sejumlah rumah warga, warung, dan juga ternak kambing terdampak.

Atap rumah warga dan warung terbang. Kandang kambing yang berada di dekat kali ambruk. Tiga ekor mati karena tercebur dan terkena reruntuhan.

Kejadian itu sempat direkam Subhan, pemilik warung Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan.

Kepada Kompas.com saat ditemui di warungnya pada Selasa pagi (10/1/2023), Subhan menceritakan kejadian yang membuatnya sedikit trauma.

Baca juga: Angin Puting Beliung di Gresik Buat Ratusan Rumah Hingga Atap SPBU Rusak

Sambil menunjukan video, Subhan sebut, kejadian itu sangat mencekam. Awalnya hujan deras mengguyur wilayahnya, tiba-tiba angin kencang datang dan langsung mengayun atap yang terbuat dari baja tingan.

Tak lama setelah itu, angin mengangkut sejumlah helai baja ringan hingga terbang dan jatuh di sungai.

“Panik. Panik sekali. Anginnya muter-muter. Atap warung naik-turun, naik-turun, terus wush terbang. Saat kejadian tidak saya sendirian di sini, tapi banyak orang-orang naik motor ikut berteduh. Ada anak kecil juga. Wah semuanya berhamburan,” kata Subhan kepada Kompas.com.

Video yang direkamnya merupakan video sesaat terjadinya peristiwa itu. Saat kejadian tidak terpikir untuk merekam karena panik dan berusaha menyelamatkan diri. Dia merekam untuk memberikan bukti kepada keluarga dan juga laporan kepada pemerintah setempat.

Angin puting beliung juga menimpa Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan. Sejumlah rumah dan bangunan yang berada di dekat sawah menjadi korban. Bahkan beberapa pohon berupa pohon pisang, pohon kecil di sekitar sawah, dan beberapa pohon besar tumbang.

Tohari, warga lanjut usia dan juga disabilitas tidak dapat berjalan, menjadi korban. Dia mengaku sangat ketakutan, karena saat kejadian dia tidak dapat lari. Dia hanya berusaha menghindar dan pasrah dalam rumah.

“Tidak bisa lari mas. Bangun juga susah, tidak bisa berjalan. Akhirnya hanya bisa berteduh di bagian atap yang tidak terkena pohon,” kata Tohari kepada Kompas.com

Di saat bersamaan, pohon besar menimpa rumah Tohari bagian sisi kirinya. Akibatnya sejumlah atap yang terbuat dari asbes rusak.

Baca juga: Bencana Angin Puting Beliung Terjang Wonogiri, 64 Rumah Rusak

Suryana Joni, Kepala Desa Pegagan Kidul menyebut, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras dan angin kencang menerpa sejumlah pemukiman yang berada dan tinggal di dekat sawah.

Sejumlah pohon banyak yang tumbang. Sementara untuk rumah baru terdata sekitar tujuh hingga sepuluh, dengan kerusakan sedang dan ringan. Tak hanya itu, satu kandang ternak kambing yang berada di sekitar sawah dan sungai juga ambruk. Tiga ekor kambing mati karena tercebur dan tertimbun runtuhan.

“Kejadian angin puting beliung itu sore menjelang magrib sekitar jam 5 sore. Pohon banyak yang tumbang, beruntung tidak ada yang sampai menimpa rumah warga. Kandang kambing juga rubuh, ada tiga ekor yang mati,” kata Suryana saat meninjau rumah Tohari.

Hingga saat ini, petugas desa masih melakukan pendataan kepada sejumlah rumah warga yang terdampak. Mereka akan merapatkan hasil temuan untuk menentukan cara penanganan, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Hanyut Saat Buat Konten di Sungai Cigamea Bogor, Sanusi Ditemukan Tewas

Hanyut Saat Buat Konten di Sungai Cigamea Bogor, Sanusi Ditemukan Tewas

Bandung
Penyebab Tabung Gas Meledak di Sukabumi Masih Misterius, 2 Orang Tewas

Penyebab Tabung Gas Meledak di Sukabumi Masih Misterius, 2 Orang Tewas

Bandung
Gudang Pengoplos Gas Bersubsidi di Deli Serdang Digerebek, Ratusan Tabung Disita

Gudang Pengoplos Gas Bersubsidi di Deli Serdang Digerebek, Ratusan Tabung Disita

Bandung
Buruh Siapkan Mogok Massal Usai Tuntutannya soal UMK 2024 Ditolak Pj Gubernur Jabar

Buruh Siapkan Mogok Massal Usai Tuntutannya soal UMK 2024 Ditolak Pj Gubernur Jabar

Bandung
Tawuran 2 Kelompok di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, 1 Meninggal

Tawuran 2 Kelompok di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, 1 Meninggal

Bandung
Demi Bandung Bebas Sampah, Pemkot Gelontorkan Dana Rp 31,9 Miliar

Demi Bandung Bebas Sampah, Pemkot Gelontorkan Dana Rp 31,9 Miliar

Bandung
Dalam 3 Bulan, Polresta Cirebon Tangkap 35 Tersangka Kasus Narkoba

Dalam 3 Bulan, Polresta Cirebon Tangkap 35 Tersangka Kasus Narkoba

Bandung
Pemkab Cirebon Beri Kenaikan Gaji Berkala untuk 1.901 Guru PPPK

Pemkab Cirebon Beri Kenaikan Gaji Berkala untuk 1.901 Guru PPPK

Bandung
Kronologi Kecelakaan Maut di Sumedang, Warga Dengar Suara seperti Longsor Saat Mobil Masuk Jurang

Kronologi Kecelakaan Maut di Sumedang, Warga Dengar Suara seperti Longsor Saat Mobil Masuk Jurang

Bandung
Ribuan Buruh Asal Kabupaten Bandung Ajak Buruh Lain ke Gedung Sate

Ribuan Buruh Asal Kabupaten Bandung Ajak Buruh Lain ke Gedung Sate

Bandung
Kawal UMK 2024 di Jabar, Ribuan Buruh Unjuk Rasa di Depan Gedung Sate

Kawal UMK 2024 di Jabar, Ribuan Buruh Unjuk Rasa di Depan Gedung Sate

Bandung
Mayat yang Dikira Manekin di Tasikmalaya Dihabisi Pacar, Keduanya Berstatus Mahasiswa

Mayat yang Dikira Manekin di Tasikmalaya Dihabisi Pacar, Keduanya Berstatus Mahasiswa

Bandung
Pertama di Indonesia, Bandung Gelar Balap Gokart Listrik, Catat Jadwalnya

Pertama di Indonesia, Bandung Gelar Balap Gokart Listrik, Catat Jadwalnya

Bandung
Serpihan Tabung Gas yang Meledak di Sukabumi Ditemukan di Atap Rumah Warga, 1 Tabung Masih Dicari

Serpihan Tabung Gas yang Meledak di Sukabumi Ditemukan di Atap Rumah Warga, 1 Tabung Masih Dicari

Bandung
Mayat Dikira Manekin di Tasikmalaya Terungkap, Gadis 19 Tahun Asal Ciamis

Mayat Dikira Manekin di Tasikmalaya Terungkap, Gadis 19 Tahun Asal Ciamis

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com