KOMPAS.com - H (40) melaporkan komplotan pembunuh berantai Wowon Erawan alias Aki (60) ke polisi atas kasus dugaan penipuan dan investasi bodong pada Selasa (31/1/2023) malam.
Perempuan asal Bekasi ini didampingi petugas dari Polda Metro Jaya melaporkan kasus tersebut ke Polres Cianjur.
Dalam kasus investasi bodong itu, H mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta.
Lantaran tak kunjung mendapatkan hasil sesuai yang dijanjikan komplotan pembunuh berantai, dia pun melaporkan kasus tersebut.
"Datang ke sini untuk membuat laporan terkait Wowon," kata H kepada wartawan, di Polres Cianjur, Selasa malam.
Baca juga: Seorang TKW Asal Bekasi Laporkan Wowon dkk atas Kasus Penipuan, Rugi Rp 100 Juta
Bermula saat H mengenal Wowon sejak 2018 dikenalkan rekan sesama TKW bernama Siti Fatimah.
"Beliau ini menawarkan investasi. Bentuk awalnya seperti tanam modal. Nanti dari hasilnya bisa berlipat ganda, seperti jadi rumah, tanah, atau uang lagi," ujar dia.
H pun tertarik dengan bisnis tersebut hingga menyetorkan uang dari 2018 hingga 2021.
Uang tersebut dari hasil jerih payah dia selama bekerja di Arab Saudi.
"Rutin setiap bulan Rp 2 juta. Kalau ditotal ada sekitar Rp 100 juta. Disetorkan ke rekening atas nama Dede," ujar dia.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.