Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Temukan MinyaKita Mahal di Bandung Barat, Wakil Mendag: Stok Sudah Aman, Harusnya Rp 14.000 per Liter

Kompas.com - 07/03/2023, 19:35 WIB


BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga menemukan minyak goreng kemasan merek pemerintah Minyakita dijual dengan harga mahal.

Temuan itu didapat saat rombongan Wamendag melakukan inspeksi komoditas bahan pokok di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (7/3/2023).

Saat mendatangi jongko sembako milik Budiman (63), Jerry mendapati harga MinyaKita di atas harga eceran terendah (HET) yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Dapat Jatah Minyakita, Pedagang di Gunungkidul Wajib Tanda Tangan Pakta Integritas

"Di sini harganya Rp 16.000 per liter, Pak. Jadi memang dari agennya sudah mahal. Kita pedagang di Pasar Tagog Padalarang gak dapat dari distributor," ujar Budiman.

Budiman menjelaskan, para pedagang di Pasar Tagog Padalarang hanya bisa mendapatkan MinyaKita dengan harga Rp 14.500-15.000 per liter.

"Kita dapat harga dari agennya segitu. Itu pun harus bundling dengan komoditas lain. Misal kalau mau dapat Minyakita harus beli juga produk bumbu dapur atau tepung yang agen jual," kata Budiman.

Baca juga: Dapat Alokasi 20 Ton Minyakita, Pemkab Nunukan Akan Gelar Operasi Pasar di Wilayah Pelosok

Jerry menyebut, temuan itu menjadi sorotan Kemendag untuk lebih jeli mengawasi distribusi dan penjualan MinyaKita di tengah masyarakat.

Menurutnya, harga jual MinyaKita di pasaran seharusnya tidak boleh lebih dari HET Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

"Tadi saya tanya ke pedagang, harganya memang sedikit lebih mahal. Kenapa? Karena dia (pedagang) belinya dari agen memang sudah mahal," sebut Jerry.

Meski demikian, Jerry memastikan stok MinyaKita saat ini sudah aman. Dengan begitu seharusnya harga di pasaran bisa kembali normal dengan harga eceran Rp 14.000 per liter.

"Saking orang banyak beli MintaKita itu, stoknya memang sempat sedikit berkurang. Kami dari Kemendag memastikan saat ini stoknya sudah aman. Tentunya dengan stok yang aman tadi, harganya bisa normal kembali sesuai dengan HET," papar Jerry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Puncak Bogor, 16 Remaja Ditangkap

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Puncak Bogor, 16 Remaja Ditangkap

Bandung
Perjuangan Sarip Cari Keadilan untuk Anaknya Korban TPPO yang Tewas di Turki

Perjuangan Sarip Cari Keadilan untuk Anaknya Korban TPPO yang Tewas di Turki

Bandung
Gelapkan Dana Nasabah Rp 900 Juta, Pegawai Bank BUMN Dituntut 7 Tahun Penjara

Gelapkan Dana Nasabah Rp 900 Juta, Pegawai Bank BUMN Dituntut 7 Tahun Penjara

Bandung
Korban TPPO di Sukabumi Sebagian di Bawah Umur, 6 Pelaku Ditangkap

Korban TPPO di Sukabumi Sebagian di Bawah Umur, 6 Pelaku Ditangkap

Bandung
KPK Kembali Geledah Balai Kota Bandung

KPK Kembali Geledah Balai Kota Bandung

Bandung
Hanya Ada Tiga Hidran yang Berfungsi Baik di Kota Bandung

Hanya Ada Tiga Hidran yang Berfungsi Baik di Kota Bandung

Bandung
Tangis Sesal Ibu Rumah Tangga Penyalur TKI Ilegal, Kirim Tetangga ke Irak

Tangis Sesal Ibu Rumah Tangga Penyalur TKI Ilegal, Kirim Tetangga ke Irak

Bandung
Wagub Uu Sebut Proyek Tol di Jabar Selalu Molor Puluhan Tahun, Harap Tol Getaci Selesai Cepat

Wagub Uu Sebut Proyek Tol di Jabar Selalu Molor Puluhan Tahun, Harap Tol Getaci Selesai Cepat

Bandung
Kasus Perundungan Anak di Bandung Berulang Setelah Dimediasi, Ortu Korban Enggan Melapor

Kasus Perundungan Anak di Bandung Berulang Setelah Dimediasi, Ortu Korban Enggan Melapor

Bandung
Matahari Tasikmalaya Diduga Kebakaran, Titik Api Belum Diketahui

Matahari Tasikmalaya Diduga Kebakaran, Titik Api Belum Diketahui

Bandung
4 Fakta Warga Baduy Minta Sinyal Internet dan Aplikasi Negatif Dihapus

4 Fakta Warga Baduy Minta Sinyal Internet dan Aplikasi Negatif Dihapus

Bandung
Pemprov Jabar Jadi Percontohan Reformasi Birokrasi Tematik

Pemprov Jabar Jadi Percontohan Reformasi Birokrasi Tematik

Bandung
Polresta Cirebon Tangkap 4 Sindikat Pelaku TPPO ke Suriah dan Irak

Polresta Cirebon Tangkap 4 Sindikat Pelaku TPPO ke Suriah dan Irak

Bandung
Sedang Tidur, Suami Istri Lansia di Tasikmalaya Tewas Tertimbun Longsor

Sedang Tidur, Suami Istri Lansia di Tasikmalaya Tewas Tertimbun Longsor

Bandung
Matahari Dept Store Tasikmalaya Kebakaran, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar Gedung

Matahari Dept Store Tasikmalaya Kebakaran, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar Gedung

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com