Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajar SMK Bogor yang Tewas Dibacok Punya Cita-cita Sederhana, Ingin Ibunya Tinggal di Rumah Layak Huni

Kompas.com - 14/03/2023, 06:36 WIB
Afdhalul Ikhsan,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - AS (16), pelajar SMK yang tewas dibacok saat menyeberang di lampu merah Simpang Pomad, Jalan Raya Jakarta-Bogor, menyimpan cita-cita sederhana. Ia ingin membantu ibunya tinggal di rumah yang layak huni.

AS berkeinginan mewujudkan cita-cita tersebut ketika beranjak dewasa.

Baca juga: Orangtua Korban Pembacokan di Jalan Raya Bogor Menanti Keadilan, Berharap Pelaku Lekas Ditangkap

Keluarga dan teman-temannya mengungkapkan bahwa AS ingin langsung bekerja demi mewujudkan cita-cita mulianya itu.

Baca juga: Kronologi Siswa SMA di Bogor Tewas Dibacok Saat Pulang ke Rumah, 3 Pelaku Kenakan Seragam Sekolah

Kondisi ekonomi menjadi kendala tidak ingin lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terlebih AS adalah anak yatim.

"Cita-citanya dia kalau udah lulus itu pengen kerja dan nanti hasilnya untuk ngebahagiakan orang-orang sekitar. Terus pengen ngebahagiakan ibu, dibangunin rumah baru," ucap ibu AS, Kusmiati (51) saat ditemui Kompas.com, di rumah duka di Kabupaten Bogor, Senin (13/3/2023) sore.

Perempuan yang kesehariannya berjualan ini tinggal di sebuah rumah sederhana di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rumah tersebut berada di gang sempit.

Kusmiati tak henti-hentinya menangis mengingat kenangan anak bungsunya itu bermain di sekitar rumah yang nyaris sudah tak layak huni.

Dia masih tidak menyangka AS meninggal, apalagi dengan cara yang tragis.

"Pas tahu kabar itu, kita keluarga kaget, nyesek kena dada pas dikasih tahu. Kita datang ke rumah sakit dan dokter sampai bilang kalau enggak kuat jangan masuk soalnya AS sudah enggak ada. Saya lihat banyak darah netes," kata Kusmiati.

Dengan perlahan dan nada rendah, Kusmiati kembali menceritakan obrolan beberapa hari sebelum AS meninggal dunia.

"'Mesin cuci kita sudah rusak ya, Bu. Ya sudah, nanti dibeliin ama dedek, entar dibeliin'," ujar Kusmiati menirukan ucapan AS.

"'Nanti kalau saya udah lulus SMK, ibu enggak usah jualan lagi, biar dedek (AS) aja yang ngurus semua (keuangan)," ucap Kusmiati tersedu-sedu.

Sementara itu, para tetangga mengatakan bahwa korban adalah seorang anak yang baik, penuh semangat, dan cerdas.

AS  yang merupakan siswa SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) ini tidak pernah berbuat macam-macam di lingkungan sekolah maupun rumah.

AS juga dikenal sebagai anak yang menaati orangtua dan tidak memiliki musuh atau bermasalah dengan orang lain.

Karena itu, kata salah satu anggota keluarga, AS tidak mungkin terlibat tawuran atau keributan dengan orang lain.

Keluarga sudah pasrah dan mencoba untuk menerima kematian anak bungsunya adalah kehendak Tuhan.

Sebelumnya diberitakan,  AS, seorang siswa SMK di Bogor, Jawa Barat, tewas dibacok oleh orang tidak dikenal pada Jumat (10/3/2023) pagi.

Dari rekaman kamera CCTV, tiga pelaku yang mengendarai satu motor masih mengenakan seragam SMA putih abu-abu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com