Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emon Terpidana Predator Anak Bebas Bersyarat, Wajib Lapor sampai 2028

Kompas.com - 24/03/2023, 20:04 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cirebon Jawa Barat, melakukan pembebasan bersyarat kepada terpidana Andri Sobari alias Emon, pada Senin (27/2/2023).

Andri yang merupakan terpidana kasus pencabulan berupa sodomi terhadap sekitar 120 anak, sudah kembali ke kampung halamannya, di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Lapas Kelas 1 Cirebon, Kadiyono, menyampaikan, terpidana Emon mendapatkan putusan pidana 17 tahun 6 bulan, subsider Rp 200 juta.

Baca juga: Predator Anak di Anambas Kepri Dihukum 17 Tahun Penjara, Identitasnya Diumumkan

Pengadilan menyatakan Emon melanggar perkara Perlindungan Anak pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002.

“Andri pertama ditahan pada 2 Mei 2014, di Polres Sukabumi Kota, kemudian dipindahkan ke Lapas Narkotika II A Gintung. Pada 22 Juni 2015, Andri dipindahkan ke Lapas Kelas 1 Cirebon,” kata Kadiyono saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jumat (24/3/2023)

Selama masa tahanan, Andri mendapatkan remisi 40 bulan 120 hari.

Pada 27 Februari 2023 lalu, Andri mendapatkan pembebasan bersyarat dengan wajib lapor hingga 20 September 2028, dengan penjamin ibu kandung sendiri.

Baca juga: JPU Minta Identitas Terdakwa Diumumkan dalam Sidang Tuntutan Predator Anak di Kabupaten Anambas

Sudah jalani pembinaan

Sejak masuk di Lapas sejak 2015, Andri mengikuti seluruh program pembinaan.

Pembinaan secara kelompok di masing-masing blok, pembinaan secara individual, hingga pendampingan tim psikolog. Program ini dilakukan kepada seluruh narapiana tanpa terkecuali.

“Prinsip kita adalah non-diskriminatif, jadi semua narapidana yang dipindahkan ke Lapas Kelas 1 Cirebon dari berbagai lapas, baik Jawa Barat maupun di luar, itu mengikuti program admisi orientasi, pendampingan, pembinaan, dan lainnya,” tambah Kadiyono.

 

Program-program itu, antara lain berupa terapi, psikoterapi, hypnoterapi, rehabilitasi.

Program ini tidak singkat, melainkan beberapa bulan dan dilakukan secara konsisten dan terus menerus.

Salah satu targetnya, narapidana menyadari secara utuh kesalahannya, dan berikrar untuk tidak mengulangi hal serupa.

Baca juga: Guru Olahraga SD di Wonogiri Jadi Predator Anak, 6 Korban Disodomi, Alasannya biar Tambah Tinggi

Kadiyono menyampaikan, berdasarkan laporan pembinaan, Andri adalah salah satu dari sekian banyak narapidana yang telah menyadari kesalahannya.

Dia terus menunjukan perubahan perilaku positif selama di dalam lapas.

Namun, Kadiyono juga kembali menegaskan, pascapembebasan bersyarat pada (27/2/2023), dia tetap harus wajib lapor hingga tanggal (20/9/2028).

Apabila dalam masa percobaan ini, Andri kembali melakukan hal yang melanggar syarat pembebasan bersyarat, maka Andri akan menerima sangsinya, yakni dikembalikan ke dalam penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andri Sobari alias Emon bin Nanang Sobari (24) diduga telah mencabuli 40 bocah di Sukabumi.

Kasus ini terungkap bermula dari laporan Ju (36), orangtua dari MDR (11), salah satu korban, Kamis (1/5/2014) lalu.

Baca juga: Predator Anak Berkedok Guru SD di Bekasi Belum Lulus Sarjana, Kini Dipecat...

Informasi yang dikutip dari Tribun Jabar, awalnya Ju mendapati putranya, MDR, berperilaku sedikit berbeda dari biasanya.

Bocah tersebut mengeluhkan sakit di bagian dubur. Setelah ditanya, MDR akhirnya mengaku telah dilecehkan oleh Emon.

Aksi asusila itu dilakukan pelaku di pemandian Liosanta, Citamiang, Kota Sukabumi, pada Minggu (27/4/2014) sekitar pukul 12.00.

"Begitu orangtua korban melapor, kita tangkap Kamis 1 Mei kemarin. Dari situ, ternyata korbannya bukan satu orang. Sekarang korbannya, barusan ada yang datang ke Polres melapor. Tadinya 38 anak, sekarang jadi 40 anak yang diduga dicabuli dan diantar orangtuanya melapor," ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Harry Santoso saat dihubungi lewat telepon, Jumat (2/5/2014).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Pembunuhan Vina di 6 Titik Rabu Malam

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Pembunuhan Vina di 6 Titik Rabu Malam

Bandung
Suami Istri di Bogor Curi Kotak Amal, Berdalih untuk Beli Susu Anak

Suami Istri di Bogor Curi Kotak Amal, Berdalih untuk Beli Susu Anak

Bandung
Kebun Durian Warso Farm di Bogor: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Kebun Durian Warso Farm di Bogor: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Bandung
Sengketa Proses Pilkada Garut Ditolak, Aceng Fikri 'Walkout', Ancam Laporkan Bawaslu

Sengketa Proses Pilkada Garut Ditolak, Aceng Fikri "Walkout", Ancam Laporkan Bawaslu

Bandung
Gagal Nyalip, Pelajar SMP di Sumedang Tewas Terlindas Truk

Gagal Nyalip, Pelajar SMP di Sumedang Tewas Terlindas Truk

Bandung
Berawal dari Chat Mesra, Pria Bertato Tewas Ditusuk Saat Berkendara di Bandung

Berawal dari Chat Mesra, Pria Bertato Tewas Ditusuk Saat Berkendara di Bandung

Bandung
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Jalan Boulfat Bogor, Satu Orang Tewas

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Jalan Boulfat Bogor, Satu Orang Tewas

Bandung
PPP, PAN, Demokrat, dan Gerindra Berkoalisi Usung Cecep Nurul Yakin di Pilkada Tasikmalaya

PPP, PAN, Demokrat, dan Gerindra Berkoalisi Usung Cecep Nurul Yakin di Pilkada Tasikmalaya

Bandung
Jenazah Bocah Diduga Korban Malapraktik di Cianjur Diotopsi, Hasil Disampaikan Pekan Depan

Jenazah Bocah Diduga Korban Malapraktik di Cianjur Diotopsi, Hasil Disampaikan Pekan Depan

Bandung
Pria di Soreang Tewas Ditusuk Anggota Geng Motor, Berawal dari Pesan 'Sayang-sayangan'

Pria di Soreang Tewas Ditusuk Anggota Geng Motor, Berawal dari Pesan "Sayang-sayangan"

Bandung
Terungkap Motif Pembunuhan di Soreang Bandung, Pelaku Cemburu

Terungkap Motif Pembunuhan di Soreang Bandung, Pelaku Cemburu

Bandung
Ini Daftar Nama Bakal Calon Wali Kota Bandung dari PDI-P dan PKS

Ini Daftar Nama Bakal Calon Wali Kota Bandung dari PDI-P dan PKS

Bandung
Kantongi Data Pencemar DAS Citarum, Bey: Kami Tindak Lanjuti

Kantongi Data Pencemar DAS Citarum, Bey: Kami Tindak Lanjuti

Bandung
Jual Sajam lewat Medsos, Seorang Remaja Ditangkap

Jual Sajam lewat Medsos, Seorang Remaja Ditangkap

Bandung
PDI-P Ingin Berkoalisi pada Pilkada Jabar, PKS: Mudah-mudahan Ada Jodohnya

PDI-P Ingin Berkoalisi pada Pilkada Jabar, PKS: Mudah-mudahan Ada Jodohnya

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com