Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap Motif Pembunuhan di Soreang Bandung, Pelaku Cemburu

Kompas.com - 29/05/2024, 16:15 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Muhamad Arda Askolani (21) tersangka kasus penusukan terhadap AK (24) di Jalan Raya Gading Tutuka, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku kesal terhadap korban lantaran ia mendekati pacarnya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, motif pelaku melalukan aksinya lantaran terbakar api cemburu.

Pelaku, sambung Kusworo, mengetahui jika pacarnya D berkomunikasi dengan korban dari gawainya. Ia menemukan chat mesra antara korban dan pacarnya.

Baca juga: Kawanan Monyet Liar Melintasi Permukiman Warga di Soreang

"Jadi D ini selingkuh dengan korban. Pelaku itu menemukan chat antara korban dan pacarnya, di dalam chat terdapat panggilang "Sayang" dari korban kepada pacar pelaku," katanya saat melakukan gelar perkara di Mapolresta Bandung, Rabu (29/5/2024).

Usai mendapati komunikasi antara korban dan pacarnya, pelaku berpura-pura sebagai D dan menghubungi korban melalui gawai milik D.

Setelah korban merespons chat pelaku, keduanya sepakat bertemu di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: 4 Pembunuh di Soreang Dibekuk, 2 Masih di Bawah Umur

Untuk menyakinkan korban agar mau bertemu, pelaku sengaja meminta korban menunggunya di kamar kost korban.

"Sehingga korban berpersepsi bahwa akan bertemu dengan pacarnya tersangka. Namun demikian yang datang adalah tersangka," ujar dia.

Pelaku mendatangi korban bersama dua temannya menggunakan sepeda motor. Kedua temannya sempat mengamati korban sebelum terjadinya insiden penusukan yang menyebabkan AK meninggal dunia.

"Jadi pelaku itu tiga. Satu ini masuk kategori dewasa, dan dua lagi masih di bawah umur, namun tetap kami amankan juga," jelasnya.

Kusworo menjelaskan, sebelum menghabisi korban, pelaku sempat mendatangi kediaman salah satu temannya dan mengambil pisau dapur.

Begitu bertemu dengan korban, pelaku langsung menusuk korban berkali-kali. Korban mengalami luka di bagian dada kiri dan punggung sebelah kiri.

"Jadi pisau itu yang digunakan oleh pelaku tidak dibawa oleh pelaku, tapi dia meminjamnya ke salah satu teman dia. Luka yang dialami korban yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar dia.

Atas perbuatanya, para pelaku dijerat pasal berlapis yakni pasal 340 dengan ancaman 20 tahun penjara atau hukuman penjara seumur hidup dan pasal 338.

Sementara kedua pelaku yang masih di bawah umur ditahan dengan pasal 55.

"Bagi keduanya yang tidak turun melakukan penganiayaan. Namun melakukan membonceng tersangka, membuntuti korban," beber dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Partai Kembali Usung Dadang Supriatna Jadi Bupati Bandung

4 Partai Kembali Usung Dadang Supriatna Jadi Bupati Bandung

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Detik-detik Sapi Kurban Terperosok dan Terjepit di Selokan Cirebon

Detik-detik Sapi Kurban Terperosok dan Terjepit di Selokan Cirebon

Bandung
Video Viral Sapi Ngamuk 'Nyemplung' ke Parit Saat Akan Disembelih di Karawang

Video Viral Sapi Ngamuk "Nyemplung" ke Parit Saat Akan Disembelih di Karawang

Bandung
Alasan Bey Machmudin Shalat Idul Adha di Kampung Padat Penduduk

Alasan Bey Machmudin Shalat Idul Adha di Kampung Padat Penduduk

Bandung
Dedi Mulyadi Shalat Idul Adha di Dekat TKP Pembunuhan Vina dan Eky

Dedi Mulyadi Shalat Idul Adha di Dekat TKP Pembunuhan Vina dan Eky

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Bandung
Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Bandung
Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Bandung
Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Bandung
Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Bandung
Jokowi Beli 'Pancasona' di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Jokowi Beli "Pancasona" di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Bandung
Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Bandung
Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Bandung
Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com