Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sengketa Proses Pilkada Garut Ditolak, Aceng Fikri "Walkout", Ancam Laporkan Bawaslu

Kompas.com - 29/05/2024, 19:41 WIB
Ari Maulana Karang,
Reni Susanti

Tim Redaksi

GARUT, KOMPAS.com - Sidang sengketa proses Pilkada Garut 2024 dengan pemohon dua mantan Bupati Garut yaitu Aceng HM Fikri dan Agus Supriadi resmi ditolak Bawaslu Garut.

Penolakan tersebut ada dalam sidang proses sengketa Pilkada Garut 2024 yang digelar Bawaslu di Gedung Risma, Rabu (29/5/2024).

Sidang sengketa proses tersebut diwarnai aksi walkout Aceng Fikri bersama para pendukungnya saat Bawaslu akan membacakan putusan perkaranya.

Baca juga: Mediasi Gagal, Gugatan 2 Eks Bupati di Pilkada Garut Dilanjut Musyawarah

 

Meski demikian, Bawaslu tetap melanjutkan pembacaan putusan tersebut tanpa Aceng Fikri.

Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid kepada wartawan usai sidang menegaskan, dua gugatan yang diajukan kedua mantan bupati yang akan maju lewat jalur perseorangan semuanya ditolak secara keseluruhan.

"Keputusannya, keduanya ditolak secara keseluruhan," jelas Ahmad yang biasa disapa Ayi, Rabu (29/05/2024) sore.

Baca juga: 2 Eks Bupati yang Pernah Dimakzulkan dan Terjerat Korupsi Kembali Maju Pilkada Garut

Adapun alasan Bawaslu menolak semua permohonan para pemohon dalam sidang sengketa proses tersebut, menurut Ayi, yang pertama didapat dari fakta-fakta di persidangan.

"Yang kedua pada akhir penyerahan bukti dukungan, tidak terbukti memenuhi batas dukungan," tutur dia.

Sementara itu, Aceng Fikri melihat, semua proses persidangan yang selama ini dijalaninya, cacat.

"Tidak ada sidang cacat semua," katanya sambil berjalan ke mobilnya.

Menurut Aceng, banyak proses yang cacat sebelum proses sidang hingga dirinya pun memutuskan walkout dari persidangan dan akan membuat laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Saya akan melaporkan hal ini ke DKPP," tutur dia.

Menanggapi aksi walkout Aceng Fikri, Ketua Bawaslu Ahmad Nurul Syahid melihat langkah itu merupakan hak yang dimiliki Aceng sebagai pemohon. Ayi pun mengakui masih ada ruang untuk Aceng memperjuangkan haknya.

"Ruang ini bukan yang terakhir, dua pasangan yang ditolak tadi bisa ke PTUN dan DKPP," jelasnya. 

Sebelum walkout, menurut Ahmad yang biasa dipanggil Ayi, Aceng sempat mempertanyakan tiga hal kepada majelis sidang yang membuatnya tidak puas hingga memilih walkout.

"Tadi sebelum walkout mempertanyakan SK tentang majelis, kedua tentang daftar penerimaan waktu pendaftaran, yang ketiga masalah waktu Bawaslu menyelesaikan sengkera melebihi waktu," pungkasnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Partai Kembali Usung Dadang Supriatna Jadi Bupati Bandung

4 Partai Kembali Usung Dadang Supriatna Jadi Bupati Bandung

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Detik-detik Sapi Kurban Terperosok dan Terjepit di Selokan Cirebon

Detik-detik Sapi Kurban Terperosok dan Terjepit di Selokan Cirebon

Bandung
Video Viral Sapi Ngamuk 'Nyemplung' ke Parit Saat Akan Disembelih di Karawang

Video Viral Sapi Ngamuk "Nyemplung" ke Parit Saat Akan Disembelih di Karawang

Bandung
Alasan Bey Machmudin Shalat Idul Adha di Kampung Padat Penduduk

Alasan Bey Machmudin Shalat Idul Adha di Kampung Padat Penduduk

Bandung
Dedi Mulyadi Shalat Idul Adha di Dekat TKP Pembunuhan Vina dan Eky

Dedi Mulyadi Shalat Idul Adha di Dekat TKP Pembunuhan Vina dan Eky

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 17 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Bandung
Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Bandung
Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Bandung
Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Bandung
Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Bandung
Jokowi Beli 'Pancasona' di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Jokowi Beli "Pancasona" di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Bandung
Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Bandung
Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Bandung
Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com