Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Praktik Siswa Titipan Saat PPDB Disorot, Buat Sekolah Swasta Tumbang

Kompas.com - 30/05/2024, 15:51 WIB
Riki Achmad Saepulloh,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Badan musyawarah perguruan swasta (BMPS) Kota Sukabumi menyoroti dugaan prakrik siswa titipan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sebab hal tersebut secara tak langsung berpengaruh terhadap guru dan keberlangsungan sekolah swasta.

Ketua BMPS Kota Sukabumi, Asep Deni mengatakan, praktik siswa titipan membuat sejumlah sekolah swasta kekurangan murid. Selain itu, jadwal mengajar guru juga berkurang dan memberikan efek domino.

Baca juga: Pelatihan Camera Trap demi Mitigasi Konflik Macan Tutul di Sukabumi

Sekolah swasta itu menjadi sedikit siswanya, 8 orang siswa paling sedikit (dalam satu angkatan),” ujar Asep Deni saat ditemui awak media di gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (30/5/2024).

"Karena kurangnya siswa, itu guru-guru kekurangan jam mengajar yang berakibat mereka tidak memperoleh tunjungan sertifikasi guru. Mereka harus memenuhi kewajiban artinya guru tidak memperoleh pendapatan dari sisi itu,” tambah Asep. 

Baca juga: Anak yang Hanyut di Sungai Cicatih Sukabumi Ditemukan Tewas

Selain hal itu, sejumlah sekolah swasta di Kota Sukabumi pada tahun-tahun sebelumnya ada yang gulung tikar akibat tak memiliki murid atau peserta didik.

“10 tahun terakhir ini terjadi (sekolah swasta gulung tikar), bukan lagi fenomena, tapi ada sekolah swasta yg sangat bagus bahkan lebih dari negeri,” sambung Asep.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bambang Herawanto, tak menampik masih terjadi praktik siswa titipan.

Menurutnya, praktik tersebut sudah menjadi rahasia umum. Bahkan sekelas anggota DPRD pun mendapatkan mandat aspirasi dari masyarakat agar bisa memasukan atau meloloskan anaknya ke sekolah pilihan orangtua.

“Kita harus jujur, banyak warga masyarakat yang meminta bantuan, bukan cuma DPRD, lewat kejaksaan, lewat kepolisian, lewat berbagai pihak bahkan rekan-rekan ormas juga sama. Kami DPRD jujur ada beban moril karena kami dipilih masyarakat, kami mencoba menyampaikan aspirasi masyarakat tapi apakah kami sendiri merasa nyaman? Tidak juga sebetulnya,” ucap dia.

Ke depan, sambung dia, DPRD Kota Sukabumi akan mencoba memerankan upaya agar sekolah swasta menjadi alternatif pilihan, kemudian untuk proses PPDB bisa dilakukan secara transparan.

“Kami akan memerankan diri kami sebagai bagian dari pemerintah daerah untuk intervensi bagaimana anggaran pemerintah kota ini juga tidak semua masuk ke sekolah-sekolah negeri, tapi juga bisa tersalurkan sekolah swasta. PPDB ke depannya itu bisa dilaksanakan secara transparan, tidak ada titip-titipan lah dari semua pihak,” tegas Bambang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Muncul Isu ASN Kabupaten Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Pemkab Beri Tanggapan

Bandung
Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Megawati Kurbankan Sapi Hitam Berbobot 500 Kg, Didatangkan dari Ponpes di Sukabumi

Bandung
Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu

Bandung
Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Sebelum dikurbakan, Kambing di Ponpes Sukabumi Ikuti Teatrikal

Bandung
Jokowi Beli 'Pancasona' di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Jokowi Beli "Pancasona" di Bandung Barat Seharga Rp 100 Juta

Bandung
Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Perajin Arang Briket asal Sukabumi Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Bandung
Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Sosok Terduga Teroris di Karawang, Residivis Kasus Terorisme dan Enggan Setor KTP

Bandung
Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Nina Agustina Siap Bila Dipasangkan Kembali dengan Artis di Pilkada 2024

Bandung
Kunjungi Pasar Sederhana Bandung, Zulhas Soroti Harga Ayam Terlalu Murah

Kunjungi Pasar Sederhana Bandung, Zulhas Soroti Harga Ayam Terlalu Murah

Bandung
Terduga Teroris di Karawang Selalu Tutupi Identitas Saat Ditanya Warga

Terduga Teroris di Karawang Selalu Tutupi Identitas Saat Ditanya Warga

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Bandung
Sopir Tak Fokus, Luxio Tabrak Truk Diesel di Tol Cisamdawu, 2 Tewas di TKP

Sopir Tak Fokus, Luxio Tabrak Truk Diesel di Tol Cisamdawu, 2 Tewas di TKP

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Bandung
Pesan dan Tugas untuk Pj Bupati Bandung Barat

Pesan dan Tugas untuk Pj Bupati Bandung Barat

Bandung
Tak Terima Dimarahi Saat Menanam Ubi, Cucu Bunuh Neneknya di Sumedang

Tak Terima Dimarahi Saat Menanam Ubi, Cucu Bunuh Neneknya di Sumedang

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com