Salin Artikel

Kuasa Hukum Sopir Audi A6 Pertanyakan Perubahan Pernyataan Nur, Majikan Tersangka yang Tewaskan Selvi Amalia

CIANJUR, KOMPAS.com – Pihak kuasa hukum tersangka Sugeng Guruh (41) mempertanyakan pernyataan Nur (23) yang berubah drastis terkait kronologi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat.

Yudi Junadi selaku ketua tim kuasa hukum tersangka mengatakan, Nur merupakan penumpang sedan Audi A6, yang juga majikan dari Sugeng.

Di dalam kendaraan tersebut terdapat tiga penumpang, yakni Nur, anak Nur yang masih kecil, dan seorang asisten rumah tanga (ART).

Karena itu, menurut Yudi, Nur bersama penumpang lain merupakan saksi kunci dalam peristiwa tersebut, yang bisa meringankan bahkan membebaskan sang sopir dari segala tuduhan.

“Karena satu-satunya orang yang tahu persis terjadinya kecelakaan,” kata Yudi kepada wartawan, Senin (30/1/2023).

Yudi menjelaskan, setelah Nur menggelar jumpa pers dengan wartawan di Cianjur, Jumat (27/1/2023) siang, Nur sempat meminta dirinya untuk menjadi penasihat hukum dan ingin bertemu dengan pihak keluarga korban.

“Alasannya, karena kami di pihak yang tidak menyatakan (mobil) Audi sebagai penabrak,” ujar dia.

Karena itu, Yudi berencana untuk mendampingi Nur bersama Sugeng dan ART tersebut ke kantor polisi guna memberikan klarifikasi.

“Namun malam sebelumnya, bakda Magrib (Nur) izin keluar untuk urusan pribadi, urusan keluarga, dan ternyata di-BAP polisi pernyataannya berubah. Tidak tahu kenapa berubah. Jadinya berbalik apa yang disampaikan saksi kunci itu,” kata Yudi.

Mengaku istri polisi

Yudi mengatakan, Nur sempat mengaku sebagai istri salah satu anggota polisi yang berada di dalam iring-iringan pengawalan di hari kejadian laka lantas tersebut.

“Ke saya sudah menjelaskan secara detail statusnya, istrinya siapa gitu. Tapi, berubah lagi jadi kolega. Nggak tahu kenapa jadi berubah (pernyataannya)," ujar Yudi.

Sepengetahuan Yudi, Nur berdomisili di Bandung. Yudi baru pertama kali bertemu dengan Nur saat menggelar jumpa pers dengan wartawan, Jumat (27/1/2023) siang.

“Sampai sekarang tidak pernah lagi (berkomunikasi), lost contact,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Sugeng (41), sopir Audi A6 (sebelumnya disebut seri A8) sebagai tersangka kecelakaan lalu lintas di Cianjur, Jawa Barat.

Sugeng disangkakan Pasal 310 ayat 4 junto Pasal 312 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Penetapan tersangka kasus laka lantas ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo didampingi Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, serta jajaran, Sabtu (28/1/2023) malam.

https://bandung.kompas.com/read/2023/01/30/183039978/kuasa-hukum-sopir-audi-a6-pertanyakan-perubahan-pernyataan-nur-majikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke