NEWS
Salin Artikel

Ibu di Tasikmalaya Penganiaya Anak 2 Tahun Saat Bertengkar dengan Suami Jadi Tersangka

Perempuan itu dianggap sengaja melukai anaknya dengan pisau dapur saat bertengkar dengan suami dalam rumahnya di rumahnya Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2023).

"Saat ini sudah kami tetapkan (ibu kandung korban) sebagai tersangka. Kalau suaminya sebagai pelapor. Jadi dia sudah melakukan selama berulang kali. Alasannya, keterangannya dia tempramental. Jadi masalah apapun yang mereka hadapi di keluarganya, langsung emosi," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Sironggoringgo saat dihubungi, Senin (13/2/2023).

Josner menambahkan, selama ini pelaku sering mengancam sampai melukai anak kandungnya saat bertengkar denhan suaminya.

Terlebih dalam pertengkaran suami istri itu diketahui akibat masalah keuangan keluarga.

"Akhirnya ketika menghadapi anak rewel, jadi pendek sabar. Anaknya itu baru satu anak kandung Perkawinan mereka. Ada satu anak lagi bawaan dari suaminya, sekitar 11 tahun. Namun yang jadi sasaran hanya anak bayinya," tambah Josner.

Sementara itu, korban saat ini sudah berada di rumah aman UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya untuk mendapatkan pendampingan psikologis.

Sementara, luka pada tubuh korban telah ditangani petugas medis usai dibawa ke RSUD SMC Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

"Kondisi anak saat ini di rumah aman UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya," ujar dia.

Hal sama diungkapkan, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengungkapkan, posisi korban saat ini sudah ditempatkan di ramah anak, setelah menjalani visum dan perawatan di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami akan melakukan komunikasi intensif dengan UPTD PPA (Pemkab Tasikmalaya) dalam penanganan dan pemulihan luka dan kesehatan termasuk psikologis anak. Kami akan melibatkan semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi penanganan kasus ini," ujar dia.


Menurut Ato, sesuai keterangan para korban, anak bawaan suaminya yang sudah menginjak pendidikan SMP pun mengaku pernah menjadi korban penganiayaan orang yang sama di keluarga tersebut.

"Kemungkinan anak bawaan suaminya yang masih SMP pun sama jadi korban, pernah. Selain dari korban anak kandungnya yang masih berumur 2 tahun sekarang," tambah Ato.

Sebelumnya, Nasib nahas dialami balita berumur 2 tahun yang disiksa ibu kandungnya sendiri berusia 25 tahun sampai tega memotong jari anaknya dengan pisau di Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2023) malam.

Sang ibu melampiaskan amarahnya ke anak kandungnya diduga akibat masalah ekonomi keluarga karena suaminya tak dapat uang untuk makan.

Diketahui selama ini sang suami kerja serabutan dan ibu kandungnya suka mengamen di jalanan.

Kasus ini ditangani Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya.

"Mulanya kami dapat laporan dari warga Salopa adanya penganiayaan anak oleh ibu kandungnya. Korban masih 2 tahun. Ibunya 25 tahun. Korban mengalami luka di jari. Diduga dipotong pakai pisau. Lalu ada luka tusuk di kepala. Lalu ada beberapa serpihan kaca di wajahnya," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada Kompas.com di kantornya, Minggu (12/2/2023).

https://bandung.kompas.com/read/2023/02/13/161428178/ibu-di-tasikmalaya-penganiaya-anak-2-tahun-saat-bertengkar-dengan-suami-jadi

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Pemkab Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas WBK, Kang DS: Semakin Memotivasi Kami

Pemkab Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas WBK, Kang DS: Semakin Memotivasi Kami

Regional
Soal Revitalisasi Pasar Anyar, Pengamat: Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Pedagang dan Masyarakat

Soal Revitalisasi Pasar Anyar, Pengamat: Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Pedagang dan Masyarakat

Regional
Serahkan Realisasi SHU PT HMBP, Wagub Kalteng Harap Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Serahkan Realisasi SHU PT HMBP, Wagub Kalteng Harap Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Regional
Demi Hilirisasi Komoditas Kakao, Pemkab Jembrana Bangun Pabrik Cokelat

Demi Hilirisasi Komoditas Kakao, Pemkab Jembrana Bangun Pabrik Cokelat

Regional
Lombok Tengah Punya Prevalensi Stunting Tertinggi di NTB, Pemkab Setempat Sasar Calon Pengantin dan PUS

Lombok Tengah Punya Prevalensi Stunting Tertinggi di NTB, Pemkab Setempat Sasar Calon Pengantin dan PUS

Regional
IPM Jatim di Atas Nasional, Ini Strategi Gubernur Khofifah 

IPM Jatim di Atas Nasional, Ini Strategi Gubernur Khofifah 

Regional
Tuntas Tunaikan Kegiatan APBD 2023, Pemprov Riau Ucapkan Terima Kasih pada Kejati Riau

Tuntas Tunaikan Kegiatan APBD 2023, Pemprov Riau Ucapkan Terima Kasih pada Kejati Riau

Regional
Kabupaten Bandung Raih 3 Penghargaan Top Digital Awards 2023

Kabupaten Bandung Raih 3 Penghargaan Top Digital Awards 2023

Regional
Kabupaten Jembrana Boyong 2 Penghargaan dari BPS RI, Bupati Tamba: Hasil Kerja Keras Bersama

Kabupaten Jembrana Boyong 2 Penghargaan dari BPS RI, Bupati Tamba: Hasil Kerja Keras Bersama

Regional
Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan MC Tanbu, Aplikasi Media Informasi dan Layanan Publik 

Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan MC Tanbu, Aplikasi Media Informasi dan Layanan Publik 

Regional
Pemkot Semarang Klarifikasi Soal Pengadaan Sepeda Motor untuk Lurah Sebesar Rp 8 Miliar

Pemkot Semarang Klarifikasi Soal Pengadaan Sepeda Motor untuk Lurah Sebesar Rp 8 Miliar

Regional
Tingkat Inflasi Sulsel di Bawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bravo Pemprov Sulsel

Tingkat Inflasi Sulsel di Bawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bravo Pemprov Sulsel

Regional
Hadiri Milad Ke-111 Muhammadiyah, Gubernur Riau: Bersama Kita Hadapi Tantangan

Hadiri Milad Ke-111 Muhammadiyah, Gubernur Riau: Bersama Kita Hadapi Tantangan

Regional
Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Regional
Pelopor Smart City, Aplikasi Milik Pemkot Tangerang Telah Direplikasi 47 Daerah di Indonesia

Pelopor Smart City, Aplikasi Milik Pemkot Tangerang Telah Direplikasi 47 Daerah di Indonesia

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke