Salin Artikel

Rombongan FIFA Kunjungi Stadion Si Jalak Harupat, Dua Jam Cek Sarana dan Prasarana

Lawatan tersebut, guna melakukan pengecekan pelbagai fasilitas yang ada di SJH untuk persiapan gelaran Piala Dunia U-17, yang bakal diselenggarakan pada 10 November hingga 2 Desember 2023 nanti.

Pantauan di lapangan, rombongan FIFA ditemani tim dari PSSI baik di tingkat Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kabupaten (Askab) serta Pemerintah Kabupaten Bandung (Pemkab).

Rombongan FIFA datang ke SJH pada pukul 15.30 WIB dan langsung melakukan pengecekan, baik bagian luar dan dalam SJH.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, FIFA melakukan pengecekan ke seluruh bagian Stadion selama hampir dua jam.

"Kurang lebih sekitar dua jam ya, karena detail, FIFA tidak sembarangan untuk mengecek point per point. Rombongan sekitar 20 orang, baik gabungan dari PSSI, FIFA dan juga dari Cipta Karya,"katanya ditemui di lokasi.

Meski sudah melakukan pengecekan secara menyeluruh, Dadang mengungkapkan pihak FIFA tidak mengutarakan atau menyampaikan apa saja yang menjadi kekurangan Stadion Si Jalak Harupat.

"Alhamdulilah tadi sudah survei semuanya dikontrol dan tidak menyampaikan ini ada kekurangan atau seperti apa, secara rahasia, pihak FIFA mencatat semuanya," ujarnya.

Hasilnya, lanjut dia, bakal diumumkan minggu depan. Tidak soal kekurangan saja, namun hasil tersebut juga akan menentukan apakah SJH akan digunakan untuk perhelatan Piala Dunia U-17 mendatang.

"Dan keputusannya baru sekitar satu mingguan. Mudah-mudahan satu minggu ke depan kita sudah ada keputusan apakah Si Jalak Harupat menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia U-17 atau setidaknya kami sedang menunggu surat keputusan dari FIFA termasuk dengan PSSI," jelasnya.

Dadang menjelaskan, FIFA meninjau hampir semua bagian dari Stadion. Mulai dari lapangan, perlengkapan pendukung pertandingan, toilet, hingga tempat ganti baju pemain.

Ia menambahkan, satu item yang disoroti FIFA yakni soal pagar yang ada di luar atau pagar ke dua.

"Ini semua terkontrol dengan apabila ada kekurangan nanti ada tambahan, cuma yang harus dipikirkan itu pagar keduanya," beber dia.

Soal pagar, pihaknya belum bisa menentukan apakah pagar tersebut akan dipasang di titik mana. Pasalnya, penentuan tersebut harus menunggu hasil evaluasi dari FIFA.

"Sehingga nanti barometernya apakah misalkan akan di simpan di pinggir sebrang jalan atau di tetapkan yang ada terus yang di dalamnya teras yang di pakai pagar atau seperti apa nanti kita lihat setelah ada keputusan dari FIFA," ujar Dadang.

Dadang berharap lawatan FIFA untuk melakukan pengecekan terhadap SJH bisa memberikan hasil yang sesuai dengan keinginannya yakni SJH menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17.

"Harapan saya kalau melihat pengalaman dalam pengecekan U-20 kemarin, saya kira tidak banyak berubah, dan optimis karena lapangan kita memang lapang yang representatif ya dibandingkan dengan yang lain, saya selalu optimis bahwa Si Jalak Harupat mudah-mudahan diputuskan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia U-17," katanya.

https://bandung.kompas.com/read/2023/07/30/182938278/rombongan-fifa-kunjungi-stadion-si-jalak-harupat-dua-jam-cek-sarana-dan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke