Salin Artikel

Tekan Dampak Kekeringan, Pemkab Bogor Asuransikan 25.000 Ha Sawah

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyiapkan jaminan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi para petani padi yang gagal panen akibat kekeringan.

"Jaminan asuransi itu disiapkan untuk 25 ribu hektare sawah sebagai langkah penanganan dampak kekeringan di sektor pertanian," ujar Bupati Bogor Iwan Setiawan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/10/2024).

Iwan menjelaskan, jumlah sawah yang diasuransikan tahun 2023 dua kali lebih besar dibanding tahun sebelumnya 10 ribu hektare sawah.

Penyediaan jaminan AUTP untuk 25 ribu hektare sawah ditingkatkan pada tahun ini untuk melindungi para petani. Sebab, bencana El Nino sudah dirasakan para petani sejak berbulan-bulan.

"Nah tahun ini kita naikkan jadi 25 ribu hektare. Karena sejak jauh hari juga BMKG telah memprediksi dampak kekeringan ini,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan berharap, asuransi ini dapat melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen dengan klaim asuransi sebesar Rp 6 juta per hektare. Berbagai upaya lain juga terus dilakukan untuk meminimalisasi dampak kekeringan.

“Kita koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat untuk menangani dampak kekeringan ini,” ucap dia.

Sementara itu, Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Tatang Mulyadi menjelaskan, biaya asuransi tersebut ditanggung Pemkab Bogor dan pemerintah pusat.

Dengan begitu, para petani tak perlu lagi membayar dan hanya cukup mendaftarkan sawahnya kepada petugas.

Sejauh ini, sebanyak 41 kelompok tani (poktan) sudah mengajukan klaim asuransi karena mengalami puso dengan luas sawah mencapai 221 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.

Yakni Sukamakmur, Cileungsi, Gunung Putri, Citeureup, Klapanunggal, Rumpin, Tenjo, Nanggung, Cibungbulang, Jasinga, dan Pamijahan.

Adapun beberapa di antaranya sudah menerima klaim asuransi dengan nominal berbeda sesuai luasan lahan.

“Yang mengajukan asuransi itu sudah sekitar 16.800 hektare, kami terus mendorong agar mereka yang belum mengasuransikan lahannya bisa segera masuk. Ini menjadi bukti pemerintah hadir melindungi para petani,” tegasnya.

Selain itu, Distanhorbun juga mendistribusikan sekitar 300 pompa air berbahan bakar gas dari pemerintah pusat untuk membantu petani mengatasi dampak kekeringan.

Bantuan tersebut akan terus berjalan karena Kabupaten Bogor dijatah 664 pompa air untuk membantu mengairi sawahnya.

“Kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah pusat untuk bersama-sama menangani dampak kekeringan ini. Kita juga sedang menyiapkan bantuan benih untuk para petani sehingga ketika kondisi sudah memungkinkan untuk menanam Kembali, petani bisa dengan cepat mengisi sawah-sawahnya," jelasnya.

https://bandung.kompas.com/read/2023/10/26/210636678/tekan-dampak-kekeringan-pemkab-bogor-asuransikan-25000-ha-sawah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke