Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/07/2022, 15:43 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Yana Mulyana, memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bandung masih berada di level 1. Meski demikian, untuk masuk ruang publik wajib vaksin booster

Tempat-tempat yang diberlakukan relaksasi dalam PPKM level 1 pun masih dibatasi hanya 75 persen dari kapasitas total.

"Alhamdulillah masih level 1, tadi disepakati regulasi yang diberikan untuk kapasitas itu sampai saat ini akan tetap lakukan 75 persen tidak ada perubahan soal kapasitas termasuk jam oprasional," kata Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Pesan Ridwan Kamil untuk Bima Arya dan Yana Mulyana soal Holywings

Sebagai langkah pencegahan dini peningkatan penyebaran varian omicron BA.4 BA.5, pengunjung yang akan masuk ruang publik di Kota Bandung wajib menunjukkan vaksinasi Covid-19 dosis 3 atau booster melalui aplikasi Peduli Lindungi. 

Ruang publik yang dimaksud seperti mal, tempat hiburan, bandara, stasiun, dan tempat lainnya yang berpotensi mengumpulkan pengunjung. 

"Untuk percepatan ini kami akan melakukan perubahan Perwal mensyaratkan beberapa persyaratan bagi masyarakat yang akan hadir di ruang ruang publik seperti di stasiun, Bandara, Terminal, Hotel, maupun tempat aktivitas lain. Itu nanti akan disyaratkan harus sudah mendapatkan vaksin dosis tiga di perwal," jelasnya.

Soal penularan harian, Yana mengatakan, penambahan kasus positif Covid-19 per hari hanya berada di kisaran 50 kasus.

"Penambahan kasus variatif ada 50 kasus, kadang 46 kasus perhari, positif rate tiga sekian persen dan tingkat kesembuhan sangat tinggi karena ternyata kasus varian BA.4 dan BA.5 ini gejala klinisnya ringan. Rata-rata dengan melakukan isolasi mandiri itu tingkat kesembuhan sangat tinggi," ungkapnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Juli 2022

Yana memastikan, kasus omicron BA.4 BA.5 memang dominan di Kota Bandung. Namun beberapa kasus juga terdapat varian lama seperti Omicron dan Delta.

"Dominan iya, karena dari 9 persen orang yang dirawat di RS itu rata-rata gejalanya sangat ringan dan ICU tinggal sekitar 9 orang. Mungkin saja varian delta, varian omicron yang awal mungkin ada, jadi kalau dilihat dari data yang dirawat sampai di ICU itu sangat rendah dan kelihatannya varian baru," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Mahkota Tabrak Lari di Cianjur Sebut Dengar Suara 'Bruk' Saat Berada Dalam Mobil Audi A6

Saksi Mahkota Tabrak Lari di Cianjur Sebut Dengar Suara "Bruk" Saat Berada Dalam Mobil Audi A6

Bandung
Ikuti Puncak Perayaan Imlek, Ketua MUI Tasikmalaya: Teringat Guru Saya Gus Dur...

Ikuti Puncak Perayaan Imlek, Ketua MUI Tasikmalaya: Teringat Guru Saya Gus Dur...

Bandung
Menilik Alasan Polisi Tetapkan Sopir Audi A6 Jadi Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur

Menilik Alasan Polisi Tetapkan Sopir Audi A6 Jadi Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur

Bandung
Sopir Audi A6 Tersangka Kasus Tabrak Lari di Cianjur Masih Diperiksa Polisi, Belum Ditahan

Sopir Audi A6 Tersangka Kasus Tabrak Lari di Cianjur Masih Diperiksa Polisi, Belum Ditahan

Bandung
Ajak Kaesang Gabung PDIP, Hasto: Satu Keluarga Tidak Boleh Masuk Partai Berbeda

Ajak Kaesang Gabung PDIP, Hasto: Satu Keluarga Tidak Boleh Masuk Partai Berbeda

Bandung
Mengenal Stasiun Prujakan Cirebon, Titik Pengiriman Rempah dan Gula Masa Hindia Belanda

Mengenal Stasiun Prujakan Cirebon, Titik Pengiriman Rempah dan Gula Masa Hindia Belanda

Bandung
Bikin Macet, 'Sunmori' di Lembang Dibubarkan Polisi

Bikin Macet, "Sunmori" di Lembang Dibubarkan Polisi

Bandung
Berawal dari Evakuasi Ular, Rinto Punya Hobi Ekstrem Budidaya Ular King Kobra

Berawal dari Evakuasi Ular, Rinto Punya Hobi Ekstrem Budidaya Ular King Kobra

Bandung
Sopir Audi A6 Jadi Tersangka Tabrak Lari Selvi Amelia, Alasan Polisi dan Sederet Kejanggalan

Sopir Audi A6 Jadi Tersangka Tabrak Lari Selvi Amelia, Alasan Polisi dan Sederet Kejanggalan

Bandung
Update Kasus Tabrak Lari di Cianjur, Sopir Audi A6 Ditetapkan Sebagai Tersangka, Belum Pernah Dipanggil dan Diperiksa

Update Kasus Tabrak Lari di Cianjur, Sopir Audi A6 Ditetapkan Sebagai Tersangka, Belum Pernah Dipanggil dan Diperiksa

Bandung
Dijadikan Tersangka Penabrak Selvi Amalia dan Masuk DPO, Sopir Audi A6 Datangi Polres Cianjur

Dijadikan Tersangka Penabrak Selvi Amalia dan Masuk DPO, Sopir Audi A6 Datangi Polres Cianjur

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 29 Januari 2023: Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 29 Januari 2023: Berawan hingga Hujan Ringan

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 29 Januari 2023: Pagi dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 29 Januari 2023: Pagi dan Malam Hujan Ringan

Bandung
Sopir Audi A6 Ditetapkan sebagai Tersangka Tabrak Lari Mahasiswa Cianjur

Sopir Audi A6 Ditetapkan sebagai Tersangka Tabrak Lari Mahasiswa Cianjur

Bandung
Dituduh Tabrak Lari Selvi, Sopir Audi A8 Masih Berstatus Saksi, Polisi: Akan Diamankan dan Diperiksa

Dituduh Tabrak Lari Selvi, Sopir Audi A8 Masih Berstatus Saksi, Polisi: Akan Diamankan dan Diperiksa

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.