Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocah di Ciamis Diduga Meninggal karena "Handphone" Meledak, Ada Luka Bakar di Dada

Kompas.com - 04/08/2022, 11:40 WIB
Candra Nugraha,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

CIAMIS, KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki, Ikmal (9), ditemukan meninggal dunia di rumahnya Dusun Bojongjaya, Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022) siang.

Korban diduga meninggal karena handphone yang dipakainya meledak.

"Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB. Korban baru pulang sekolah," kata Kepala Desa Kiarapayung, Dedi, saat ditemui di rumah duka, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Pabrik Tahu di Asahan Sumut Meledak, Kuatnya Guncangan Sempat Dikira Gempa

Saat korban tiba di rumah usai pulang sekolah, ibu korban, Rina, menawarinya makan. Rina kemudian keluar rumah untuk membeli makanan untuk korban.

"Ibunya pergi untuk mencari lauk makan," kata Dedi.

Dia menduga, korban langsung main dengan handphone begitu ibunya pergi. Ponsel itu digunakan sembari di-charge.

"Saat ibu korban pulang, korban ditemukan meninggal dunia. Posisinya tertelungkup," kata Dedi.

Menurut Dedi, ibu korban pergi mencari makanan sekitar setengah jam. Saat itu, di dalam rumah hanya ada korban dan adiknya yang berusia dua tahun.

"Adiknya sedang tidur, sehingga tidak ada yang melihat kejadian," jelas Dedi.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Bogor Diduga karena Charger Handphone, Seorang Nenek Tewas Tak Bisa Selamatkan Diri

Dia menduga, korban ketiduran saat memainkan handphone. Sementara posisi handphone ada di dada korban.

Dugaan ponsel meledak karena di dada korban ada luka bakar. Luka lainnya ada di leher sebelah kanan.

"Luka di dada seukuran hape," kata Dedi yang turut langsung memandikan dan memulasarakan jenazah korban.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PAN Siapkan Bima Arya dan Desy Ratnasari Maju di Pilkada Jabar 2024

PAN Siapkan Bima Arya dan Desy Ratnasari Maju di Pilkada Jabar 2024

Bandung
Jelang Pilkada Sumedang dan Jabar, Nasdem Desak DPW Bentuk Kepengurusan Baru di Kabupaten

Jelang Pilkada Sumedang dan Jabar, Nasdem Desak DPW Bentuk Kepengurusan Baru di Kabupaten

Bandung
684 Sapi di Ciamis Tidak Layak Dikurbankan, Disnakkan Ungkap Alasannya

684 Sapi di Ciamis Tidak Layak Dikurbankan, Disnakkan Ungkap Alasannya

Bandung
Warga Ceritakan Detik-detik Ledakan Bogor: Terdengar 2 Kali, Lumayan Kencang

Warga Ceritakan Detik-detik Ledakan Bogor: Terdengar 2 Kali, Lumayan Kencang

Bandung
Kendaraan Menuju Puncak Mulai Ramai, One Way Diterapkan

Kendaraan Menuju Puncak Mulai Ramai, One Way Diterapkan

Bandung
Guru Honorer di Garut Unjuk Rasa Soal P3K, Ketua DPRD: Silakan Nangis yang Bagus

Guru Honorer di Garut Unjuk Rasa Soal P3K, Ketua DPRD: Silakan Nangis yang Bagus

Bandung
Ledakan di Bogor Lukai Pemilik Rumah, Korban Diamputasi

Ledakan di Bogor Lukai Pemilik Rumah, Korban Diamputasi

Bandung
Iming-imingi Uang dan Jajan, Mantan Pegawai BUMN di Sukabumi Cabuli 3 Anak

Iming-imingi Uang dan Jajan, Mantan Pegawai BUMN di Sukabumi Cabuli 3 Anak

Bandung
Stok Hewan Kurban di Cianjur Surplus, Kondisi Kesehatan jadi Sorotan

Stok Hewan Kurban di Cianjur Surplus, Kondisi Kesehatan jadi Sorotan

Bandung
Kronologi Ledakan di Bogor yang Diselidiki Densus 88, Terdengar Dentuman hingga Bikin Korban Diamputasi

Kronologi Ledakan di Bogor yang Diselidiki Densus 88, Terdengar Dentuman hingga Bikin Korban Diamputasi

Bandung
Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Diimunisasi, Ini Kata Dinas Kesehatan

Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Diimunisasi, Ini Kata Dinas Kesehatan

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Bandung
Catat, Berikut Rekayasa Lalin di Puncak Bogor Selama Libur Panjang Idul Adha 2024

Catat, Berikut Rekayasa Lalin di Puncak Bogor Selama Libur Panjang Idul Adha 2024

Bandung
'Jadi Juara', 25 Persen Transaksi QRIS Nasional Terjadi di Jabar

"Jadi Juara", 25 Persen Transaksi QRIS Nasional Terjadi di Jabar

Bandung
Tak Ada Investor Sanggup Penuhi Syarat, Proyek Tol Getaci Ditender Ulang

Tak Ada Investor Sanggup Penuhi Syarat, Proyek Tol Getaci Ditender Ulang

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com