Bikin Ricuh Saat Demo PPKM, 150 Demonstran Ditangkap, Ada yang Bawa Bom Molotov

Kompas.com - 21/07/2021, 20:19 WIB
Pintu Gerbang Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (21/7/2021), dipenuhi oleh aksi demonstrasi dari sejumlah orang dari berbagai kelompok KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAPintu Gerbang Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (21/7/2021), dipenuhi oleh aksi demonstrasi dari sejumlah orang dari berbagai kelompok

KOMPAS.com - Sebanyak 150 orang pengunjuk rasa di Balai Kota Bandung, Jabar, ditangkap karena dianggap membuat kericuhan.

Massa berunjuk rasa terkait nasib mereka selama pemberlakukan aturan PPKM.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, 150 demonstran diamankan karena merupakan oknum yang diduga turut mengganggu ketertiban masyarakat dengan memblokade jalan raya.

Baca juga: Viral, Video Ratusan Driver Ojol Konvoi Penuhi Jalanan Kota Bandung Sambil Teriak Buka Buka

"Di perempatan Jalan Sulanjana mereka melakukan penutupan jalan dengan melakukan orasi, sehingga menjadi kemacetan panjang," kata Ulung di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Saya Turun ke Jalan karena Psikologis Warga Sedang Marah, Lemah, Pasrah, dan Butuh Pemimpin

Ulung menjelaskan, awalnya massa melakukan aksi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana. Massa aksi itu terdiri dari driver ojek online dan mahasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun saat aksi berlangsung, ada kelompok lainnya yang juga turut bergabung. Ulung menduga kelompok yang bergabung itu bermaksud untuk menimbulkan gesekan atau gangguan keamanan.

Setelah itu, kelompok tersebut bergerak menuju arah Gedung Sate dengan melalui Jalan Ir H Djuanda hingga ke Simpang Sulanjana-Diponegoro.

Di titik itu massa melakukan penutupan jalan hingga sebabkan kemacetan. Sebelumnya, Ulung menyebut massa juga melakukan perusakan tanaman di pinggir jalan.

"Kita juga membubarkan mereka karena mereka tidak mematuhi protokol kesehatan dan tidak memakai masker," kata Ulung.

Ulung mengatakan, seratusan orang yang diamankan terdiri dari pemuda mulai dari mahasiswa, siswa SMA, siswa SMP, dan pemuda yang putus sekolah.

Polisi juga saat ini masih menyelidiki provokator kerusuhan.

"Akan kita lakukan penyelidikan siapa pembuat ajakan di medsos itu," ucap dia.

Bawa bom molotov

Saat penangkapan 150 demonstran, pihak kepolisian menemukan ada lima pengunjuk rasa yang membawa bom molotov.

Ulung bersyukur karena botol bom itu belum sempat dinyalakan dan dilemparkan.

"Belum sempat (meledak), jadi sudah keduluan kita tangkap," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, massa dari driver ojol dan warga yang berasal dari mahasiswa, pedagang kaki lima, dan masyarakat umum berunjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Rabu siang.

Pengunjuk rasa di balai kota sebagian besar masih remaja dan menggunakan pakaian hitam.

Alif Nugraha, koordinator massa ojol kepada Kompas.com mengatakan, dalam aksi tersebut, driver ojol hanya mengawal kesepakatan yang telah dibuat antara perwakilan ojol dan Pemerintah Kota Bandung, serta pihak kepolisian terkait relaksasi ekonomi dan kemudahan akses kepada pengemudi ojol beberapa waktu lalu.

"Aspirasi kita kemarin sudah diterima wali kota, gubernur, dan kapolrestabes. Selama PPKM rumah makan boleh buka sampai pukul 21.00 malam. Take away boleh sampai jam berapa pun. Dan untuk penyekatan terutama untuk ojol minta izin Satpol PP, dishub, dan aparat yang ada di penyekatan," tutur Alif.

Sementara itu, pedagang Bandung Elektronik Center (BEC) Putra perwakilan massa kelompok berbaju hitam dalam orasinya mengatakan, sejak PPKM Darurat, mereka menjadi tidak memiliki penghasilan.

Hal ini karena tempat yang menjadi ruang usahanya ditutup karena tidak masuk dalam sektor esensial dan dan kritis yang diizinkan buka.

Para pedagang minta solusi ke pemerintah untuk nasib mereka.

"Saya Mewakili pedagang BEC, menyatakan PPKM tidak efektif dan merugikan," ujarnya.

"Ada aturan ada solusi, anak istri harus makan," kata Putra menambahkan.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Bandung
Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Bandung
Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Bandung
Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Bandung
“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja'

“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja"

Bandung
Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Bandung
Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Bandung
Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Bandung
Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Bandung
Diduga Termakan Usia, Perbaikan Pecahnya Pipa PDAM Kota Bandung Perlu 3 Hari

Diduga Termakan Usia, Perbaikan Pecahnya Pipa PDAM Kota Bandung Perlu 3 Hari

Bandung
Soal Pelanggaran Tayangan Lesti Kejora-Rizky Billar, KPID: Jangan sampai Kita Disebut Tak Beradab

Soal Pelanggaran Tayangan Lesti Kejora-Rizky Billar, KPID: Jangan sampai Kita Disebut Tak Beradab

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.