Empat Pasien Covid-19 Meninggal di RSHS Bandung, 1 di Antaranya Probable Omicron

Kompas.com - 16/02/2022, 17:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Selama bulan Januari hingga Februari 2022, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat ada empat orang pasien Covid-19 meninggal dunia, satu di antaranya pasien Covid-19 varian omicron.

"Di kami bulan Januari ada pasien Covid-19 meninggal dua orang, dan di bulan Februari pun demikian dua orang. Ini salah satunya pasien probable omicron," ucap Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS dr. Yana Akhmad Supriatna melalui keterangannya, Rabu (16/2/2022).

Baca juga: Ratusan Dokter dan Perawat Terpapar Covid, RSHS Bandung Sebut Pelayanan Masih Berjalan Baik

Seperti diketahui, RSHS Bandung saat ini tengah merawat 67 pasien yang terdiri dari 35 pasien terkonfirmasi Covid -19 dan 32 pasien suspect Covid-19.

Dari sejumlah pasien Covid-19 yang dirawat ini, sebanyak 13 pasien probable varian Omicron yang terdiri dari 4 pasien lanjut usia (lansia) dan 9 pasien dewasa.

Varian Omicron ini terdeteksi setelah pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan lanjutan secara internal dari polymerase chain reaction (PCR) pasien terkonfirmasi covid-19.

Yana menuturkan bahwa lonjakan sempat terjadi pada saat varian delta beberapa waktu lalu, pada varian ini penularannya cukup cepat, angka kesakitan dan kematiannya pun tinggi.

"Berpengalaman dengan itu (varian delta), dengan omicron ini, betul di masyarakat penularan sangat cepat, tingkat perawatannya memang meningkat, tapi tingkat kesakitan dan kematian cukup rendah," ujar Yana.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kesehatan di RSHS Bandung Terpapar Covid-19, Langsung Isolasi Mandiri

Dengan adanya pasien Covid-19 yang meninggal pada bulan Januari - Februari ini, diharapkan menjadi perhatian masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi, salah satu pasien yang meninggal itu pasien probable Omicron.

"Ini pun harus jadi perhatian, meskipun omicron ini tingkat mobiditas maupun tingkat kematiannya rendah tetap kita harus waspada," ucapnya.

Yana juga mengungkapkan bahwa pasien yang meninggal karena Covid-19 ini diketahui belum mendapatkan vaksin dan belum lengkap di vaksin.

"Pada umumnya dari dua kematian yang ada di kami itu adalah satu belum divaksinasi dan satu lagi sudah di vaksinasi belum lengkap, dan meninggal itu terkait dengan keburukan dari komorbidnya," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Garut Magnitudo 6,1, Plafon Rumah Lansia di Kota Tasikmalaya Ambruk

Gempa Garut Magnitudo 6,1, Plafon Rumah Lansia di Kota Tasikmalaya Ambruk

Bandung
Beredar Video Kerusakan Parah akibat Gempa Garut, Bupati: Jangan Termakan Informasi Hoaks

Beredar Video Kerusakan Parah akibat Gempa Garut, Bupati: Jangan Termakan Informasi Hoaks

Bandung
Gempa Magnitudo 6,1 Garut, 2 Rumah Warga di Cianjur Dilaporkan Rusak

Gempa Magnitudo 6,1 Garut, 2 Rumah Warga di Cianjur Dilaporkan Rusak

Bandung
Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Dinding SD di Garut Ini Ambruk

Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Dinding SD di Garut Ini Ambruk

Bandung
Oknum Polisi Cirebon Kota Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap

Oknum Polisi Cirebon Kota Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap

Bandung
3 Jenazah Tertimbun Ditemukan, Korban Gempa Cianjur Capai 334 Jiwa

3 Jenazah Tertimbun Ditemukan, Korban Gempa Cianjur Capai 334 Jiwa

Bandung
Gempa Garut Terasa hingga Cianjur, Genting Rumah Warga di Desa Kadupandak Berjatuhan

Gempa Garut Terasa hingga Cianjur, Genting Rumah Warga di Desa Kadupandak Berjatuhan

Bandung
Gempa Garut, 1 Warga Luka Ringan

Gempa Garut, 1 Warga Luka Ringan

Bandung
Gempa Cianjur, 5 Orang di Kafe Arseven Masih Tertimbun Longsor di Samping Warung Sate

Gempa Cianjur, 5 Orang di Kafe Arseven Masih Tertimbun Longsor di Samping Warung Sate

Bandung
Getaran Gempa Garut Terasa hingga Kabupaten Bandung, Warga: Guncangannya Lumayan Besar

Getaran Gempa Garut Terasa hingga Kabupaten Bandung, Warga: Guncangannya Lumayan Besar

Bandung
Gempa Darat Magnitudo 6,4 Guncang Garut, Warga: Serasa Diayun

Gempa Darat Magnitudo 6,4 Guncang Garut, Warga: Serasa Diayun

Bandung
Gempa Magnitudo 6,4 Garut Terasa hingga Kaki Gunung Gede Pangrango Lereng Selatan di Sukabumi

Gempa Magnitudo 6,4 Garut Terasa hingga Kaki Gunung Gede Pangrango Lereng Selatan di Sukabumi

Bandung
Gempa Garut Guncang Pangandaran, Warga: Gempanya Kayak Mau Tsunami Dulu Tahun 2006

Gempa Garut Guncang Pangandaran, Warga: Gempanya Kayak Mau Tsunami Dulu Tahun 2006

Bandung
Gempa Magnitudo 6.4 Guncang Wilayah Garut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6.4 Guncang Wilayah Garut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Bandung
Gempa Magnitudo 6,4 di Garut Terasa hingga Tasikmalaya, Warga Berhamburan Keluar

Gempa Magnitudo 6,4 di Garut Terasa hingga Tasikmalaya, Warga Berhamburan Keluar

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.