Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Ridwan Kamil Jadi Tempat Curhat Para Wakil Kepala Daerah...

Kompas.com - 19/02/2022, 10:47 WIB
Dendi Ramdhani,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi sasaran curahan hati (curhat) para wakil kepala daerah. Pertemuan itu berlangsung di Gedung Pakuan, Jumat (18/2/2022) malam.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Emil itu sempat memberikan materi dalam workshop Forum Wakil Kepala Daerah (Forwakada) di Hotel Aryaduta, Kota Bandung.

Ketua Umum Forwakada Robby Nahliyansyah mengatakan, dalam pertemuan itu ia sempat bercerita tentang persoalan posisi wakil kepala daerah yang masih dianggap sebelah mata.

Baca juga: Nasdem Amati Anies Baswedan dan Ridwan Kamil untuk Pilpres 2024

Hubungan renggang antara kepala daerah dan wakilnya, kata Robby, banyak terjadi di Indonesia.

"Kita bicara lebih dalam lagi bagaimana seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke membahas ketidakharmonisan (antara kepala daerah dan wakil) yang sangat dirasakan mulai dari yang viral dan lainnya," kata wakil bupati Tanjung Jabung Timur itu.

Umumnya, kata Robby, kurang terlihatnya peran wakil kepala daerah dipicu masalah kewenangan dan pembagian tugas kerja yang tidak ideal. Menurut Robby, kondisi itu sangat berdampak pada laju pembangunan daerah.

"Ya pastinya kaitan dengan kewenangan. Kita ini kan dipilih berpasangan. Tapi pada praktiknya ini tidak dilakukan. Tugasnya habis dibagi oleh Sekda dan yang lain," ucapnya.

Karena itu, ia berharap Ridwan Kamil bisa membawa isu itu ke level strategis agar tidak ada lagi kesenjangan peran kepala daerah dan wakilnya.

"Nah kita berharap Presiden ke depan harus sudah bisa memikirkan ini. Jangan sampai cita-cita membangun daerahnya kandas karena tidak dipikirkan oleh calon pemimpin ke depan. Harapan itu kami titipkan kepada Kang Emil," paparnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Anies-Ridwan Kamil Berpeluang Besar Berkolaborasi Maju Pilpres 2024

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil menilai kesenjangan peran kepala daerah dan wakilnya jadi fenomena umum. Bahkan, ia menyebut kondisi itu terjadi di Jawa Barat.

"Dalam perbincangan informal mengemuka bahwa ada permasalahan fundamental di daerah dimana peran wakil kepal daerah kurang terposisikan secara formal dalam peraturan perundang-undangan karena tidak ada sebuah regulasi yang menampung aspirasinya maka banyak sekali terjadi dinamika," ucap Emil, sapaan akrabnya.

"Orang nomor satu menganggap tidak perlu, orang nomor dua merasa tidak diberi pekerjaan dan lainnya. Ini bisa dimonitor di Jabar juga terjadi dan fenomena se-Indonesia," paparnya.

Emil yang pernah menjabat sebagai wali kota paham betul kondisi tersebut. Ia pun akan mencoba membawa isu ini ke pemerintah pusat.

Baca juga: Menakar Kans Duet Anies Baswedan-Ridwan Kamil di Pilpres, Elektabilitas Tinggi tapi Tak Punya Partai

"Sehingga mereka berharap saya yang dua kali menjadi kepala daerah dan punya hubungan baik dengan wakilnya itu menjembatani komunikasi ini kepada pemerintah pusat selaku pengambil keputusan agar masalah ini tidak terulang dengan perbaikan regulasi," tutur Emil.

Menurut Emil, kondisi tak bisa diaanggap remeh karena sangat berdampak pada pembangunan daerah.

"Di ratusan daerah terjadi dan itu tidak bisa dibiarkan karena ada ketidakadilan yang terpendam yang mengakibatkan pembangunan tak optimal, saling curiga, saling berebut fasilitas dan lainnya," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rumah Ibu Waterboom di Bojonggede: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Rumah Ibu Waterboom di Bojonggede: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Bandung
Incar Susi Pudjiastuti untuk Pilkada Jabar, Ono Surono: Minggu Depan Beliau Datang

Incar Susi Pudjiastuti untuk Pilkada Jabar, Ono Surono: Minggu Depan Beliau Datang

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Umuh Muchtar Sebut Suara Sebelum Azan di Masjid Agung Sumedang Rentan Dipolitisasi

Umuh Muchtar Sebut Suara Sebelum Azan di Masjid Agung Sumedang Rentan Dipolitisasi

Bandung
Tahun 2027, 148 Ruas Jalan di Kota Bandung Bebas Kabel Udara

Tahun 2027, 148 Ruas Jalan di Kota Bandung Bebas Kabel Udara

Bandung
Uang Tabungan Siswa 30 Sekolah di Indramayu Macet, Totalnya Kini Rp 6 Miliar

Uang Tabungan Siswa 30 Sekolah di Indramayu Macet, Totalnya Kini Rp 6 Miliar

Bandung
RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

Bandung
PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

Bandung
Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Bandung
Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Bandung
Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Bandung
Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Bandung
Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Bandung
Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Bandung
ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com