Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kawasan Industri Padalarang Bandung Barat Semburkan Limbah Pabrik, DLH Siapkan Sanksi

Kompas.com - 26/04/2022, 12:06 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Limbah berbusa dan berbau menyengat menyembur dari balik pipa bawah tanah.

Limbah tersebut diketahui berasal dari sebuah pabrik di belakang kawasan industri di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Semburan limbah busa itu terpantau terjadi di Kampung Cibingbin, RW 04, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, KBB.

Baca juga: Buang Limbah ke Sungai hingga Air Jadi Merah, Pengusaha Sablon di Denpasar Didenda Rp 2,5 Juta

 

Limbah tersebut kemudian mengalir mencemari lahan pertanian warga dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang berada tepat di belakang pabrik.

Hasil dari kajian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pabrik. Pasalnya, tingkat keasaman atau Ph dan suhu air limbah melebihi ambang batas normal. 

"Memang pabrik itu ada dugaan pelanggaran, yang memutuskan sanksi administratifnya dari Kementerian Lingkungan Hidup karena itu Perusahaan Modal Asing (PMA)," ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan, DLH KBB, Idad Saadudin, Selasa (26/4/2022).

DLH sudah melakukan pengambilan sampel air limbah dan menguji di laboratorium.

Hasilnya, Ph yang keluar dari outpal pabrik melebihi ambang batas normal, yakni Ph mencapai 14 dan suhunya 40 derajat.

Baca juga: Cerita Warga Ciwalengke Bandung Saring Air Selokan Tercemar Limbah untuk Sehari-hari

Jumlah ini melebihi ambang batas normal pH air limbah yakni 7-9. Air dengan pH di bawah 6 akan bersifat asam dan berbahaya bagi lingkungan sekitar.

Begitupun air limbah dengan pH di atas 9 akan bersifat basa yang juga akan berdampak buruk bagi makhluk hidup sekitar.

"Pelanggarannya salah satu itu (Ph melebihi ambang batas), selain itu ada hal terkait dokumen dan perizinan, intinya memang ada dugaan pelanggaran," sebut Idad.

Sebelumnya, limbah cair dengan busa putih tebal menyembur dari balik pipa di bawah tanah. Limbah yang langsung mengalir ke aliran sungai Citarum itu berbau menyengat dengan suhu panas.

Rosadi (35), warga sekitar mengaku geram atas ulah industri yang seenaknya membuang limbah berbahaya ke lingkungannya.

Menurut dia, limbah berbusa putih itu menyembur hampir setiap pagi sejak beberapa beberapa waktu lalu.

"Di sini banyak warga yang menjadi penjala ikan serta sumber air bagi pertanian. Tapi, bisa kita lihat di sini limbahnya menyembur dan dibuang langsung ke Sungai Citarum," kata Rosadi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Bandung
Tol Japek Padat, 'Contraflow' hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Tol Japek Padat, "Contraflow" hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Bandung
Tol Padaleunyi Padat, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Rest Area KM 125

Tol Padaleunyi Padat, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Rest Area KM 125

Bandung
Viral Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey Machmudin: Momentum Berantas Pungli

Viral Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey Machmudin: Momentum Berantas Pungli

Bandung
Menghilang Saat Lebaran, Kakek di Bogor Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Menghilang Saat Lebaran, Kakek di Bogor Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Bandung
Kawasan Pantai Anyer Padat, Polisi Terapkan Buka Tutup GT Cilegon Timur dan Barat

Kawasan Pantai Anyer Padat, Polisi Terapkan Buka Tutup GT Cilegon Timur dan Barat

Bandung
Antrean Kendaraan Arus Balik Terjadi di Gentong Tasikmalaya, Jalur Alternatif Singaparna Difungsikan

Antrean Kendaraan Arus Balik Terjadi di Gentong Tasikmalaya, Jalur Alternatif Singaparna Difungsikan

Bandung
Arus Balik Mudik 2024: Pemudik Tempuh Ciamis-Nagreg Selama 7 Jam

Arus Balik Mudik 2024: Pemudik Tempuh Ciamis-Nagreg Selama 7 Jam

Bandung
Kronologi Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaragatah, Pangandaran

Kronologi Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaragatah, Pangandaran

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Bandung
'One Way' Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

"One Way" Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

Bandung
Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Bandung
Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Bandung
Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com