Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Wacana Depok Gabung Jakarta, Ridwan Kamil: Yang Namanya Celetukan Boleh-boleh Saja...

Kompas.com - 19/07/2022, 19:05 WIB
Dendi Ramdhani,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons pernyataan Wali Kota Depok Mohammad Idris yang menginginkan Depok menjadi bagian dari DKI Jakarta.

"Yang namanya celetukan mah boleh-boleh saja. Semua ini kan adalah kesepakatan sejarah dan kesepakatan politik. Dulu, Banten bagian Jabar, sekarang tidak. Ya, sesuai sejarahnya saja," ujar Emil, sapaan akrabnya di Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Wagub Jabar Tegur Wali Kota Depok: Tolong, Pak, Jangan Buat Gaduh, Jabar Tak Mau Lepas Bodebek ke Daerah Lain

Namun, kata Emil, proses pemindahan daerah bukan perkara sederhana.

Baca juga: Wacana Depok Gabung ke Jakarta: Pernah Diinisiasi Bang Ali, berujung Sindiran Gubernur Solihin

 

Dia mencontohkan pemekaran daerah Jakarta yang dahulu adalah bagian Jabar, kemudian tahun 1950-an berpisah.

"Jadi, setiap hal tersebut bisa dimaklumi, tapi proses menuju saja kan panjang kali lebar kali tinggi, masih jauh. Yang penting mah jangan dikit-dikit mencari solusi yang terlalu jauh. Selesaikan permasalahan di wilayah masing-masing secara maksimal," tuturnya.

Untuk itu, Emil meminta agar Wali Kota Depok lebih fokus memikirkan daerahnya sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

"Selesaikan persoalan di wilayah supaya rakyat bisa merasakan bahwa solusinya ada di pemimpin daerah masing-masing, tidak mengandalkan daerah lain," jelas Emil. 

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Depok Mohammad Idris kembali menggaungkan wacana Depok bergabung menjadi bagian dari Provinsi DKI Jakarta.

Melalui rilis videonya, Idris mengatakan, ide penggabungan kota-kota penyangga DKI Jakarta ini sudah lama adanya.

Bahkan, kata dia, ide tersebut sudah muncul sejak zaman Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

“Sebenarnya ide penggabungan kota-kota penyangga dari Ibu Kota Jakarta ini kan sudah lama, sudah dari zaman Gubernur Sutiyoso. Bahkan dulu mempunyai ide gagasan dulu kalau enggak salah namanya megapolitan,” ujar Idris, Kamis (14/7/2022).

Menurut Idris, mulanya mantan Sutiyoso yang menyebutkan gagasan penggabungan daerah penyangga sebagai efesiensi pembangunan menjadi megapolitan.

Kemudian, kata dia, pakar otonomi daerah Ryaas Rasyid menyebutkan bahwa euforia otonomi daerah jangan sampai merugikan negara.

Berdasarkan hal tersebut, Idris berpikir untuk kembali mengembangkan gagasan terdahulu soal penggabungan daerah penyangga, yakni menjadi Jakarta Raya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com