Puluhan Kucing di Tasikmalaya Dibunuh dengan Sadis, Organ Dalam Diambil Termasuk yang Hamil

Kompas.com - 03/10/2022, 07:58 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Komunitas Tasikmalaya Peduli Kucing melapor ke Kepolisian terkait puluhan kucing yang dibunuh secara sadis di dua lokasi, yakni Pasar Cikurubuk dan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022).

Puluhan kucing itu dibantai dan organ dalamnya diambil. Beberapa kucing yang hamil juga dibunuh.

Baca juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Kucing, Apa Saja?

Komunitas ini menemukan delapan ekor kucing mati mengenaskan di Pasar Cikurubuk dan 13 ekor kucing dibantai dengan senjata tajam dengan cara sama di Pasar Indihiang dua hari lalu.

Baca juga: Video Viral Sejumlah Kucing Mati di Tempat Penampungan, Polisi di Pekanbaru Buru Pelaku

"Ini tindakan penyiksaan terhadap kucing. Dua kucing di Pasar Cikurubuk yang selamat sudah kami amankan, tapi ada delapan ekor mati dengan tiga ekor di antaranya yang jantan. Terus ada satu ekor kucing lainnya yang hamil di belah badannya pakai senjata tajam untuk diambil bayinya dan plasentanya, mati semuanya. Terus pembantaian sama di Pasar Indihiang 13 kucing, jumlah 21 kucing," jelas Ketua Tasikmalaya Pedulu Kucing, Rellys Irel, didampingi dokter hewan Zainal Muttaqin di Mapolresta Tasikmalaya, Senin (3/10/2022).

Rellys menduga pelaku di dua tempat tersebut orang yang sama dan meminta Kepolisian mengusut kasus ini.

"Kita belum mengetahui motifnya apa, makanya ini sudah keterlaluan, sudah sadis banget. Kami akhirnya lapor ke Polresta Tasikmalaya. Pelakunya sepertinya sama karena jam eksekusinya sama di Cikurubuk jam tiga subuh. Di Pasar Indihiang juga jam tiga subuh. Diperkirakannya seperti itu sesuai fakta di lapangan," kata dia.

Komunitas sempat menanyakan kepada para pedagang di dekat lokasi kejadian. Namun, tak ada satu pun pedagang yang mengetahui pelakunya.

"Hasil penggalian informasi kita ke mereka (para pedagang), enggak tahu siapa pelakunya. Mereka sibuk dengan dagangannya sendiri. Sebelum lapor polisi pun, kami sempat membuat sayembara untuk menunjukkan pelakunya dan diberi imbalan Rp 500.000," ujar dia. 

Sementara itu, Kepala Unit Satreskrim Polresta Tasikmalaya, Iptu Ruhana Effendi membenarkan adanya laporan dari Tasikmalaya Peduli Kucing.

"Iya, sedang diselidiki," ujar dia singkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Rambut Merah Dalam Mobil di Subang, Korban Dibunuh Suami karena Kerja di Tempat Hiburan Malam

Mayat Rambut Merah Dalam Mobil di Subang, Korban Dibunuh Suami karena Kerja di Tempat Hiburan Malam

Bandung
Terungkap Motif Pembunuhan Wanita di Subang, Dihabisi Suami, Jasad Ditemukan Terbakar di Mobil

Terungkap Motif Pembunuhan Wanita di Subang, Dihabisi Suami, Jasad Ditemukan Terbakar di Mobil

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 10 Desember 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 10 Desember 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Lebat

Bandung
Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung Akan Diambil Keluarganya

Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung Akan Diambil Keluarganya

Bandung
Polisi Gerebek Gudang Miras Ilegal di Rancaekek Kabupaten Bandung

Polisi Gerebek Gudang Miras Ilegal di Rancaekek Kabupaten Bandung

Bandung
Karangan Bunga Dukungan Penuhi Halaman Polsek Astanaanyar Bandung

Karangan Bunga Dukungan Penuhi Halaman Polsek Astanaanyar Bandung

Bandung
Dilarang Masuk Kereta karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Rusak Loket Stasiun di Sukabumi

Dilarang Masuk Kereta karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Rusak Loket Stasiun di Sukabumi

Bandung
Setelah Upaya Relokasi Ricuh, Pedagang Pasar Rengasdengklok Kembali Diajak Musyawarah

Setelah Upaya Relokasi Ricuh, Pedagang Pasar Rengasdengklok Kembali Diajak Musyawarah

Bandung
Imbas Banjir Bandang Kertasari Kabupaten Bandung, Rumah Warga Terkena Longsor

Imbas Banjir Bandang Kertasari Kabupaten Bandung, Rumah Warga Terkena Longsor

Bandung
Salah Paham soal Uang Kembalian, 2 Pria Bakar Bengkel di Karawang

Salah Paham soal Uang Kembalian, 2 Pria Bakar Bengkel di Karawang

Bandung
Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Sempat Ditolak Keluarga karena Dianggap Teroris

Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Sempat Ditolak Keluarga karena Dianggap Teroris

Bandung
Kondisi Terkini 2 Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Bandung, Terluka di Kaki dan Tangan

Kondisi Terkini 2 Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Bandung, Terluka di Kaki dan Tangan

Bandung
Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Gunakan Bom Panci Rakitan Berisi Proyektil Paku, Ada Dugaan Motif Kebencian

Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Gunakan Bom Panci Rakitan Berisi Proyektil Paku, Ada Dugaan Motif Kebencian

Bandung
BMKG Pastikan Gempa Cianjur Bukan Disebabkan Sesar Cimandiri, tapi Patahan Cugenang

BMKG Pastikan Gempa Cianjur Bukan Disebabkan Sesar Cimandiri, tapi Patahan Cugenang

Bandung
Kelola Anggaran Rp 70 Triliun, Status dan Kompetensi Perangkat Desa Disorot

Kelola Anggaran Rp 70 Triliun, Status dan Kompetensi Perangkat Desa Disorot

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.