BANDUNG, KOMPAS.com - Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Pamandian, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung Jawa Barat ambruk karena longsor dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Longsor disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya pada Senin (14/11/2022) sejak pukul 12.00 WIB siang hingga malam hari.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Pahala Tua membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, longsor tersebut terjadi pukul 19.00 WIB.
"Iya betul, ada kejadian (longsor) di Sugihmukti, yang longsor itu TPT," katanya melalui pesan singkat, Selasa (15/11/2022).
Baca juga: Jembatan Pekon Lay Amblas, Arus Bengkulu-Lampung Sempat Dihentikan
Longsor tersebut, kata dia, mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Ecep Sopian (43).
Saat itu, korban sedang membetulkan pipa saluran air di belakang rumahnya. Tiba-tiba TPT yang tepat berada si belakang rumah korban ambruk begitu saja dan menimpa korban.
Kontur tanah di Kampung Pamandian, sambung dia, memiliki posisi Sengkedan, sehingga antara bangunan satu dam bangunan lainnya serupa anak tangga.
"Jadi di belakang rumahnya ada TPT, saluran airnya di bawah TPT sejajar dengan rumah. Jadi korban lagi benerin saluran air dari sengkedan bangunan yang ada di atasnya. Mungkin konstruksinya nggak kuat, korban langsung tertimpa (runtuhan TPT)," kata Pahala.
Mendengar adanya suara gaduh akibat longsoran, warga sekitar langsur berupaya menyelamatkan korban.
"Korban udah langsung di bawa ke rumah orangtuanya," ungkapnya.
Baca juga: Menko PMK Pastikan Korban Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor Dapat Santunan dari Kemensos
Akibat longsoran tersebut, terdapat kerugian materi berupa satu rumah roboh dan satu buah sepeda motor ikut tertimbun.
Pahala menyebut, hujan lebat baru berhenti pukul 21.00 WIB. Setelah berhenti, seluruh elemen masyarakat langsung turut andil membantu memindahkan material longsor.
"Setelah berhenti semua turun, Pak Kades, Pak Camat, Babinsa, Polsek, Linmas Pasirjambu lagi jaga di lokasi," tuturnya.
Tak hanya itu, sebagian pengurus RT dan RW serta warga di wilayah tersebut langsung melaksanakan ronda hingga tadi.
"Ya langsung siaga, antisipasi hal serupa terjadi," terangnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.