Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Rumah Bambu Orang Sunda yang Tahan Gempa

Kompas.com - 20/01/2023, 14:21 WIB
Reni Susanti

Editor

BANDUNG, KOMPAS.com - Arsitektur bangunan masyarakat Sunda di masa lalu lebih siap menghadapi gempa. Ini memperlihatkan, nenek moyang sunda paham mitigasi gempa.

Pemerhati Budaya Sunda dari Lembaga Adat Karatuan Padjadjaran, Roza Rahmadjasa Mintaredja

“Kita bisa melihat bahwa jaman bihari (zaman dulu) nenek moyang kita sudah paham akan gempa dan sudah memitigasi terhadap gempa itu dengan bangunan-bangunan konstuksi arsitektur yang tahan gempa sampai 9 atau 10 (magnitudo),” kata Roza dalam Keurseus Budaya Sunda dengan materi “Arsitektur Sunda”, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2023 Bahasa Sunda

Roza menjelaskan, bangunan nenek moyang Sunda dulu biasanya berbahan batu, kayu, dan bambu.

Salah satu kelebihan penggunaan bambu adalah memiliki daya lentur. Penggunaan bambu tersebut didasarkan karena nenek moyang sudah mengerti akan mitigasi terhadap bencana gempa.

Sebagai wilayah yang masuk kawasan zona cincin api (ring of fire) dengan jumlah 140 gunung berapi dan pertemuan antara lempeng Sunda dan lempeng Australia, wilayah ini rawan mengalami gempa vulkanik ataupun tektonik.

Baca juga: Skenario ASDP Hadapi Ancaman Cuaca Buruk di Selat Sunda

Roza pun menyayangkan masyarakat sekarang seakan tidak memiliki antisipasi tinggal di cincin api dan rawan terkena bencana gempa.

Padahal, tinggal di zona cincin api, harus ada mitigasi bencana secara serius.

“Gempa-gempa itu mengakibatkan bencana yang tidak bisa kita anggap remeh karena bangunannya yang tidak sesuai dengan antisipasi gempa,” kata Roza.

Untuk itu, dalam membuat bangunan, diharapkan tidak sembarangan dan turut mengantisipasi adanya bencana gempa. Roza pun menilai bahwa bambu adalah bahan untuk masa depan.

“Jangan sembarangan kita membuat rumah itu. Karena rumah bambu itu dianggap rumah kampungan, orang-orang ada yang malu memakai rumah bambu. padahal justru itu yang paling ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap gempa. Jadi gempa itu bisa diantisipasi,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com