Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocah Hilang Terseret Ombak di Pangandaran, Tim SAR Sisir Bibir Pantai Barat

Kompas.com - 02/06/2023, 21:32 WIB
Candra Nugraha,
Michael Hangga Wismabrata

Tim Redaksi

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Tiga anak terseret arus dan tenggelam di Pantai Pamugaran, Blok Kampung Turis, Kabupaten Pangandaran, Jumat (2/6/2023) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Dua orang anak ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban masih dalam pencarian. Data terbaru ini meluruskan berita sebelumnya yang menyebutkan ada empat korban.  

"Tim SAR masih di TKP saat ini," kata Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat malam pukul 20.45 WIB.

Baca juga: Operasi Pengangkatan Rahim Anak 16 Tahun Korban Perkosaan 11 Pria Tidak Jadi Dilakukan

Saat ini tim SAR gabungan sedang menyisir bibir pantai untuk mencari korban tenggelam. Jika besok siang, korban tidak juga ditemukan, pencarian dilakukan dengan perahu ke tengah laut.

"Besok jika sampai Duhur tak ketemu, jam 13.00 WIB akan melakukan pencarian dengan perahu," jelas Sakio.

Baca juga: Kronologi Petugas SPBU Tewas Ditabrak Bus yang Hendak Isi BBM di Ogan Ilir, Korban Terseret 2 Meter

Menurut dia, dua korban yang meninggal dunia ditemukan di bibir pantai pada kedalaman air satu meter. Kedua korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal terseret arus.

"Tadi sore pencarian dibantu kapal pesiar," ujar Sakio.

Saat kejadian, banyak anak-anak yang bermain di sekitar TKP. Mereka, kata Sakio, merupakan warga pribumi.

 

"(Korban) bukan wisatawan," jelasnya.

Sore hari, anak-anak warga setempat biasa bermain di bibir pantai. Mereka terkadang bermain bola, maupun main air di pinggir pantai.

"Mungkin (saat bermain air), korban terbawa arus," kata Sakio.

Untuk data korban meninggal adalah Dani bin Andri (12) dan Dika Pratama (15). Lalu korban yang belum ditemukan bernama Exel Naika Putra (9).

Para korban tercatat warga Blok Japuh Dusun Padasuka, Desa Wonoharjo, Pangandaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Dua Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir saat Berteduh

Dua Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir saat Berteduh

Bandung
Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Bandung
Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan 'Suami'

Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan "Suami"

Bandung
Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Bandung
Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Bandung
Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Bandung
Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Bandung
Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Bandung
Kasus Dugaan 'Bullying' Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Kasus Dugaan "Bullying" Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Bandung
Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Bandung
Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Bandung
7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

Bandung
Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program 'Pasar Amin'

Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program "Pasar Amin"

Bandung
Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Bandung
Mempelai Pria yang Ternyata Wanita Memaksa Dinikahkan di KUA, Tolak Berikan Dokumen Identitas

Mempelai Pria yang Ternyata Wanita Memaksa Dinikahkan di KUA, Tolak Berikan Dokumen Identitas

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com