Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mentan Bangun Klaster Pertanian di Kabupaten Bandung, Apa Istimewanya?

Kompas.com - 07/05/2024, 13:37 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berencana membangun klaster pertanian modern di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Amran meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung untuk menyediakan lahan seluas 5-10 hektar untuk dijadikan klaster tersebut.

Lantas, apa istimewanya konsep ini?

Menurut dia, klaster pertanian modern merupakan sebuah proses menanam padi yang telah dilakukan di negara maju.

Baca juga: Peternak Ayam Ciremai Group Didorong Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

"Nantinya para petani itu menanam menggunakan mesin, panennya juga menggunakan mesin," kata Mentan.

Dia mengungkapkan hal itu saat kunjungan kerja di area persawahan, Bojong Emas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di area persawahan Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (7/5/2024)KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di area persawahan Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (7/5/2024)

Tak hanya itu, Amran pun menginginkan proses penyemaian pupuk menggunakan drone.

Ia menyebutkan, penyemaian pupuk dengan teknologi drone hanya menghabiskan anggaran Rp 12 juta.

"Itu kalau semua sudah pake teknologi bisa menghemat biaya produksi tani secara nasional hingga Rp 20 triliunan," ujar dia.

Baca juga: Suhu Udara Tinggi Bikin Produktivitas Pertanian Turun

Jika klaster pertanian modern ini bisa berjalan, Mentan memastikan para perani milenial bisa turut serta dalam proses pengembangan industri pertanian nasional.

"Jadi mereka itu bonus demografi, nah mereka itu enggak akan turun ke lapang kalau tidak ada untungnya. Nantinya petani tinggal di pinggir saja," ungkap Mentan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com