Tanggapan Disdik Jabar soal Tradisi "Lingkaran Setan" Pramuka di SMA 1 Ciamis

Kompas.com - 14/01/2022, 08:43 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyayangkan adanya kejadian yang diberi nama "lingkaran setan" dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Ciamis.

Kegiatan tersebut telah membuat tiga siswa terluka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Yang disayangkan memang kejadian tindakan kekerasan ini berdampak, ada tiga orang yang masuk rumah sakit. Yang dua orang sudah keluar rumah sakit dan siap sekolah lagi, sedangkan yang satu belum," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Polisi Sebut Tradisi Saling Tampar Lingkaran Setan di Pramuka SMA Ciamis Diinisiasi Senior

Tradisi lingkaran setan itu adalah kegiatan Pramuka berbalut perpeloncoan atau disertai tindakan kekerasan fisik.

Orangtua murid melaporkan kegiatan tersebut ke Polres Ciamis usai anaknya mengalami luka lebam setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Dedi, dugaan penganiyaan dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut terjadi saat korban mengikuti kegiatan paskat atau pasukan tongkat yang sedang melatih kemampuan baris-berbaris menggunakan tongkat.

"Jadi terkait kejadian Pramuka di SMKN 1 Ciamis, kejadian itu berawal dari hari Sabtu di luar sekolah. Jadi, sebetulnya itu kegiatan di luar instansi pendidikan dan tidak ada izin dari sekolah," kata dia.

Baca juga: Pradana Pramuka SMA Negeri 1 Ciamis Benarkan Adanya Tradisi Lingkaran Setan

Dedi mengatakan, Disdik Jabar sudah melakukan moratorium untuk kegiatan Pramuka di gugus depan SMAN 1 Ciamis.

"Kemudian kami juga sudah melaporkan ke Kwarda Jawa Barat. Nanti selama moratorium akan melakukan pembenahan untuk memperbarui struktural dalam rangka memutus mata rantai," kata dia.

Baca juga: Tradisi Lingkaran Setan Latihan Pramuka Bikin Anak Lebam, Wakasek: Kegiatan Tanpa Izin Sekolah

Hal tersebut dilakukan karena kegiatan paskat atau pasukan tongkat tersebut merupakan kegiatan yang biasa melibatkan alumni.

Maka, pihak Disdik akan melarang keterlibatan alumni.

"Karena sudah ada kebiasaan lama seperti itu yang dilakukan secara turun-temurun, seperti pola pembaiatan untuk menjadi anggota unit tongkat," kata dia.

Pihaknya juga meminta pengurus sekolah untuk benar-benar menjadikan lingkungan sekolah ramah anak, termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Disdik Jabar mengapresiasi sikap orangtua siswa yang melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke polisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Pesepak Bola Tewas Disambar Petir Saat Bertanding di Stadion

Detik-detik Pesepak Bola Tewas Disambar Petir Saat Bertanding di Stadion

Bandung
Menyaksikan Keseruan Bermain Sepak Bola Api di Tukmudal Cirebon

Menyaksikan Keseruan Bermain Sepak Bola Api di Tukmudal Cirebon

Bandung
Kronologi Pesepak Bola di Sukabumi Tewas Tersambar Petir, Polisi: Sudah Diingatkan, tetapi...

Kronologi Pesepak Bola di Sukabumi Tewas Tersambar Petir, Polisi: Sudah Diingatkan, tetapi...

Bandung
Cinunuk, Desa Lahirnya Wayang Golek yang Terlupakan

Cinunuk, Desa Lahirnya Wayang Golek yang Terlupakan

Bandung
Observatorium Bosscha: Harga Tiket, Jam Buka, dan Sejarahnya

Observatorium Bosscha: Harga Tiket, Jam Buka, dan Sejarahnya

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 14 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 14 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Bandung
Korban Tewas Pikap Masuk Jurang di Ciamis Bertambah, Bocah 1,5 Tahun Meninggal Setelah Sempat Kritis

Korban Tewas Pikap Masuk Jurang di Ciamis Bertambah, Bocah 1,5 Tahun Meninggal Setelah Sempat Kritis

Bandung
Situ Ciburuy Resmi Dibuka, Ridwan Kamil Ultimatum Pelaku Industri yang Cemari Danau

Situ Ciburuy Resmi Dibuka, Ridwan Kamil Ultimatum Pelaku Industri yang Cemari Danau

Bandung
Pemain Sepak Bola di Sukabumi Tewas Tersambar Petir Saat Pertandingan Persahabatan

Pemain Sepak Bola di Sukabumi Tewas Tersambar Petir Saat Pertandingan Persahabatan

Bandung
Mendag Zulhas: Jawa Barat Jadi Pasar Menggiurkan Pakaian Bekas

Mendag Zulhas: Jawa Barat Jadi Pasar Menggiurkan Pakaian Bekas

Bandung
Mendag Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Tekstil ke 5 Negara

Mendag Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Tekstil ke 5 Negara

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 13 Agustus 2022: Berawan hingga Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 13 Agustus 2022: Berawan hingga Hujan Petir

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 13 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 13 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Bandung
Mendag Musnahkan 5 Kontainer Pakaian Bekas Impor di Karawang

Mendag Musnahkan 5 Kontainer Pakaian Bekas Impor di Karawang

Bandung
TKW Indramayu 3 Bulan Terbaring Sakit di RS Arab Saudi, Keluarga Minta Tolong Dipulangkan

TKW Indramayu 3 Bulan Terbaring Sakit di RS Arab Saudi, Keluarga Minta Tolong Dipulangkan

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.