Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Makam Rusak Bikin Heboh Warga Tasikmalaya, Diduga Pelakunya Perempuan ODGJ

Kompas.com - 21/01/2022, 13:04 WIB
Irwan Nugraha,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selaawi, Paseh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan pada bagian tembok yang dibangun di atasnya.

Pelaku perusakan diduga adalah seorang perempuan yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Perempuan berkepala botak itu terlihat oleh warga sedang nongkrong di area pemakaman pada Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Cerita Ayah Upin Ipin Setelah Makam Anaknya di Palu Viral, Minta Doa dari Pengunjung

Kerusakan makam hampir sama semuanya, yakni berantakan pada bagian atas yang terbuat dari keramik, tembok dan batu nisan.

Meski demikian, tidak ada penggalian pada makam.

"Makam rusak ini jadi heboh masyarakat memang. Tapi kami curiga kerusakannya hanya bagian atasnya saja dan memang suka ada orang gila perempuan berkepala botak di dalam makam. Kemungkinan oleh dia pelakunya, karena selama ini memang sering terpergok merusak makam-makam yang ada di sini," ujar Ita (42), salah seorang warga setempat di lokasi kejadian, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Gunung Kawi: Lokasi, Pesugihan, dan Makam Tokoh Bangsawan Penentang Penjajah

Ita mengatakan, awalnya penjaga makam memberitahukan kepada warga bahwa ada beberepa makam yang rusak pada bagian atasnya.

Warga pun penasaran dan melihat ke pemakaman yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

Terlihat tembok makam seperti dirusak dengan cara dipukul oleh benda tumpul.

"Kalau digali mah enggak, cuman dirusak doang atasnya," kata Ita.

Baca juga: Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Hal yang sama diungkapkan Aceng (49).

Menurut dia, memang selalu ada perempuan berkepala botak dan berpakaian compang-camping di dalam makam.

Masyarakat menduga perempuan ODGJ itu adalah pelaku perusakan.

"Soalnya, setelah kejadian jadi tidak ada perempuan itu di makam," kata Aceng.

Meski demikian, Tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Tasikmalaya beserta anggota polsek setempat langsung mengecek lokasi makam dan meminta keterangan saksi.

Belum ada keterangan resmi polisi mengenai kerusakan 15 makam tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Bandung
Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan 'Suami'

Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan "Suami"

Bandung
Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Bandung
Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Bandung
Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Bandung
Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Bandung
Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Bandung
Kasus Dugaan 'Bullying' Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Kasus Dugaan "Bullying" Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Bandung
Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Bandung
Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Bandung
7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

Bandung
Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program 'Pasar Amin'

Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program "Pasar Amin"

Bandung
Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Bandung
Mempelai Pria yang Ternyata Wanita Memaksa Dinikahkan di KUA, Tolak Berikan Dokumen Identitas

Mempelai Pria yang Ternyata Wanita Memaksa Dinikahkan di KUA, Tolak Berikan Dokumen Identitas

Bandung
Usai Sehari Menikah, Baru Ketahuan Mempelai Pria Ternyata Wanita

Usai Sehari Menikah, Baru Ketahuan Mempelai Pria Ternyata Wanita

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com