Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Pengunjung Reaktif Covid-19, Restoran di Setiabudi Bandung Disegel

Kompas.com - 19/02/2022, 11:35 WIB
Reni Susanti,
Khairina

Tim Redaksi


BANDUNG, KOMPAS.com - Salah satu restoran di daerah Setiabudi Kota Bandung disegel. Pasalnya 5 dari 15 pengunjung dan karyawan yang dites rapid antigen, reaktif Covid-19.

"Mereka (reaktif) akan ditindaklanjuti Dinkes Kota Bandung untuk mengikuti tes PCR," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari kepada Kompas.com di pembukaan Vaksinasi Booster Covid-19 IKA Unpar di Bandung, Sabtu (19/2/2022).

Kenny mengatakan, setiap pekan tim gabungan yang terdiri dari Disbudpar, Dinkes, dan Satpol PP memonitoring tempat usaha jasa pariwisata. Seperti hotel, restoran, tempat hiburan, hingga obyek wisata.

Baca juga: Sumsel Tembus Rekor Harian Covid-19 Selama Pandemi, 1.291 Kasus dalam Sehari

Dinas Kesehatan sengaja dilibatkan. Sebab dalam monitoring tersebut dilakukan rapid antigen kepada pengunjung dan pengusaha.

Tadi malam, tim gabungan melakukan monitoring ke 3 restoran di Kota Bandung. Ada puluhan orang yang mengikuti rapid test antigen.

Di salah satu restoran di Setiabudi, dari 15 orang yang di tes rapid antigen, 5 di antaranya reaktif. Karena khawatir akan menjadi kluster baru, pihaknya memutuskan untuk menyegelnya.

"Biasanya penyegelan selama 3 hari, detailnya Satpol PP yang tahu," ucap dia.

Ia pun meminta semua pelaku usaha di bidang pariwisata untuk mengikuti peraturan wali kota, terutama mengenai batasan kapasitas dan jam operasional. Karena angka Covid-19 di Kota Bandung tengah tinggi.

Sampai sekarang masih ada beberapa pengusaha nakal dan mendapat teguran dari pihaknya. Bila teguran tersebut sudah mencapai 3 kali, maka izin usahanya akan dicabut.

"Ini usaha kita semua untuk menjaga prokes supaya ekonomi jalan dan kesehatan pulih," tutur dia.

Baca juga: BOR RS Rujukan Covid-19 di Kota Cirebon Capai 49 Persen

Sebelumnya, Kota Bandung akan menaikkan relaksasi atau pembukaan pembatasan kegiatan ekonomi dari 25 persen menjadi 50 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan, keputusan ini akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) terbaru.

"Dalam waktu dekat, kita akan terbitkan perwal baru sebagai turunan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 10 tahun 2022. Relaksasi ini bukan berarti kita sudah bisa bebas pergi ke manapun. Tetap ada pembatasan 50 persen," ungkap Yana.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jalani Tradisi Seba, 1.500 Warga Baduy Datang ke Pemkab Lebak

Jalani Tradisi Seba, 1.500 Warga Baduy Datang ke Pemkab Lebak

Bandung
Memburu 3 Pembunuh Vina

Memburu 3 Pembunuh Vina

Bandung
Angkot Rombongan Pelajar SMPN 4 Cimahi Kecelakaan di Kota Bandung, 3 Siswa Terluka

Angkot Rombongan Pelajar SMPN 4 Cimahi Kecelakaan di Kota Bandung, 3 Siswa Terluka

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Kondisi Bocah yang Depresi Ponselnya Dijual Sang Ibu, Rutin Minum Obat dan Dibelikan HP Baru

Kondisi Bocah yang Depresi Ponselnya Dijual Sang Ibu, Rutin Minum Obat dan Dibelikan HP Baru

Bandung
Menangis, Ayah Pacar Vina: Jangan Buat Kami Lebih Sakit

Menangis, Ayah Pacar Vina: Jangan Buat Kami Lebih Sakit

Bandung
Ayah Pacar Vina Muncul Beri Penjelasan, Sebut 8 Tahun Berusaha Tangkap Para Pembunuh

Ayah Pacar Vina Muncul Beri Penjelasan, Sebut 8 Tahun Berusaha Tangkap Para Pembunuh

Bandung
Bencana Tanah Longsor di Bandung Barat Butuh Percepatan Penanganan

Bencana Tanah Longsor di Bandung Barat Butuh Percepatan Penanganan

Bandung
Nasdem dan Gerindra Sepakat Berkoalisi Dukung Petahana di Pilkada Karawang 2024

Nasdem dan Gerindra Sepakat Berkoalisi Dukung Petahana di Pilkada Karawang 2024

Bandung
3 Pelaku Masih Buron, 8 Pembunuh Vina Bakal Kembali Diperiksa Polisi

3 Pelaku Masih Buron, 8 Pembunuh Vina Bakal Kembali Diperiksa Polisi

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Jumat 17 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Bandung
Pemkab Majalengka Tanggung Biaya Jaminan Perlindungan Petugas Pilkada 2024

Pemkab Majalengka Tanggung Biaya Jaminan Perlindungan Petugas Pilkada 2024

Bandung
Bima Arya 'Menjemput Takdir' di Kantor DPD Golkar Jabar

Bima Arya "Menjemput Takdir" di Kantor DPD Golkar Jabar

Bandung
Cerita Bocah 13 di Cirebon Depresi, Ponsel Hasil Menabung Dijual Sang Ibu untuk Makan Sehari-hari

Cerita Bocah 13 di Cirebon Depresi, Ponsel Hasil Menabung Dijual Sang Ibu untuk Makan Sehari-hari

Bandung
Usai Kecelakaan Maut Subang, Dishub Minta Sekolah di Bandung Bersurat Sebelum 'Study Tour'

Usai Kecelakaan Maut Subang, Dishub Minta Sekolah di Bandung Bersurat Sebelum "Study Tour"

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com