Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nestapa Korban Tabrak Lari di Cimahi: Terlilit Utang Rentenir hingga Jual Rumah untuk Pengobatan

Kompas.com - 29/06/2022, 16:20 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Reni Susanti

Tim Redaksi

CIMAHI, KOMPAS.com - Dinda Monalisa (24), seorang perempuan warga Kota Cimahi harus mengelus dada setelah mendengar besarnya biaya pengobatan rumah sakit.

Dinda merupakan korban tabrak lari yang mengalami patah tulang setelah terlindas truk beberapa waktu lalu di Kota Cimahi.

Di keluarga, Dinda adalah tulang punggung yang diharapkan bisa menambal setiap kebutuhan. Tragedi kecelakaan itu jelas melumpuhkan ekonomi keluarga.

Baca juga: Kronologi Pengendara Motor Perempuan di Malang Tewas Terlindas Bus, Berawal Hilang Kendali Saat Hendak Menyalip

Maka Dinda mau tak mau harus meminjam uang kepada rentenir untuk biaya pengobatan di rumah sakit dan kebutuhan rumah sehari-hari.

Namun petaka kembali datang, Dinda dan keluarga kini terlilit utang sampai dikejar-kejar renternir. Jalan satu-satunya hanya menjual aset berupa rumah untuk melunasi utang dan biaya pengobatan.

Dinda memutuskan untuk menjual rumah miliknya di Jalan Sukawargi, Gang Mamaduki, RT 02/13, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi dengan mematok harga sebesar Rp 250 juta.

"Iya mau dijual rumahnya, karena sedang butuh uang untuk bayar utang akhir bulan ini. Agak besar juga jumlahnya, dan saya juga butuh buat sehari-hari," kata Dinda, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Kronologi Mantan Anggota DPRD Magetan Tewas Usai Terlindas Truk, Berawal Tergenlincir Saat Berboncengan Motor

Peristiwa kelam yang dialami Dinda terjadi pada Desember 2021. Akibatnya, Dinda terpaksa harus terbaring setiap hari di atas kasur hingga sekarang lantaran kedua kakinya belum pulih. 

"Waktu itu butuh uang cepat untuk berobat, jadi terpaksa pinjam ke rentenir. Soalnya dari penabrak itu enggak kasih biaya pengobatan sampai selesai, alasannya cuma mitra perusahaan, bukan pegawai," ucap Dinda.

Saat ini, Dinda tinggal bersama ibu dan seorang adiknya. Kini sang adik yang harus memeras keringat menjadi tulang punggung menggantikannya.

Mereka bergantung pada pekerjaan sampingan sang adik sebagai guru les. Terkadang ia juga dibantu temannya yang rutin membuka donasi untuk pengobatan.

"Adik masih kuliah semester 4, sambil kerja juga buat bantu biaya sehari-hari. Terus ada teman juga yang kadang bantu dari donasi, kalau enggak dari situ ya darimana lagi," papar Dinda.

Baca juga: Ogah Pakai MyPertamina, Beberapa Warga Bandung Pilih Beli Bensin di Cimahi

Dinda harus bersabar, masa penyembuhan luka dan kakinya yang patah masih membutuhkan waktu. Dinda wajib menjalani fisioterapi di RSUD Cibabat Kota Cimahi agar bisa segera beraktivitas seperti biasa.

"Masih butuh waktu cukup lama buat sembuh. Kaki kiri alhamdulillah sudah bisa digerakkan, kalau kaki kanan baru terbentuk lagi ototnya. Jadi sekarang hanya bisa di atas kasur saja," jelas Dinda.

Uang hasil penjualan rumah, nantinya akan digunakan untuk melunasi utang kepada rentenir. Sementara sisa uangnya akan digunakan untuk mengontrak rumah dan pegangan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mudah-mudahan ada yang mau beli rumahnya karena memang butuh banget. Kalau masalah tinggal dimana setelah terjual, ya paling ngontrak dulu. Nanti sisa uangnya buat berobat dan biaya adik lanjut kuliah," pungkas Dinda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'One Way' Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

"One Way" Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

Bandung
Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Bandung
Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Bandung
Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Bandung
70 Anak Terpisah dengan Keluarganya di Pantai Pangandaran

70 Anak Terpisah dengan Keluarganya di Pantai Pangandaran

Bandung
KCIC Ungkap Penyebab Genangan Air di Gerbong Whoosh

KCIC Ungkap Penyebab Genangan Air di Gerbong Whoosh

Bandung
Urai Kemacetan di Tasikmalaya, Polisi Berlakukan 'One Way' di Nagreg

Urai Kemacetan di Tasikmalaya, Polisi Berlakukan "One Way" di Nagreg

Bandung
52.000 Kendaraan Melintas di Jalur Nagreg dari Arah Tasikmalaya Menuju Bandung

52.000 Kendaraan Melintas di Jalur Nagreg dari Arah Tasikmalaya Menuju Bandung

Bandung
Anak 9 Tahun Sesak Napas Saat Hampir Tiba di Kampung Halaman, Dokter Ungkap Penyebabnya

Anak 9 Tahun Sesak Napas Saat Hampir Tiba di Kampung Halaman, Dokter Ungkap Penyebabnya

Bandung
Curug Cinulang di Jawa Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Curug Cinulang di Jawa Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Bandung
Arus Kendaraan Meningkat, 'One Way' Diterapkan dari Puncak Bogor ke Jakarta

Arus Kendaraan Meningkat, "One Way" Diterapkan dari Puncak Bogor ke Jakarta

Bandung
Tabung Gas 12 Kilogram Meledak di Puncak Bogor, Satu Keluarga Luka Bakar 70 Persen

Tabung Gas 12 Kilogram Meledak di Puncak Bogor, Satu Keluarga Luka Bakar 70 Persen

Bandung
Kawasan Pantai Anyer Penuh, Pengunjung Diminta Putar Balik

Kawasan Pantai Anyer Penuh, Pengunjung Diminta Putar Balik

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Bandung
Terjebak dalam Kebakaran Rumah di Karawang, 1 Orang Tewas

Terjebak dalam Kebakaran Rumah di Karawang, 1 Orang Tewas

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com