Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2023, 20:25 WIB
Firman Taufiqurrahman,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

CIANJUR, KOMPAS.com – Kebakaran di sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Senin (19/9/2023) berhasil dipadamkan dalam waktu dua jam.

Selain karena peran relawan, kecepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu juga berkat adanya deteksi dini dari kamera pemantau atau CCTV.

Baca juga: Mengenal Edelweiss, Bunga Abadi yang Terbakar di Gunung Gede

Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo mengatakan, berkat CCTV pihaknya dapat mengidentifikasi kebakaran dengan cepat dan langsung melakukan pemadaman.

"Bisa dibayangkan kalau tidak ada CCTV di atas, kita baru tahu ketika kepulan asap sudah luar biasa besar sehingga sulit sekali untuk dipadamkan," kata Sapto kepada Kompas.com, Kamis (21/9/2023).

Karena itu, pihaknya akan menambah kamera pemantau di beberapa titik Gunung Gede, termasuk di jalur-jalur pendakian.

"Ini lebih ke alat monitor situasi, sehingga aktivitas pendaki bisa terpantau," kata Sapto.

Sejauh ini, CCTV baru dipasang di kawasan alun-alun Suryakencana dan area shelter, serta satu unit di kawasan Situ Gunung, Sukabumi.

Sapto menjelaskan jika alat ini bekerja secara online selama 24 jam, diharapkan dapat mendeteksi dan memantau situasi kawasan konservasi setiap waktu.

"Menggunakan tenaga surya, terkoneksi secara online melalui aplikasi, dan bisa dipantau lewat ponsel," ujar Sapto.

Baca juga: Ada 30 Jalur Ilegal di Kawasan Gunung Gede Pangrango

Sebagaimana diberitakan, sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terbakar, Senin (19/6/2023) siang.

Gejala kebakaran terpantau pertama kali secara realtime melalui CCTV pukul 12.39 WIB dengan kondisi awal kepulan asap di dua titik sebelah barat.

Upaya pemadaman berlangsung dramatis dengan melibatkan sejumlah relawan dan tim gabungan.

Adapun lahan yang terdampak seluas 3 hektar dengan vegetasi yang terbakar adalah rumput, edelweis, dan cantigi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com