Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Dalam Kota Bandung Ide Lama, Bukan Solusi Atasi Macet

Kompas.com - 01/03/2024, 18:56 WIB
Faqih Rohman Syafei,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melanjutkan pembangunan tol dalam Kota Bandung, Jawa Barat atau Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) yang mangkrak selama 17 tahun, dan menjadi solusi kemacetan.

Namun apakah jalan tol dalam Kota Bandung ini menjadi solusi tepat mengatasi kemacetan ?

Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) R Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, pembangunan jalan tol dalam kota bukan solusi tepat untuk atasi kemacetan.

Baca juga: Mangkrak 17 Tahun, Proyek Tol Dalam Kota Bandung Bakal Dilanjutkan

Menurut dia, dibangunnya tol dalam kota akan memicu masyarakat semakin banyak menggunakan kendaraan pribadi. Dibandingkan dengan menggunakan transportasi massal.

"Kalau jangan pendek benar solusi macet, tapi jangka panjang enggak. Itu malah bisa mendorong warga untuk pilih pakai mobil pribadi," kata Sony, Jumat (1/3/2024).

Dia menyebut, kebutuhan jalan tol dalam di Kota Bandung bukan menjadi hal prioritas. Mengingat, luas wilayah ibu kota Jawa Barat ini tidak seluas DKI Jakarta.

Bila berpikir jalan tol merupakan langkah tepat atasi macet, itu merupakan tindakan yang salah.

Sebaiknya, Pemkot Bandung mendorong warganya untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Baca juga: Jusuf Hamka Akan Bangun Tol Dalam Kota Bandung: Tunggu Negara Bayar Utang

"Semua pemerintah daerah berpikir tol itu adalah solusi. Karena di Indonesia ini tidak ada yang punya contoh angkutan umumnya bagus hampir enggak ada."

"Jakarta pun sekarang sedang menuju ke arah sana (perbaikan tranportasi massal)," kata Sony.

Sony menerangkan, bila tol dalam Kota Bandung direalisasikan maka mobilitas orang luar kota masuk ke Kota Bandung semakin mudah.

Namun, setelahnya akan membebani jalan dalam kota sehingga menimbulkan macet.

"Setelah keluar tol akan macet. Lihat saja Tol Purbaleunyi dan Tol Pasteur macetnya di pintu tol apalagi pas weekend. Makin tambah macet juga di dalam kota," kata dia.

Namun, jika pintu tol tersebut dibuka di wilayah pinggiran semisal untuk akses menuju Masjid Al-Jabbar dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) maka bisa menjadi solusi macet.

Namun selain dari itu, tidak akan banyak berpengaruh pada penurunan tingkat kemacetan. Bahkan, akan semakin memperburuk kondisi kepadatan lalu lintas.

"Jadi macet di Al Jabbar dan GBLA ada tol jadi gampang. Jadinya kendaraan wisatawan dari luar kota bisa langsung ke lokasi dan saat pulang pun bisa dimasukan langsung ke jalan tol," kata Sony.

"Cuma masalahnya nanti akan dibuka pintu tol langsung ke Gasibu, Ujungberung, dan lainnya itu berpotensi timbul penumpukan kendaraan di dalam kota," tambah dia.

Baca juga: Pasir Koja-Soekarno Hatta Jadi Rute Pertama Tol Dalam Kota Bandung

Dia mejelaskan, pembangunan tol dalam kota saat ini bukan menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Ia yang pernah ikut dalam kajian proyek tersebut, menilai solusi tepat atasi kemacetan adalah tranportasi massal di tengah sempitnya lahan di Kota Bandung.

"Itu ide lama, saya ikut kajiannya tahun 1996 atau 1997. Dulu itu ada investor yang akan bangun cuma keburu krisis moneter tahun 1998. Saat ini itu bukan jadi prioritas lagi," kata dia.

Sony pun mendorong Pemkot Bandung untuk segera memperbaiki dan melengkapi angkutan massal yang ada demi atasi persoalan ini.

Meski menurut dia, hal tersebut memerlukan usaha keras dan konsistensi serta waktu yang relatif panjang.

"Keseriusan Kota Bandung membenahi angkutan massal ini tidak kuat. Dikit-dikit minta duit ke pusat, kenapa dorong ada tol juga Pemkot Bandung minta uangnya ke pusat," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rumah Ibu Waterboom di Bojonggede: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Rumah Ibu Waterboom di Bojonggede: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Bandung
Incar Susi Pudjiastuti untuk Pilkada Jabar, Ono Surono: Minggu Depan Beliau Datang

Incar Susi Pudjiastuti untuk Pilkada Jabar, Ono Surono: Minggu Depan Beliau Datang

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Umuh Muchtar Sebut Suara Sebelum Azan di Masjid Agung Sumedang Rentan Dipolitisasi

Umuh Muchtar Sebut Suara Sebelum Azan di Masjid Agung Sumedang Rentan Dipolitisasi

Bandung
Tahun 2027, 148 Ruas Jalan di Kota Bandung Bebas Kabel Udara

Tahun 2027, 148 Ruas Jalan di Kota Bandung Bebas Kabel Udara

Bandung
Uang Tabungan Siswa 30 Sekolah di Indramayu Macet, Totalnya Kini Rp 6 Miliar

Uang Tabungan Siswa 30 Sekolah di Indramayu Macet, Totalnya Kini Rp 6 Miliar

Bandung
RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

Bandung
PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

Bandung
Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Bandung
Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Bandung
Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Bandung
Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Bandung
Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Bandung
Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Bandung
ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com