Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Pabrik di Gunung Putri Belum Juga Padam, Salah Satunya karena Sulit Akses Air

Kompas.com - 19/08/2022, 19:16 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Api di lokasi kebakaran gudang alumunium foil di kawasan industri Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum padam total pada Jumat (19/8/2022) sore. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) hingga kini masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian.

Komandan Regu Sektor Cileungsi pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Rivaldi Hasan menjelaskan, para petugas terkendala oleh banyaknya tumpukan material bangunan dan seng yang jatuh menutupi titik api, ditambah sulitnya akses air.

"Untuk sekarang ini masih proses pendinginan takutnya kalau ditinggal  nyala kembali karena itu tumpukan rongsok. Tumpukannya tebal, apalagi itu bahan baku biji plastik sehingga api cepat membesar," ujar Rivaldi yang saat ini masih bertahan di lokasi kebakaran.

Baca juga: Kebakaran Pabrik di Gunung Putri Belum Padam, 5 Mobil Damkar Bertahan

Selain itu, lokasi kebakaran berada di tempat padat penduduk atau gang sempit yang membuat petugas sulit menjangkau sumber api.

"Medannya juga susah karena yang terbakar itu pun terhalang sama seng yang pada ambruk. Jadi kalau kita ini pakai air manual saja," imbuh dia.

Pada saat kebakaran terjadi, sambung Rivaldi, bantuan unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai wilayah terus berdatangan. Setidaknya ada 14 unit terdiri dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, bahkan Kota Depok.

Saat itu, petugas masih terus berjibaku memadamkan kebakaran di pabrik tersebut. Proses pemadaman bahkan sudah berlangsung selama 6 jam lebih. Namun, api tak kunjung padam hingga Jumat sore ini.

Sampai saat ini, kata dia, masih ada lima unit mobil pemadam kebakaran yang bertahan di lokasi.

Baca juga: Kebakaran Pabrik di Gunung Putri Bogor, Dipastikan Tak Ada Korban Jiwa

Lima unit mobil yang berisi puluhan personel itu harus tetap berjaga untuk mengantisipsi segala kemungkinan, meskipun api sudah kecil.

"Hambatan objek yang terbakar terdapat bahan bahan dari plastik (bahan stereofoam)," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertahun-tahun Warga Kecamatan Rancaekek Bandung Konsumsi Air Tanah Kotor

Bertahun-tahun Warga Kecamatan Rancaekek Bandung Konsumsi Air Tanah Kotor

Bandung
3 Upaya Pengurangan Risiko Bencana dari Potensi Gempa M  6,5 Sesar Cimandiri

3 Upaya Pengurangan Risiko Bencana dari Potensi Gempa M 6,5 Sesar Cimandiri

Bandung
Dedi Mulyadi Kerahkan 6 Truk Bereskan Sampah yang Setahun Menggunung di Subang

Dedi Mulyadi Kerahkan 6 Truk Bereskan Sampah yang Setahun Menggunung di Subang

Bandung
 Disperindag Karawang Selidiki Harga Minyakita Naik di Tingkat Pengecer

Disperindag Karawang Selidiki Harga Minyakita Naik di Tingkat Pengecer

Bandung
Muka Air Tanah di Bandung Turun hingga 60 Persen, Industri Diduga Jadi Penyebab

Muka Air Tanah di Bandung Turun hingga 60 Persen, Industri Diduga Jadi Penyebab

Bandung
Sesar Cimandiri di Sukabumi, Berpotensi Picu Gempa M 6,5 dengan Intensitas VIII MMI

Sesar Cimandiri di Sukabumi, Berpotensi Picu Gempa M 6,5 dengan Intensitas VIII MMI

Bandung
Kronologi Siswi SD Dikeroyok 4 Teman Kelasnya karena Tak Pinjamkan Penghapus, Korban Mual hingga Pingsan

Kronologi Siswi SD Dikeroyok 4 Teman Kelasnya karena Tak Pinjamkan Penghapus, Korban Mual hingga Pingsan

Bandung
Setelah Bunuh Seorang Pemuda, Geng Motor Mengamuk di Hotel Cimahi

Setelah Bunuh Seorang Pemuda, Geng Motor Mengamuk di Hotel Cimahi

Bandung
Minyakita Langka di Cirebon Sejak Akhir 2022, Harga Tak Sesuai HET

Minyakita Langka di Cirebon Sejak Akhir 2022, Harga Tak Sesuai HET

Bandung
Nyawa Rizki Melayang Usai Diserang Geng Motor, Nenek Korban: Ditunggu Enggak Pulang-pulang, Malah Dengar Kabar Dibacok

Nyawa Rizki Melayang Usai Diserang Geng Motor, Nenek Korban: Ditunggu Enggak Pulang-pulang, Malah Dengar Kabar Dibacok

Bandung
Aksi Brutal Geng Motor, Bacok Pemuda di Cimahi hingga Tewas, Korban Diserang di Gang Dekat Rumah

Aksi Brutal Geng Motor, Bacok Pemuda di Cimahi hingga Tewas, Korban Diserang di Gang Dekat Rumah

Bandung
Bocah 4 Tahun Jatuh dari Balkon Masjid Al Jabbar, Ada Celah 30 Cm antara Pagar dan Lantai

Bocah 4 Tahun Jatuh dari Balkon Masjid Al Jabbar, Ada Celah 30 Cm antara Pagar dan Lantai

Bandung
Tumpah Ruah Kirab Budaya Cap Go Meh 2023 di Karawang

Tumpah Ruah Kirab Budaya Cap Go Meh 2023 di Karawang

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Bandung
Kronologi Siswi SD Dianiaya 4 Teman Sekelasnya, Hanya karena Tak Pinjami Penghapus, Korban Pingsan

Kronologi Siswi SD Dianiaya 4 Teman Sekelasnya, Hanya karena Tak Pinjami Penghapus, Korban Pingsan

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.