Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita 3 TKI Indramayu Lolos Penyekapan di Myanmar, Jalan Kaki ke Thailand hingga Bayar Kompensasi

Kompas.com - 05/05/2023, 20:55 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Tiga pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Indramayu, Jawa Barat, akhirnya lolos dari penyekapan di Myanmar. Kini mereka berada di Shelter KBRI Bangkok di Thailand.

Ketiga TKI asal Indramayu yang selamat tersebut adalah Susrendi (31) warga Kecamatan Patrol, Yogi (27) warga Kecamatan Anjatan, dan Irgi Prastiyo (19) warga Kecamatan Anjatan.

Mereka pun membagikan kabar lolos tersebut kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Baca juga: Kemenlu Sebut 20 WNI Korban TPPO di Myanmar Diduga Masuk lewat Jalur Ilegal

Koordinator Departemen Advokasi DPN SBMI, Juwarih, menceritakan detik-detik ketiganya berhasil lolos.

Menurut keterangan para TKI, mereka lolos setelah membayar uang kompensasi sebesar Rp 12-15 juta per orang.

"Uangnya itu dari transfer keluarganya ke rekening perusahaan," ujar Juwarih dikutip dari Tribunjabar, Jumat (5/5/2023).

Baca juga: Nasib Pilu Siswi SMP yang Ditinggal Ibu Jadi TKI, Dicabuli Ayah Angkat sejak SD

Namun permasalahan tersebut tidak berhenti di situ. Walau berhasil keluar dari perusahaan, mereka terlantar di Myanmar. Beruntung lokasinya berada di perbatasan Thailand.

Mereka lalu menyeberang ke negara tersebut dan berupaya mencari pertolongan. Karena tidak memiliki biaya, mereka harus berjalan kaki mencari lokasi KBRI Bangkok di Thailand.

Meski demikian, ketiganya sekarang sudah aman dan sudah berada di Shelter KBRI setempat.

Di sisi lain, Juwarih menjelaskan, selama penyekapan kondisi mereka mengkhawatirkan.

Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga memutuskan untuk membayar uang tebusan kepada pihak perusahaan agar mereka bisa lolos.

Diberitakan sebelumnya, penyekapan yang dialami para TKI itu terjadi setelah mereka diiming-imingi bekerja menjadi operator komputer.

Namun, sesampainya di penempatan kerja, mereka disekap oleh perusahaan yang dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata dan berseragam militer.

Perusahaan itu mempekerjakan para korban secara paksa untuk online scam selama 17 jam kerja per hari.

Mereka juga memperlakukan para korban dengan kasar dan dengan tindakan kekerasan fisik dan psikis, bahkan terjadi pemukulan hingga penyetruman.

Selain ketiga TKI asal Indramayu, masih ada puluhan TKI lainnya yang masih disekap. Total ada 20 orang yang melapor ke SBMI.

"Jadi itu mereka beda gedung. Teman-teman yang dari Indramayu ini berada di gedung yang lain," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Detik-detik Tiga TKI Indramayu Lolos dari Penyekapan di Myanmar, Sempat Jalan Kaki Hingga Thailand

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Cara Pemkot Bandung Atasi Jeratan Rentenir

Cara Pemkot Bandung Atasi Jeratan Rentenir

Bandung
Dua Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir saat Berteduh

Dua Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir saat Berteduh

Bandung
Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Pesan Gibran di Karawang: Kalau Ada Serangan Jangan Dibalas

Bandung
Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan 'Suami'

Akhir Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur, Mempelai Wanita Pilih Pisah dengan "Suami"

Bandung
Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Cerita Kepala KUA Dijanjikan “Sesuatu” jika Bersedia Nikahkan Pasangan Sesama Jenis di Cianjur

Bandung
Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Komitmen Berantas Korupsi, Mahfud MD: Kami Peluru Tak Terkendali

Bandung
Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Didapuk Jadi Warga Kehormatan Sunda, Mahfud MD Dapat Sapaan Uwak

Bandung
Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur Diadakan secara Siri Setelah Ditolak KUA

Bandung
Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Mahfud Sebut Indeks Korupsi Indonesia Turun gara-gara Revisi UU KPK

Bandung
Kasus Dugaan 'Bullying' Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Kasus Dugaan "Bullying" Siswa SD di Sukabumi Dilaporkan sejak Oktober, Polisi Sebut Masih Diselidiki

Bandung
Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Ralat Pernyataan, Mahfud MD Pastikan OTT KPK Sudah Cukup Bukti

Bandung
Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Tangis Wariha, Anak Kesayangannya Tewas Dianiaya Polisi di Subang: Salah Anak Saya Apa?

Bandung
7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

7 Cara Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan Prabowo-Gibran: Lomba Joget Gemoy

Bandung
Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program 'Pasar Amin'

Kampanye di Tanah Kelahirannya Kuningan, Anies Tawarkan Program "Pasar Amin"

Bandung
Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Kronologi Pernikahan Mempelai Pria Ternyata Wanita di Cianjur, Akad Nikah Sempat Dilarang Kades

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com