Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1.400 TPS Gelar PSU, Ketua Bawaslu RI Angkat Bicara

Kompas.com - 21/02/2024, 14:16 WIB
Rasyid Ridho,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi


SERANG, KOMPAS.com - Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyebut ada 1.400 tempat pemungutan suara (TPS) se-Indonesia yang harus menggelar pemungutan suara ulang (PSU) menyusul berbagai  pelanggaran pada saat pemungutan suara, Rabu (14/2/2024) lalu.

"PSU sekarang catatan kami ada 1.400 seluruh Indonesia," kata Bagja saat memantau jalannya PSU di TPS 01 Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Rabu (21/2/2024).

Bagja mengatakan, penyebab dilakukan PSU di 1.400 TPS itu karena ditemukan adanya kesalahan teknis petugas maupun dugaan pelanggaran pidana Pemilu.

Temuan itu, antara lain, adanya pemilih yang memilih diluar domisili, ada surat suara tidak ditandatangani, kemudian ada pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali.

Baca juga: Gara-gara Satu Pemilih Tidak Terdaftar, TPS di Rangkasbitung Gelar PSU

"Ada pemilih yang memilih tidak berdomisili tidak di daerah bersangkutan, kemudian ada surat suara yang tidak ditandatangani oleh KPPS, ada pemilih lebih dari satu kali mencoblos, itu yang terjadi," ujar dia.

Ke depan, lanjut Bagja, adanya faktor kelalaian menjadi bahan evaluasi -baik untuk kelalaian petugas KPPS maupun pengawas TPS.

"Bimtek (bimbingan teknis) KPU dan kita harus lebih baik lagi, karena ini seharusnya bisa diantisipasi dari awal," kata Bagja.

Sementara itu, Ketua KPU Banten M Ihsan mengatakan, berdasarkan catatannya, terdapat lima TPS yang direkomendasikan oleh Bawaslu Kabupate/Kota untuk menggelar PSU.

Lima TPS itu yakni di Kota Serang empat TPS dan satu TPS di Kabupaten Lebak.

Empat TPS di Kota Serang yakni di TPS 07 Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug dikarenakan terdapat pemilih yang tidak ber KTP elektronik/surat keterangan, dan tidak terdaftar di DPT dan DPTb, serta terdapat pemilih yang memberikan suara lebih dari satu kali.

Baca juga: Lantaran Coblos 2 Kali dan Tak Bawa KTP, 2 TPS di Medan Gelar PSU

Kemudian di TPS 01 Kelurahan Banjar Sari Kecamatan Cipocok Jaya, PSU digelar karena berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak disusun menurut tata cara yang ditetapkan Perundang-undangan.

Selanjutnya di TPS 21 Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, PSU digelar karena terdapat pemilih yang memberikan suara lebih dari satu kali dan,

Lalu, di TPS 24 Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, PSU digelar juga karena berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak disusun menurut tata cara yang ditetapkan perundang-undangan.

Sedangkan di Kabupaten Lebak, PSU di TPS 010 Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, digelar karena pengguna hak pilih tidak terdaftar di DPT dan tidak memiliki formulir pindah memilih.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

Bandung
PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

Bandung
Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Bandung
Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Bandung
Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Bandung
Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Bandung
Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Bandung
Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Bandung
ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

Bandung
Bey Machmudin Tak Akan Lepas Obligasi Daerah, Bisa Bebankan Pemprov Jabar

Bey Machmudin Tak Akan Lepas Obligasi Daerah, Bisa Bebankan Pemprov Jabar

Bandung
Tingkatkan Kualitas, Petani di Kabupaten Bandung Beralih ke Pupuk Organik

Tingkatkan Kualitas, Petani di Kabupaten Bandung Beralih ke Pupuk Organik

Bandung
Puluhan Abang Becak di Sumedang Kecipratan Berkah Persib Juara

Puluhan Abang Becak di Sumedang Kecipratan Berkah Persib Juara

Bandung
Penyemprotan Pupuk Cair dengan Drone Dikenalkan ke Petani di Ciparay

Penyemprotan Pupuk Cair dengan Drone Dikenalkan ke Petani di Ciparay

Bandung
BKD Jabar Panggil PNS Diduga Sosok Perempuan di Video Asusila Mirip Sekda Taput

BKD Jabar Panggil PNS Diduga Sosok Perempuan di Video Asusila Mirip Sekda Taput

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com