Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Ulangi Kemenangan 2008, PDI-P dan PKS Jajaki Koalisi untuk Pilkada Sumedang

Kompas.com - 07/05/2024, 18:16 WIB
Aam Aminullah,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

SUMEDANG, KOMPAS.com - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumedang 2024, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) jajaki kemungkinan untuk kembali berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemungkinan koalisi kedua partai politik di Pilkada Sumedang 2024 ini terbuka lebar, karena memiliki sejarah manis di Pilkada 2008, lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Sumedang Yana Flandriana menyambut antusias kemungkinan koalisi kedua partai yang memiliki basis massa berbeda ini.

"PDIP dan PKS punya sejarah manis memenangkan Pilkada 2008 ketika berkoalisi. Di Pilkada 2013 lalu, saat tidak berkoalisi, PDI-P dan PKS kalah."

"Jadi, ini merupakan sinyal agar PDIP dan PKS harus kembali bersatu jika ingin memenangkan Pilkada Sumedang 2024 pada November, nanti," ujar Yana saat menerima kunjungan rombongan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Sumedang di kantor DPD PKS Sumedang, Selasa (7/5/2024) sore.

Baca juga: Pilkada Semarang, PDI-P Buka Peluang Berkoalisi dengan Gerindra

Yana menuturkan, peluang koalisi terbuka lebar karena PKS Sumedang saat ini memiliki 7 kursi di parlemen, sedangkan PDI-P 8 kursi di DPRD Sumedang.

Total kursi tersebut telah memenuhi persyaratan 10 kursi, untuk mengusung pasangan calon di Pilkada Sumedang nanti.

"Jika di Pilkada 2008 lalu, PKS tidak mengusung kader sendiri. Maka di Pilkada nanti, izinkan PKS mengusung kader untuk bersanding dengan bakal calon dari kader PDIP," tutur Yana.

Yana menyebutkan, pada Pilkada Sumedang 2024 ini, DPD PKS Sumedang tidak membuka pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati.

"PKS Sumedang memiliki kader tunggal untuk diusung pada Pilkada 2024 ini, yakni Pak Ridwan Solichin (RinSo). Kader PKS yang saat ini merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat."

"Jadi harapan kami, jika koalisi dengan PDI-P ini terwujud, maka kader kami yang akan berpasangan dengan bakal calon dari PDI-P. Entah itu sebagai balon bupati atau wakil bupati," sebut Yana.

Baca juga: Anies Mengaku Belum Bicara Lebih Lanjut Terkait Pilkada DKI Jakarta dengan Surya Paloh

Yana menambahkan, PDI-P dan PKS di Sumedang memiliki basis massa yang berbeda, sehingga, menjadi peluang besar untuk bisa memenangkan Pilkada Sumedang 2024.

"Perbedaan basis massa antara PDI-P dan PKS ini bisa menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Sehingga, peluang memenangi Pilkada 2024 akan cukup besar," ujar Yana.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumedang, Irwansyah Putra mengatakan, peluang untuk mengulang sejarah di Pilkada 2008 bersama PKS cukup terbuka.

"Kalau kita lihat Pilkada 2013, PDI-P dan PKS kalah karena berpisah. Tapi saat bersatu di Pilkada 2008, kita menang. Karena itu, kami memiliki keyakinan untuk bisa bersama-sama demi mewujudkan sejarah kemenangan di Pilkada 2008 lalu."

"Pada prinsipnya, PDI-P dan PKS juga sejalan karena sama-sama memiliki keinginan untuk membangun Kabupaten Sumedang menjadi lebih baik lagi, ke depannya," kata Irwansyah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

RS Marzoeki Mahdi Bogor Buka Layanan bagi Pecandu Judi Online

Bandung
PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

PDI-P, PKS, dan PPP, Bahas Calon Gubernur Jabar, Muncul Nama Susi

Bandung
Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Viral Video Pengunjung Taman Safari Bogor Diduga Beri Makan Plastik ke Kuda Nil

Bandung
Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Bey Machmudin Jadi Incaran untuk Pilkada Jabar 2024

Bandung
Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Eman Sulaeman Ditunjuk Jadi Hakim di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Bandung
Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Gara-gara Burung, Aksi Pengeroyokan dengan Parang Pecah di Baleendah

Bandung
Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Kisah Luqman 13 Tahun Jadi Marbot, Sedih Jauh dari Keluarga hingga Haru Dihadiahi Hewan Kurban

Bandung
Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditunda

Bandung
ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

ASN Jabar yang Diduga Terlibat Video Asusila Terancam Sanksi

Bandung
Bey Machmudin Tak Akan Lepas Obligasi Daerah, Bisa Bebankan Pemprov Jabar

Bey Machmudin Tak Akan Lepas Obligasi Daerah, Bisa Bebankan Pemprov Jabar

Bandung
Tingkatkan Kualitas, Petani di Kabupaten Bandung Beralih ke Pupuk Organik

Tingkatkan Kualitas, Petani di Kabupaten Bandung Beralih ke Pupuk Organik

Bandung
Puluhan Abang Becak di Sumedang Kecipratan Berkah Persib Juara

Puluhan Abang Becak di Sumedang Kecipratan Berkah Persib Juara

Bandung
Penyemprotan Pupuk Cair dengan Drone Dikenalkan ke Petani di Ciparay

Penyemprotan Pupuk Cair dengan Drone Dikenalkan ke Petani di Ciparay

Bandung
BKD Jabar Panggil PNS Diduga Sosok Perempuan di Video Asusila Mirip Sekda Taput

BKD Jabar Panggil PNS Diduga Sosok Perempuan di Video Asusila Mirip Sekda Taput

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com