Kompas.com - 22/03/2022, 17:52 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -  Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku siap menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan di Pemerintah Kota Bandung sendirian.

Dengan kata lain, Yana tidak masalah jika tidak ada yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

Untuk diketahui, kemungkinan besar jabatan Wakil Wali Kota Bandung tidak akan diisi lantaran sisa masa jabatan pasangan Oded M Danial-Yana Mulyana hanya kurang dari 18 bulan.

Baca juga: Diusulkan DPRD, Yana Mulyana Segera Dilantik sebagai Wali Kota Bandung Definitif

"Selama ini juga enggak ada (masalah). Semua berjalan baik," kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (22/3/2022).

Menurut Yana, waktu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung mendampingi Oded M Danial sebelum meninggal dunia, dia hanya bekerja sesuai disposisi dari Wali Kota Bandung.

"Enggak ada cerita power sharing. dan itu saya lakukan kemarin. Saya kalau enggak dapat disposisi dari Pak Wali Kota saya diem, saya baca Al-quran. Cuma, Alhamdulillah saya kemarin dapat disposisi terus," ungkapnya.

Baca juga: Yana Mulyana Tak Kunjung Dilantik Jadi Wali Kota Definitif Bandung, DPRD Kecewa

Lebih lanjut Yana menjelaskan, tugas-tugas Wakil Wali Kota bisa diberikan kepada sekretaris daerah, asisten daerah, atau kepala dinas.

"Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 enggak ada power sharing, jadi bebannya sekarang saya enggak perlu mendisposisikan saya kan, punya Sekda (sekretaris daerah) ada kepala dinas, camat, lurah," ucapnya.

Saat ini, Yana mengaku hanya menunggu waktu pelantikannya sebagai Wali Kota definitif Bandung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Jawa Barat (Jabar).

Ketika ditanya kapan jadwal pelantikan, Yana mengaku belum tahu.

"Sekarang tinggal ada dari Kemendagri menugaskan Gubernur melantik saya sebagai Wali Kota dan memberhentikan saya sebagai Wakil Wali Kota, tinggal itu. Prosesnya sampai mana, saya enggak tahu," akunya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Tersangka Dugaan Penganiayaan Wartawan di Karawang Ditahan

Satu Tersangka Dugaan Penganiayaan Wartawan di Karawang Ditahan

Bandung
Terjadi 134 Kebakaran di Kota Bandung Sepanjang Tahun 2022, Simak Pencegahannya Menurut BPBD

Terjadi 134 Kebakaran di Kota Bandung Sepanjang Tahun 2022, Simak Pencegahannya Menurut BPBD

Bandung
Dilema Pengusaha Tempe di Tengah Kenaikan Harga Kedelai: Naikkan Harga Jual atau Kurangi Ukuran

Dilema Pengusaha Tempe di Tengah Kenaikan Harga Kedelai: Naikkan Harga Jual atau Kurangi Ukuran

Bandung
Keluh Warga Soal Antrean Panjang di Pom Bensin, Begini Tanggapan Pertamina

Keluh Warga Soal Antrean Panjang di Pom Bensin, Begini Tanggapan Pertamina

Bandung
Remaja di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri karena Sakit Ginjal yang Dideritanya

Remaja di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri karena Sakit Ginjal yang Dideritanya

Bandung
Antrean Panjang Masih Kerap Terjadi di SPBU Kota Bandung, Begini Penjelasan Kadisdagin

Antrean Panjang Masih Kerap Terjadi di SPBU Kota Bandung, Begini Penjelasan Kadisdagin

Bandung
Simak, Aturan Ganjil Genap Puncak Bogor Berlaku Awal Oktober 2022

Simak, Aturan Ganjil Genap Puncak Bogor Berlaku Awal Oktober 2022

Bandung
Dilema Perajin Tahu di Pangandaran saat Harga Kedelai Naik Rp 1.000 per Kg: Tolonglah...

Dilema Perajin Tahu di Pangandaran saat Harga Kedelai Naik Rp 1.000 per Kg: Tolonglah...

Bandung
Tercemar Limbah Bahan Pupuk, Kali Cilamaran Karawang Memerah

Tercemar Limbah Bahan Pupuk, Kali Cilamaran Karawang Memerah

Bandung
Bupati: 50.000 Warga Garut Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrem, jika Tak Dibantu, Tidak Bisa Makan

Bupati: 50.000 Warga Garut Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrem, jika Tak Dibantu, Tidak Bisa Makan

Bandung
Pulang Bertanding di Cirebon, Bus Pemain Pesik Kuningan Dilempari Batu

Pulang Bertanding di Cirebon, Bus Pemain Pesik Kuningan Dilempari Batu

Bandung
Jelang Persib Vs Persija, Polda Jabar Siapkan Pengawalan Tim Persija dan Official

Jelang Persib Vs Persija, Polda Jabar Siapkan Pengawalan Tim Persija dan Official

Bandung
Jaminkan Mobil, Guru di Pangandaran yang Gunakan Tabungan Siswa Siap Kembalikan Rp 119 Juta Sebelum 18 Oktober

Jaminkan Mobil, Guru di Pangandaran yang Gunakan Tabungan Siswa Siap Kembalikan Rp 119 Juta Sebelum 18 Oktober

Bandung
2.721 Angkot di Kabupaten Bandung Dapat BBM Gratis

2.721 Angkot di Kabupaten Bandung Dapat BBM Gratis

Bandung
Kronologi Polisi Terima 'Uang Damai', Ternyata Ditawari Sopir Rp 600.000 dan Diambil Rp 200.000

Kronologi Polisi Terima "Uang Damai", Ternyata Ditawari Sopir Rp 600.000 dan Diambil Rp 200.000

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.