Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Tradisi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Saat Ramadhan

Kompas.com - 23/03/2023, 11:42 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Imron Rosyadi, Bupati Cirebon menyampaikan, menziarahi makam Sunan Gunung Jati, tiap menjelang bulan puasa, sudah menjadi tradisi yang melekat di Cirebon.

Kegiatan ini sudah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun, yang terus dilakukan tiap tahunnya.

Imron menyebut, ziarah merupakan simbol penghormatan dan wujud terima kasih warga Cirebon kepada orangtuanya.

Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah sebagai orangtua yang telah menyebarkan agama Islam di tanah pesisir Cirebon dan sekitarnya.

“Kami bersama rombongan Forkopimda, SKPD, dan jajaran terkait melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang dulu dilakukan. Pertama kita kunjungan ke makam para wali, atau napak tilas,” kata Imron saat ditemui Kompas.com Senin (20/3/2023).

Ziarah, sambung Imron, juga bagian dari upaya untuk mempelajari ulang apa yang diamanati Sunan Gunung Jati semasa hidupnya.

Karena Syekh Syarif Hidayatullah juga merupakan salah satu walisongo dan menjadi pemimpin di Cirebon pada masanya.

Diprediksi, jumlah kunjungan masyarakat untuk melakukan tradisi munggahan ke Makam Sunan Gunung Jati akan terus meningkat.

Budayawan, yang juga Dewan Penasehat Dewan Kesenian Kabupaten Cirebon, Made Casta mengungkapkan, tradisi munggahan memiliki dua dimensi; habluminannas dan hablumminallah, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah.

Dua hal ini dilakukan sebelum memasuki bulan puasa untuk melebur kesalahan-kesalahan.

“Kenapa ada munggahan, dengan berkunjung dan juga berziarah, karena penekanannya dua, memperbaiki hubungan sesama manusia dan sang pencipta. Ini yang diajarkan para wali terdahulu, sehingga manusia memasuki bulan puasa dengan melebur dosa, penuh keyakinan dan kebersihan jiwa,” kata Made kepada Kompas.com di area pemakaman.

Sedangkan dua dimensi yakni melaksanakan hubungan baik antar sesame manusia, dan juga hubungan baik dengan Tuhannya, itu dilakukan oleh semua orang, berbagai kalangan, tanpa melihat latar belakang profesi, jabatan, asal, dan lainnya.

Mereka yang datang tidak hanya berasal dari Cirebon, melainkan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pasalnya, Sunan Gunung Jati juga memiliki jejaring kuat antar walisongo lainya, para ulama, dan diteruskan oleh para kyai-kyai yang kini menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tiap daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Santri di Kuningan Dianiaya Belasan Temannya hingga Meninggal

Kronologi Santri di Kuningan Dianiaya Belasan Temannya hingga Meninggal

Bandung
Kapasitas Drainase Kecil dan Sungai Tertutup Sampah Jadi Penyebab Banjir di Cimahi

Kapasitas Drainase Kecil dan Sungai Tertutup Sampah Jadi Penyebab Banjir di Cimahi

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 7 Desember 2023: Berawan hingga Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 7 Desember 2023: Berawan hingga Hujan Sedang

Bandung
Caleg di Kabupaten Bandung Cari Suara lewat Bank Emok, Tak Perlu Dilunasi Asal Dipilih

Caleg di Kabupaten Bandung Cari Suara lewat Bank Emok, Tak Perlu Dilunasi Asal Dipilih

Bandung
Bawaslu Menduga Prabowo Mania 08 Langgar Kampanye Usai Bagikan Kulkas Saat Deklarasi

Bawaslu Menduga Prabowo Mania 08 Langgar Kampanye Usai Bagikan Kulkas Saat Deklarasi

Bandung
Kronologi 22 Calon Jemaah Umrah Asal Garut Ditipu, Oknum Tawarkan Promo untuk Guru Ngaji

Kronologi 22 Calon Jemaah Umrah Asal Garut Ditipu, Oknum Tawarkan Promo untuk Guru Ngaji

Bandung
Pohon Tumbang Timpa 3 Kendaraan di Cadas Pangeran Sumedang, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Pohon Tumbang Timpa 3 Kendaraan di Cadas Pangeran Sumedang, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Bandung
Terungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi: Jatah Uang

Terungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi: Jatah Uang

Bandung
Aniaya Teman hingga Meninggal, 6 Santri di Kuningan Jadi Tersangka

Aniaya Teman hingga Meninggal, 6 Santri di Kuningan Jadi Tersangka

Bandung
Direndam Banjir Semalaman, Warga Cimahi Mulai Rasakan Gatal-gatal

Direndam Banjir Semalaman, Warga Cimahi Mulai Rasakan Gatal-gatal

Bandung
Pria Paruh Baya Tewas Membusuk di Mobil yang Terparkir di Stasiun Bandung

Pria Paruh Baya Tewas Membusuk di Mobil yang Terparkir di Stasiun Bandung

Bandung
Kapolresta Bandung Sebut Polisi yang Bolos 7 Tahun Sudah Dipecat sejak 2016

Kapolresta Bandung Sebut Polisi yang Bolos 7 Tahun Sudah Dipecat sejak 2016

Bandung
Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Terancam Hukuman Mati

Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Terancam Hukuman Mati

Bandung
Santri di Kuningan Meninggal, Diduga Dianiaya Belasan Temannya

Santri di Kuningan Meninggal, Diduga Dianiaya Belasan Temannya

Bandung
Terendam Banjir, Sekolah di Cimahi Terpaksa Tunda Ujian

Terendam Banjir, Sekolah di Cimahi Terpaksa Tunda Ujian

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com