Cerita Rasminah Korban Perkawinan Anak: Sesusah Apa Pun, Jangan Kawinkan Anak Kita...

Kompas.com - 10/03/2021, 06:26 WIB
Rasminah (kiri) bersama empat dari lima anaknya di depan rumah mereka di Indramayu, Jawa Barat, Minggu, 7 Maret 2021. VOA IndonesiaRasminah (kiri) bersama empat dari lima anaknya di depan rumah mereka di Indramayu, Jawa Barat, Minggu, 7 Maret 2021.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Peringatan Hari Perempuan Internasional 2021 memilih tema "Choose to Challenge" atau "Memilih untuk Menantang".

Dengan tema tersebut, diharapkan perempuan berani untuk bicara terbuka, mengungkapkan bias dan ketidaksetaraan gender yang masih ada.

Namun, apakah anak-anak Indonesia memiliki kesempatakan untuk choose to challenge?

Salah satu korban perkawinan anak adalah Rasminah yang tinggal di sebuah desa terpencil di Indramayu, Jawa Barat.

Baca juga: Sepasang Pelajar SMP di Buton Selatan Menikah, Dipastikan Tetap Lanjutkan Pendidikan

Ia adalah korban perkawinan anak yang saat ini menjadi tokoh gerakan menghapus perkawinan anak.

Bersama dua perempuan korban kawin anak lainnya, Endang Wasrinah dan Maryati, Rasminah dibantu Koalisi Perempuan Indinesia (KPI) berjuang selama bertahun-tahun untuk membuat Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan revisi UU Perkawinan No.1/1974 soal usia kawin perempuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Permohonan itu baru dikabulkan setelah diajukan untuk kedua kalinya dan setelah perdebatan alot di DPR. Setelah menjalani proses yang panjang, akhirnya pasal soal usia kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun diubah.

Rasminah menikah di usia anak. Ia sempat beberapa kali kawin cerai sebelum berusia 18 tahun dan saat ini memiliki 5 orang anak.

Baca juga: Pasangan Kekasih Pelajar SMP Resmi Menikah, Ibu: Daripada Dosa...

"Jaga anak-anak kita"

Ilustrasi pernikahan di bawah umur.The Independent/Unicef/Bridal Musings Ilustrasi pernikahan di bawah umur.
Dikutip dari VOA Indonesia, Rasminah mengaku tak habis pikir saat diberitahu ada 34.000 permohonan disepensasi kawin yang diajukan mempelai di bawah usia tahun saat pandemi.

Yang berarti saat pandemi jumlah pernikahan anak sangat tinggi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbukti di Jabar, Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Angka Kematiannya Rendah

Terbukti di Jabar, Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Angka Kematiannya Rendah

Bandung
Pembawa Bom Molotov dalam Demo Menolak PPKM di Bandung Jadi Tersangka

Pembawa Bom Molotov dalam Demo Menolak PPKM di Bandung Jadi Tersangka

Bandung
Wali Kota Bandung Dirawat di RS Bukan karena Covid-19

Wali Kota Bandung Dirawat di RS Bukan karena Covid-19

Bandung
Catat, Ini 13 Bansos yang Bisa Didapatkan Warga Jabar Saat PPKM Level 4

Catat, Ini 13 Bansos yang Bisa Didapatkan Warga Jabar Saat PPKM Level 4

Bandung
Obat Covid-19 Dijual Seharga Rp 10 Juta, 5 Orang Ditangkap Polda Jabar

Obat Covid-19 Dijual Seharga Rp 10 Juta, 5 Orang Ditangkap Polda Jabar

Bandung
Demo PPKM Disusupi Kelompok Berbaju Hitam, Bawa Bom Molotov hingga Rusak Fasilitas Umum

Demo PPKM Disusupi Kelompok Berbaju Hitam, Bawa Bom Molotov hingga Rusak Fasilitas Umum

Bandung
Bikin Ricuh Saat Demo PPKM, 150 Demonstran Ditangkap, Ada yang Bawa Bom Molotov

Bikin Ricuh Saat Demo PPKM, 150 Demonstran Ditangkap, Ada yang Bawa Bom Molotov

Bandung
'Kami Tidak Terima PPKM Diperpanjang, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Bagaimana Kami Bertahan Hidup'

"Kami Tidak Terima PPKM Diperpanjang, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Bagaimana Kami Bertahan Hidup"

Bandung
'PPKM Diperpanjang Kami Tak Terima, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Gimana Bisa Hidup'

"PPKM Diperpanjang Kami Tak Terima, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Gimana Bisa Hidup"

Bandung
Para Pedagang Kibarkan Bendera Putih, Terpuruk dan Menyerah Hadapi Pandemi

Para Pedagang Kibarkan Bendera Putih, Terpuruk dan Menyerah Hadapi Pandemi

Bandung
Curhat PKL Saat PPKM Darurat: Kalau Tidak Mencari Uang Hari Ini, Kita Tidak Makan

Curhat PKL Saat PPKM Darurat: Kalau Tidak Mencari Uang Hari Ini, Kita Tidak Makan

Bandung
Cerita Desy Ratnasari, Tak Mengaku Anggota DPR Saat Kena Penyekatan, Tetap Lolos karena Patuh

Cerita Desy Ratnasari, Tak Mengaku Anggota DPR Saat Kena Penyekatan, Tetap Lolos karena Patuh

Bandung
UPDATE: Daftar Titik Penyekatan di Jalan Tol Jabar Selama PPKM Darurat

UPDATE: Daftar Titik Penyekatan di Jalan Tol Jabar Selama PPKM Darurat

Bandung
Penjelasan BEM Fisip Unpad soal Unggahan 'Kami Bersama Presiden Jokowi, tapi Boong'

Penjelasan BEM Fisip Unpad soal Unggahan "Kami Bersama Presiden Jokowi, tapi Boong"

Bandung
Tak Tega Anaknya Masuk Lapas, Ayah Pemilik Kedai Kopi: Mampu Bayar Denda PPKM, tapi Saya Harus Dukung Keputusannya

Tak Tega Anaknya Masuk Lapas, Ayah Pemilik Kedai Kopi: Mampu Bayar Denda PPKM, tapi Saya Harus Dukung Keputusannya

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X