Ridwan Kamil: Tidak Bisa Dibandingkan Jabar dengan DKI Jakarta

Kompas.com - 25/03/2021, 17:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (9/3/2021). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (9/3/2021).


BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan curahan hatinya mengenai perbandingan Jabar dan wilayah lainnya dalam soal pembangunan daerah.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, media massa kerap membandingkan Jabar dengan Provinsi DKI Jakarta.

Padahal, menurut Emil, kedua provinsi ini jelas berbeda.

"Tidak apple to apple bandingkan kami (Jabar) dengan Jakarta," ujar Emil di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman pendirian Kampus II Politeknik Manufaktur Majalengka, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Jadi Capres Pilihan Milenial Menurut Survei, Ridwan Kamil: Tidak Pakai Buzzer

Emil menjelaskan, DKI Jakarta memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 80 triliun, dengan jumlah penduduk 10 juta.

Sedangkan APBD Jabar Rp 40 triliun, dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta.

"Makanya kami suka minta ke induk (pemerintah pusat)," kata Emil.

Rencana pembangunan di Jabar

Dalam pertemuan itu, Emil menceritakan rencana pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Jabar, khususnya Rebana Metropolitan.

Rebana Metropolitan ini merupakan wilayah utara/timur laut Provinsi Jabar yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan, dan Kota Cirebon.

Penduduk di kawasan Rebana Metropolitan berjumlah 9,28 juta atau sekitar 18,82 persen dari total 49,3 juta jiwa penduduk Jabar pada 2019.

Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Girik dan Mafia Tanah di Serang

Kawasan tersebut diprediksi menjadi pusat industri ketiga terbesar di Jabar dan diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen.

Menurut Emil, pemerintah sangat peduli pada pengembangan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Berbagai infrastruktur kelas dunia ada di Ciayumajakuning, mulai dari pelabuhan, bandara, jalan tol, dan lainnya.

"Tapi kalau tidak dibarengi dengan SDM yang relevan, kami khawatir mereka (warga Ciayumajakuning) tidak ikut mesin pembangunan. Mereka hanya akan mendapat profesi kurang maksimal," tutur Ridwan Kamil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulis Kalimat Romantis, Begini Cara Ridwan Kamil Semangati Istrinya yang Positif Covid-19

Tulis Kalimat Romantis, Begini Cara Ridwan Kamil Semangati Istrinya yang Positif Covid-19

Bandung
Curhat Atalia Positif Covid-19, Mengaku Taat Prokes hingga Ridwan Kamil Hanya Bisa Memandang dari Balik Kaca

Curhat Atalia Positif Covid-19, Mengaku Taat Prokes hingga Ridwan Kamil Hanya Bisa Memandang dari Balik Kaca

Bandung
Ini Kata Polisi soal Motor Diikat Warga di Tiang Depan Pos Ronda: Belum Ada Laporan

Ini Kata Polisi soal Motor Diikat Warga di Tiang Depan Pos Ronda: Belum Ada Laporan

Bandung
Depresi Pasca-melahirkan, Mengenal Gangguan Kesehatan Mental Perinatal (3)

Depresi Pasca-melahirkan, Mengenal Gangguan Kesehatan Mental Perinatal (3)

Bandung
Cerita Para Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Takut Anak Saya Mati (2)

Cerita Para Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Takut Anak Saya Mati (2)

Bandung
Cerita Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Mau Mati Saja, tapi Ingin Anak Saya Hidup (1)

Cerita Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Mau Mati Saja, tapi Ingin Anak Saya Hidup (1)

Bandung
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 16 April 2021

Bandung
Pengakuan Bahar bin Smith: Iya Saya Memukul Ardiansyah, tapi Tidak Menginjak-injak...

Pengakuan Bahar bin Smith: Iya Saya Memukul Ardiansyah, tapi Tidak Menginjak-injak...

Bandung
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 13 April 2021

Bandung
Komunitas Tionghoa Bantu Vaksinasi Ribuan Guru dan Lansia di Bandung

Komunitas Tionghoa Bantu Vaksinasi Ribuan Guru dan Lansia di Bandung

Bandung
6-17 Mei Dilarang Mudik, Jeritan Sopir Bus AKAP: Tahun Lalu PSBB, Tak Ada Pemasukan, Tak Dapat Bantuan...

6-17 Mei Dilarang Mudik, Jeritan Sopir Bus AKAP: Tahun Lalu PSBB, Tak Ada Pemasukan, Tak Dapat Bantuan...

Bandung
Terlilit Utang Rp 5 Juta, Seorang Ibu Bunuh Diri dengan 2 Balitanya, Tinggalkan Surat Wasiat

Terlilit Utang Rp 5 Juta, Seorang Ibu Bunuh Diri dengan 2 Balitanya, Tinggalkan Surat Wasiat

Bandung
Pengusaha Angkutan Protes dan Surati Ridwan Kamil, Ada Apa?

Pengusaha Angkutan Protes dan Surati Ridwan Kamil, Ada Apa?

Bandung
Operasi Kembar Siam Dempet Perut Hasna-Husna Sukses, Sang Ibu Cerita Deg-degan Bayinya Dioperasi 9 Jam

Operasi Kembar Siam Dempet Perut Hasna-Husna Sukses, Sang Ibu Cerita Deg-degan Bayinya Dioperasi 9 Jam

Bandung
Ibu Muda di Bandung Diduga Bunuh Diri, Suami Temukan 2 Anak Balitanya Ikut Tewas Mengenaskan

Ibu Muda di Bandung Diduga Bunuh Diri, Suami Temukan 2 Anak Balitanya Ikut Tewas Mengenaskan

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X