Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Kompas.com - 29/08/2021, 06:20 WIB
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Achmad Junaedi atau Kang Djuned yang viral di media sosial. Dok INSTAGRAM KAMPUS SARJANADosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Achmad Junaedi atau Kang Djuned yang viral di media sosial.

KOMPAS.com - Foto Achmad Junaedi atau akrab disapa Kang Djuned, dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi perbincangan di media sosial.

Dari foto yang beredar, pria kelahiran 24 Juni 1957 ini tampak menghadiri sebuah sidang mahasiswa via daring dengan selang oksigen terpasang di hidungnya.

Baca juga: Cerita di Balik Foto Viral Dosen Unpad Kang Djuned Hadiri Sidang Mahasiswanya meski Pakai Selang Oksigen

Bagaimana sebenarnya cerita di balik foto itu?

Baca juga: Cerita Siswi Dibully Habis-habisan karena Gantikan Kristina Jadi Paskibraka di Istana, Dituduh Punya Orang Dalam

Kompas.com berbincang dengan Djuned melalui sambungan telepon. 

Baca juga: Dibully, Siswi Ini Akhirnya Buka Suara, Ceritakan Awal Mula Ditunjuk Gantikan Kristina Jadi Paskibraka Istana

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ternyata, foto itu diambil pada Februari 2021 saat dirinya tengah dirawat di ICU salah satu rumah sakit swasta di Bandung karena terjangkit Covid-19 dan komorbid kanker nasofaring.

Djuned kekeh ingin menghadiri sidang S3 mahasiswanya. Dia tak ingin sidang itu ditunda karena akan berdampak mahasiswa itu harus menambah satu semester lagi.

Tentu saja hal itu akan memberatkan mahasiswa tersebut karena dia diharuskan untuk membayar uang kuliah.

Minta izin dokter

Untuk sidang S3 ini, Djuned bertindak sebagai co-promotor.

Persoalannya, promotor utamanya, Prof Zulriska Iskandar sudah meninggal akibat Covid-19.

Bila dia tidak hadir, sidang tidak bisa digelar karena tidak quorum. Padahal waktu sidang sudah mepet dengan pergantian semester.

Djuned menceritakan hal itu ke dokter yang merawatnya. Dia meminta izin kepada dokter tersebut untuk menggunakan ruangan dengan WiFi kencang agar sidang tidak mengalami kendala.

"Dokter diam saja saat itu. Saat dokternya keluar ada yang bilang ICU itu tempat istirahat, bukan tempat untuk kerja. Tapi saya tidak tahu siapa yang bicara," ujar dosen lulusan Psikologi Unpad ini, Jumat (27/8/2021).

Agar diizinkan oleh dokter, Kang Djuned berusaha menjaga kondisi tubuhnya. Ini agar dokter yakin bahwa kondisinya baik.

Keesokan harinya, seorang perawat datang. Dia mengabarkan ruangan yang diminta sudah siap.

"Oh ternyata diizinkan," ucap pria yang pernah bermimpi jadi pemain sepakbola ini.

Djuned kemudian menuju ruangan yang dimaksud dan mengisi kuliah perdana serta sidang mahasiswanya.

Tak lupa perawat yang membantu mendandani Djuned mengambil fotonya.

Foto itu kemudian diunggah di media sosial oleh rekan sesama dosen dan menjadi viral.

 

Usai menguji sidang, malamnya suster memberi tahu bahwa selang besar yang dikenakannya bisa diganti dengan selang kecil, karena kondisinya sudah membaik. Mendengar itu Kang Djuned lega.

35 tahun mengajar harus dengan hati

Kang Djuned sudah 35 tahun mengajar. Selama mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, Djuned selalu menaruh hatinya untuk segala sesuatu yang dilakukan.

Salah satunya saat menghadiri sidang mahasiswa meski kondisinya sedang tak baik.

Djuned menyebut keputusan untuk menghadiri sidang didasari rasa tanggung jawab.

"Saya jadi dosen dari tahun 1986, sekitar 35 tahun. Saya tentunya bekerja dengan hati. Karena kalau pekerjaan tidak menggunakan hati, enggak ada yang benar," ucap dia.

Totalitasnya tidak hanya terlihat saat dirawat. Hingga kini, Djuned tetap bekerja hingga malam hari.

Untuk menjaga kesehatan di usia yang tak lagi muda, Djuned selalu menjalankan protokol kesehatan.

"Saya waktu itu dirawat 11 hari. Terhitung cepat (sembuh) dibanding pasien lainnya saat itu," ucap Djuned. (Penulis Kontributor Bandung, Reni Susanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras di Bandung Berujung Maut, Usep Tewas Dibunuh Kakak Beradik, Begini Kronologinya

Pesta Miras di Bandung Berujung Maut, Usep Tewas Dibunuh Kakak Beradik, Begini Kronologinya

Bandung
Jabar Salip DKI Jakarta di Puncak Klasemen Medali PON XX Papua, Ridwan Kamil: Mari Gaskeun!

Jabar Salip DKI Jakarta di Puncak Klasemen Medali PON XX Papua, Ridwan Kamil: Mari Gaskeun!

Bandung
Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Bandung
Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Bandung
Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Bandung
Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Bandung
“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja'

“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja"

Bandung
Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Bandung
Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Bandung
Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Bandung
Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.