Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Visa 46 Calon Haji dari Bandung Barat Bermasalah, Kemenag: Perusahaan Travelnya Tak Berizin

Kompas.com - 03/07/2022, 20:12 WIB

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan perusahaan travel yang melakukan praktik pemberangkatan haji furoda atau menggunakan visa undangan tidak memiliki izin resmi.

Sebelumnya diketahui ada 46 jemaah calon haji furoda yang berangkat menggunakan jasa PT Alfatih Indonesia Travel dipulangkan lantaran visa mereka bermasalah.

Perusahaan travel tersebut diketahui berada di Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Baca juga: 46 Calon Haji yang Dideportasi Berangkat Lewat Perusahaan Jasa Tak Resmi di Bandung Barat

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) KBB Didin Saepudin memastikan PT Alfatih Indonesia Travel tidak tercatat dalam daftar penyelenggara haji maupun umrah di Bandung Barat.

Didin menegaskan, hanya ada 11 Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIHU) yang tersebar di Bandung Barat.

"11 KBIHU itu tersebar di Kecamatan Ngamprah, Parongpong, Padalarang, Batujajar, dan Cililin," ungkap Didin saat dihubungi, Minggu (3/7/2022).

Didin menduga, PT Alfatih Indonesia Travel merupakan perusahaan jasa travel ilegal alias tak memiliki izin dari Kemenag RI untuk memberangkatkan haji.

"Jangankan izin, semenjak saya menjabat dari Juni 2021 lalu saya kira belum pernah ada komunikasi, apalagi meminta rekomendasi dari Kemenag. Mungkin saja ilegal, tapi saya belum telusuri lebih dalam," ungkapnya.

Baca juga: Nasib 46 Calon Haji Dideportasi, Perusahaan Jasa di Bandung Barat Tidak Resmi hingga Sempat Terdampar di Jeddah

Didin menjelaskan, jika perusahaan travel tersebut tidak memiliki izin resmi, maka para jemaah yang memilih berangkat menggunakan jasa tersebut tidak akan mendapat rekomendasi untuk mengurus visa.

"Sempat ada seorang yang berprofesi sebagai pedagang dari Lembang mau bikin paspor. Saat kami minta mana izin travelnya, ternyata tidak bisa menunjukkan. Maka kami tidak memberi rekom," papar Didin.

Patut diduga, orang yang sempat meminta rekomendasi ke Kemenag itu merupakan satu dari sekian jemaah yang ingin berangkat haji melalui 'jalur belakang' dengan menggunakan perusahaan travel tak berizin itu.

"Saya jamin, KBIHU yang berizin benar-benar on the track. Makanya kami menganjurkan untuk menggunakan travel yang berizin resmi untuk berangkat haji," tutur Didin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Upaya Pengurangan Risiko Bencana dari Potensi Gempa M  6,5 Sesar Cimandiri

3 Upaya Pengurangan Risiko Bencana dari Potensi Gempa M 6,5 Sesar Cimandiri

Bandung
Dedi Mulyadi Kerahkan 6 Truk Bereskan Sampah yang Setahun Menggunung di Subang

Dedi Mulyadi Kerahkan 6 Truk Bereskan Sampah yang Setahun Menggunung di Subang

Bandung
 Disperindag Karawang Selidiki Harga Minyakita Naik di Tingkat Pengecer

Disperindag Karawang Selidiki Harga Minyakita Naik di Tingkat Pengecer

Bandung
Muka Air Tanah di Bandung Turun hingga 60 Persen, Industri Diduga Jadi Penyebab

Muka Air Tanah di Bandung Turun hingga 60 Persen, Industri Diduga Jadi Penyebab

Bandung
Sesar Cimandiri di Sukabumi, Berpotensi Picu Gempa M 6,5 dengan Intensitas VIII MMI

Sesar Cimandiri di Sukabumi, Berpotensi Picu Gempa M 6,5 dengan Intensitas VIII MMI

Bandung
Kronologi Siswi SD Dikeroyok 4 Teman Kelasnya karena Tak Pinjamkan Penghapus, Korban Mual hingga Pingsan

Kronologi Siswi SD Dikeroyok 4 Teman Kelasnya karena Tak Pinjamkan Penghapus, Korban Mual hingga Pingsan

Bandung
Setelah Bunuh Seorang Pemuda, Geng Motor Mengamuk di Hotel Cimahi

Setelah Bunuh Seorang Pemuda, Geng Motor Mengamuk di Hotel Cimahi

Bandung
Minyakita Langka di Cirebon Sejak Akhir 2022, Harga Tak Sesuai HET

Minyakita Langka di Cirebon Sejak Akhir 2022, Harga Tak Sesuai HET

Bandung
Nyawa Rizki Melayang Usai Diserang Geng Motor, Nenek Korban: Ditunggu Enggak Pulang-pulang, Malah Dengar Kabar Dibacok

Nyawa Rizki Melayang Usai Diserang Geng Motor, Nenek Korban: Ditunggu Enggak Pulang-pulang, Malah Dengar Kabar Dibacok

Bandung
Aksi Brutal Geng Motor, Bacok Pemuda di Cimahi hingga Tewas, Korban Diserang di Gang Dekat Rumah

Aksi Brutal Geng Motor, Bacok Pemuda di Cimahi hingga Tewas, Korban Diserang di Gang Dekat Rumah

Bandung
Bocah 4 Tahun Jatuh dari Balkon Masjid Al Jabbar, Ada Celah 30 Cm antara Pagar dan Lantai

Bocah 4 Tahun Jatuh dari Balkon Masjid Al Jabbar, Ada Celah 30 Cm antara Pagar dan Lantai

Bandung
Tumpah Ruah Kirab Budaya Cap Go Meh 2023 di Karawang

Tumpah Ruah Kirab Budaya Cap Go Meh 2023 di Karawang

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Bandung
Kronologi Siswi SD Dianiaya 4 Teman Sekelasnya, Hanya karena Tak Pinjami Penghapus, Korban Pingsan

Kronologi Siswi SD Dianiaya 4 Teman Sekelasnya, Hanya karena Tak Pinjami Penghapus, Korban Pingsan

Bandung
Siswi SD di Sukabumi Dianiaya 4 Temannya Saat Belajar di Kelas, Dipukul, Dibenturkan hingga Pingsan

Siswi SD di Sukabumi Dianiaya 4 Temannya Saat Belajar di Kelas, Dipukul, Dibenturkan hingga Pingsan

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.