Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cari Bibit Atlet Baru, Kopassus Gelar Kejurnas Bola Voli Remaja Putri

Kompas.com - 17/10/2022, 09:06 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Kejuaraan nasional (Kejurnas) bola voli putri usia remaja digelar di Pusat Pendidikan dan Latihan Komando Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Kopassus sengaja menggelar kejuaraan bola voli putri tersebut untuk mencari bibit-bibit baru atlet bola voli putri Indonesia. Kejuaraan nasional ini diikuti oleh 24 tim bola voli yang ditandingkan selama dua hari pada 15-16 Oktober 2022.

Komandan Pusdiklatpassus Brigjen TNI Agus Sasmitha mengatakan, kejurnas bola voli putri ini hanya boleh diikuti oleh remaja putri dengan usia maksimal 15 tahun.

Baca juga: 149 Prajurit Kopassus Jalani Pembaretan di Nusakambangan

"Dapat kita saksikan, kegiatan pembukaan Kejuaraan Nasional Bola Voli Putri kelahiran 2007 Danpusdiklatpasus Cup 2022 dalam rangka memperingati hari ulang tahun TNI ke-77, TNI adalah kita, TNI berjuang bersama rakyat," ungkap Agus saat ditemui di lokasi, Sabtu (15/10/2022).

Kopassus sengaja menggelar kejuaraan tersebut untuk melahirkan atlet-atlet muda dalam bidang olah raga bola voli sejak usia remaja, potensi itu akan disuport sampai para atlet muda ini berkelanjutan bahkan sampai tingkat dunia.

"Kita memiliki potensi atlet-atlet voli, dan itu menjadi tanggung jawab kita untuk membantu dan membina. Sehingga diharapkan dari Kejurnas ini tumbuh atlet-atlet muda yang berbakat khususnya dalam bidang olah raga bola voli," ujar Agus.

Gelaran Kejurnas Bola Voli Putri ini diikuti oleh ratusan remaja putri dari berbagai daerah di Indonesia, tercatat ada 24 klub bola voli putri yang bertanding memperebutkan juara.

"Ada beberapa daerah yang sudah berpargisipasi, DKI ada 2 tim, Banten 2 tim dan kemudian Jawa Barat 20 tim, artinya ada 24 tim bola voli putri," kata Agus.

Menurut Agus, alasan Kejurnas bola voli ini hanya diikuti oleh remaja putri karena setelah menemukan bibit yang berpotensi, maka selanjutnya harus dilakukan pembinaan dan pelatihan agar atlet muda ini bisa melanjutkan prestasi di tingkat yang lebih tunggi.

Baca juga: Pangkostrad dan Danjen Kopassus Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin NTT, Ini Alasannya

"Atlet itu tidak bisa dibina secara instan, karena itu kita harus membinanya dari mulai tingkat umur remaja. Karena keterampilan olah raga ini harus di asah terus dari mulai dia nol hingga dia berprestasi. Makanya kita melaksanakan Kejurnas ini dengan kelompok umur 15 tahun," tutur Agus.

Setelah Kejurnas bola voli remaja putri ini selesai, pihaknya akan menyaring untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan agar potensi para atlet remaja putri ini tidak berhenti sampai di usia remaja saja.

"Tadi saja saya mendapatkan informasi bahwa ada peserta remaja putri yang tingginya itu sudah 180 sentimeter. Yang saya tahu kalau bola voli itu tinggi badan mempengaruhi, karena itu kita akan membina dari sekarang. Itu mungkin Insyaallah akan bisa melanjutkan prestasinya hingga ke tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Perempuan Pelaku TPPO Modus Kawin Kontrak di Cianjur

Polisi Tangkap 2 Perempuan Pelaku TPPO Modus Kawin Kontrak di Cianjur

Bandung
KCIC: Penumpang Whoosh Naik 40 Persen di H+4 Lebaran

KCIC: Penumpang Whoosh Naik 40 Persen di H+4 Lebaran

Bandung
Taman Goa Sunyaragi Cirebon Dikunjungi 1.000-an Turis Selama Lebaran

Taman Goa Sunyaragi Cirebon Dikunjungi 1.000-an Turis Selama Lebaran

Bandung
Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Arteri Kota Cirebon di H+5 Lebaran

Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Arteri Kota Cirebon di H+5 Lebaran

Bandung
Kesal karena Nego Harga, Pria di Bandung Bunuh Wanita PSK di Apartemen

Kesal karena Nego Harga, Pria di Bandung Bunuh Wanita PSK di Apartemen

Bandung
Situ Wanayasa di Purwakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Situ Wanayasa di Purwakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Bandung
Dishub Cirebon: 261.420 Kendaraan Kembali ke Jakarta di H+5 Lebaran

Dishub Cirebon: 261.420 Kendaraan Kembali ke Jakarta di H+5 Lebaran

Bandung
Bisa Pingsan, Penumpang KA Arus Balik Diimbau Tak Bawa Barang Berlebih

Bisa Pingsan, Penumpang KA Arus Balik Diimbau Tak Bawa Barang Berlebih

Bandung
Bocah 5 Tahun Hilang Terseret Arus Selokan di Garut, Bupati Turun Tangan

Bocah 5 Tahun Hilang Terseret Arus Selokan di Garut, Bupati Turun Tangan

Bandung
Mayat Wanita Penuh Luka Ditemukan di Apartemen Bandung, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Wanita Penuh Luka Ditemukan di Apartemen Bandung, Diduga Korban Pembunuhan

Bandung
143.800 Kendaraan Melintasi Jalur Nagreg, Puncak Arus Balik Terlewati

143.800 Kendaraan Melintasi Jalur Nagreg, Puncak Arus Balik Terlewati

Bandung
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, 1 Orang Tewas

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 15 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Bandung
Tol Japek Padat, 'Contraflow' hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Tol Japek Padat, "Contraflow" hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com