Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karawang Berencana Bangun Pusat Pengolahan Limbah B3 di Desa Karanganyar

Kompas.com - 13/10/2022, 17:54 WIB
Farida Farhan,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Karawang berencana membangun blackzone atau pusat pengelolaan limbah industri terpadu. Khususnya limbah berbau, beracun, dan berbahaya (B3).

Wacana itu dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Karawang tahun 2022-2042.

Rencananya, blackzone itu akan dibangun di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari.

Baca juga: Dedi Mulyadi Marah Lubang Galian Jadi Tempat Sampah dan Limbah Ilegal

Urgensi penetapan pusat pengolahan limbah industri terpadu itu sempat dipertanyakan dalam forum konsultasi publik Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2022-2032.

Menjawab itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Wawan Setiawan mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, ada sekitar 2.168 pabrik di kabupaten berjuluk Kota Pangkal Perjuangan ini.

Tidak bisa dipungkiri, industri pabrik otomatis akan menghasilkan limbah B3. Hanya saja, sejauh ini belum ada perusahaan pengolah limbah yang maksimal memusnahkan limbah B3.

Adapun beberapa jenis limbah B3 atau residunya yang juga B3 dikirim untuk dimusnahkan ke perusahaan di Bogor atau Jawa Tengah.

"Yang sudah di Karawang belum maksimal. Ada yang kemudian dibuang (ditransfer) ke Bogor maupun Jawa Tengah," kata Wawan.

Karenanya, kata Wawan, untuk memastikan limbah industri yang bersifat B3 dimusnahkan dengan maksimal atau tidak ada penyelewengan saat transportasi, Pemkab Karawang menyediakan ruang atau pusat untuk industri pengolah limbah industri secara terpadu.

Sebab, beberapa kali ditemukan limbah B3 atau infeksius dibuang di wilayah Pangkalan dan Cibuaya.

"Kita (Pemkab Karawang) melokalisasi perusahaan (pengolah/pemusnah limbah), kita siapkan tata ruangnya," jelas Wawan.

Wawan menyebutkan, penentuan lokasi blackzone tidak sembarangan. Pihaknya menggandeng pihak Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dipilihnya Desa Karanganyar sebagai lokasi blackzone nantinya karena permeabilitasnya tanahnya tinggi. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) permeabilitas minimal 10 minus 6 sentimeter per detik.

Permeabilitas adalah parameter kecepatan bergeraknya suatu media berpori atau kecepatan air melewati tanah pada periode tertentu.

Semakin tinggi permeabilitas tanah maka infiltrasinya semakin tinggi. Artinya semakin menurunkan laju air larian atau tetesan fluida tertentu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Arus Balik, Kendaraan di Tol Purbaleunyi Bakal Dialihkan ke Jalur Arteri Lewat GT Cikamuning

Bandung
Tol Japek Padat, 'Contraflow' hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Tol Japek Padat, "Contraflow" hingga Japek Selatan Difungsionalkan

Bandung
Tol Padaleunyi Padat, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Rest Area KM 125

Tol Padaleunyi Padat, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Rest Area KM 125

Bandung
Viral Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey Machmudin: Momentum Berantas Pungli

Viral Pungli di Masjid Al Jabbar, Bey Machmudin: Momentum Berantas Pungli

Bandung
Menghilang Saat Lebaran, Kakek di Bogor Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Menghilang Saat Lebaran, Kakek di Bogor Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Bandung
Kawasan Pantai Anyer Padat, Polisi Terapkan Buka Tutup GT Cilegon Timur dan Barat

Kawasan Pantai Anyer Padat, Polisi Terapkan Buka Tutup GT Cilegon Timur dan Barat

Bandung
Antrean Kendaraan Arus Balik Terjadi di Gentong Tasikmalaya, Jalur Alternatif Singaparna Difungsikan

Antrean Kendaraan Arus Balik Terjadi di Gentong Tasikmalaya, Jalur Alternatif Singaparna Difungsikan

Bandung
Arus Balik Mudik 2024: Pemudik Tempuh Ciamis-Nagreg Selama 7 Jam

Arus Balik Mudik 2024: Pemudik Tempuh Ciamis-Nagreg Selama 7 Jam

Bandung
Kronologi Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaragatah, Pangandaran

Kronologi Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaragatah, Pangandaran

Bandung
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Bandung
'One Way' Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

"One Way" Puncak Bogor ke Jakarta Berakhir, Arus Lalin dari 2 Arah Normal

Bandung
Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Jalur Gentong Tasikmalaya Macet Parah, Kendaraan Tak Bergerak 2,5 Jam

Bandung
Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Cerita Polisi Tolong Pemudik Menggigil di Dalam Gubuk

Bandung
Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Viral, Unggahan Bengkel di Puncak Bogor Getok Harga Ganti Ban Serep, Ini Klarifikasinya

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com