Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ipin, 15 Tahun Nafkahi Anak-Istri dari Gunungan Sampah TPA Sarimukti

Kompas.com - 17/01/2023, 17:55 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Sayup-sayup suara adzan Dzuhur berkumandang di langit Bandung Barat. Saat itu pula, matahari berada tepat di atas ubun-ubun ratusan pemulung di TPA Sarimukti, Bandung Barat, Jawa Barat.

Keringat jagung dari wajah Ipin (45) mulai mengucur. Seketika lengan kirinya membasuh dengan hati-hati. Waktunya istirahat setelah setengah hari bergumul di tengah gunungan sampah.

Ipin bersama ratusan pemulung di TPA Sarimukti menggantungkan ekonomi mereka pada sampah yang dibuang dari wilayah Bandung Raya.

Baca juga: Antre Buang Sampah ke TPA Sarimukti Mulai Lancar, Jalan Ambles Dipasang Beton

"Setiap hari ya begini mengumpulkan plastik bekas, kaleng bekas, botol bekas, buat dijual lagi. Kalau ada truk (sampah) datang, kita langsung serbu mencari sampah-sampah yang laku dijual," kata Ipin saat ditemui di area gunungan sampah TPA Sarimukti, Selasa (17/1/2023).

Obrolan bersama Ipin berlanjut di sebuah warung yang terletak di tengah area gunungan sampah.

Warung-warung yang berbentuk saung yang dibangun menggunakan barang-barang bekas itu menjajakan jajanan seperti gorengan dan kopi yang biasa digunakan untuk berteduh oleh para pemulung.

Meski berada di tengah gunungan sampah, para pemulung ini tampak asyik menikmati seduhan kopi dan gorengan. Seakan tak peduli dengan bau tak sedap atau lalat liar yang beterbangan di sekitarnya.

Saat istirahat, Ipin sengaja meninggalkan karung yang sudah berisi botol dan kaleng bekas yang dikumpulkannya sejak pagi. Sama seperti kemarin, karung yang ia kumpulkan belum juga penuh seperti hari-hari biasanya.

Ipin selaku tulang punggung keluarga yang menggantungkan ekonominya kepada sampah masyarakat Bandung Raya merasakan betul dampak dari melambatnya pengangkutan sampah sejak beberapa pekan ini.

"Sehari kalau kondisinya normal paling besar bisa dapat Rp 100 ribu. Tapi karena ada kondisi seperti ini paling gede bawa pulang Rp 50 ribu juga sudah alhamdulilah," keluhnya.

Bisa dibilang, Ipin adalah pemulung senior di TPA Sarimukti. Ia bahkan sudah menafkahi dan menyekolahkan anaknya dari uang hasil mengumpulkan barang bekas sejak 15 tahun lebih.

Ipin (45) seorang pemulung yang sudah 15 tahun menggantungkan ekonomi dari gunungan sampah TPA Sarimukti.KOMPAS.COM/Bagus Puji Panuntun Ipin (45) seorang pemulung yang sudah 15 tahun menggantungkan ekonomi dari gunungan sampah TPA Sarimukti.

Ia sengaja merantau dengan meninggalkan istri dan anak di kampung halamannya di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

"Saya bekerja begini udah lama, bahkan dari tahun 2007. Dari belum ada gunungan sampai TPA Sarimukti seluas ini," ucapnya.

Luasan area sampah di TPA Sarimukti dari tahun ke tahun semakin bertambah, saat ini area sampah mencapai 25 hektare. Bahkan luasan ini akan ditambah 10 hektare lagi demi bisa menampung sampah dari 4 daerah di Bandung Raya.

Ipin seakan menjadi saksi perubahan TPA dari tahun ke tahun, hingga penggusuran ratusan saung pemulung pun ia rasakan lantaran kapasitas lahan TPA Sarimukti terancam menipis.

Baca juga: Alat Berat di TPA Sarimukti Rusak Jadi Penyebab Sampah Menumpuk di Bandung Raya

"Dulu saya tinggal dan tidur di area TPA. Tapi bulan Desember kemarin semua pemulung yang pada tidur di area TPA diminta pindah. Katanya lahannya mau digunakan untuk jalur menuju zona pembuangan sampah lagi," tuturnya.

Meski berbagai dinamika yang sempat ia alami, harapnya hanya satu. TPA Sarimukti segera pulih agar pengangkutan sampah lancar dan para pemulung tetap hidup.

"Soalnya mau hidup dari mana lagi kita kalau gak ada sampah. Semoga hambatannya cepat diselesaikan," harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Halaman Rumah di Bogor Buat Heboh Warga

Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Halaman Rumah di Bogor Buat Heboh Warga

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 24 September 2023: Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 24 September 2023: Pagi Cerah, Malam Hujan Ringan

Bandung
Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kabupaten Bandung, Kali Ini di Bale Endah

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kabupaten Bandung, Kali Ini di Bale Endah

Bandung
Masa Darurat Sampah di Kota Bandung Berakhir Besok, Pemkot Minta Diperpanjang

Masa Darurat Sampah di Kota Bandung Berakhir Besok, Pemkot Minta Diperpanjang

Bandung
Bersenggolan dengan Bus Saat Pindah Jalur, Pemotor di Bandung Tewas

Bersenggolan dengan Bus Saat Pindah Jalur, Pemotor di Bandung Tewas

Bandung
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Mobil dan Tewaskan 1 Orang di BKR Bandung

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Mobil dan Tewaskan 1 Orang di BKR Bandung

Bandung
Citilink Kembali Buka Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta, Terbang 2 Kali Sepekan

Citilink Kembali Buka Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta, Terbang 2 Kali Sepekan

Bandung
Saat Prabowo Buka Pergelaran Wayang Jawa-Sunda di Cirebon

Saat Prabowo Buka Pergelaran Wayang Jawa-Sunda di Cirebon

Bandung
Tabrakan Beruntun di BKR Bandung, Satu Orang Tewas

Tabrakan Beruntun di BKR Bandung, Satu Orang Tewas

Bandung
Kebakaran Rumah Makan di Bandung, Sempat Terdengar Suara Ledakan

Kebakaran Rumah Makan di Bandung, Sempat Terdengar Suara Ledakan

Bandung
Kebakaran Rumah Makan di Bandung, 10 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kebakaran Rumah Makan di Bandung, 10 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Bandung
Kebakaran di Gunung Jayanti Sukabumi Meluas, Api Sudah Terlihat dari Pemukiman Warga

Kebakaran di Gunung Jayanti Sukabumi Meluas, Api Sudah Terlihat dari Pemukiman Warga

Bandung
Satu Keluarga di Cianjur Alami Parkinson, Dinkes Bentuk Tim Riset

Satu Keluarga di Cianjur Alami Parkinson, Dinkes Bentuk Tim Riset

Bandung
Kawah Karaha Bodas di Tasikmalaya: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Kawah Karaha Bodas di Tasikmalaya: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Bandung
Pemprov Jabar Sebut Pemadaman TPA Sarimukti Sudah 90 Persen

Pemprov Jabar Sebut Pemadaman TPA Sarimukti Sudah 90 Persen

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com