Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pleidoi Doni Salmanan, Sebut Tak Tahu Qoutex Ilegal dan Tak Mau Ganti Rugi Korban

Kompas.com - 01/12/2022, 17:23 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com- Terdakwa kasus penipuan platfrom investasi binary option Quotex, Doni Muhamad Taufik alias Doni Salmanan membacakan nota pembelaan atau pleidoi pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (1/12/2022).

Dalam pleidoinya, Doni mengungkapkan awal mula terjerat persoalan hukum tersebut, lantaran adanya seseorang yang mengungkapkan bahwa rutinitas yang dilakukannya adalah penipuan.

Seseorang tersebut, kata dia, mengunggah video tersebut dan menyebarkannya di media sosial.

"Jadi awal mulainya bulan Februari 2022, videonya ramai di TikTok, Instagram, Facebook dan YouTube," katanya saat membacakan pleidoi secara daring di Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong.

Baca juga: Sidang Doni Salmanan, Kuasa Hukum Tolak Dakwaan Jaksa

Doni mengaku kaget,dengan video tersebut dan sempat langsung mengklarifikasi semua video tersebut.

"Video itu pernah saya klarifikasi, tapi tetap saja saya dianggap salah, saya merasa saya difitnah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Doni mengakui dari video yang diunggahnya mendapatkan keuntungan sebanyak lima persen dari video yang disebarkannya.

Namun, ia mengklaim video yang dibuatnya itu bukan untuk mencari keuntungan semata, melainkan untuk mengedukasi masyarakat yang gemar trading.

"Saya merasa video yang saya buat tentang trading tersebut bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk memberikan edukasi bagi masyarakat yang gemar terhadap trading," ungkapnya.

Baca juga: Pembacaan Nota Pembelaan Doni Salmanan Ditunda gara-gara Pengacara Belum Lengkapi Berkas

Doni menyangkal video yang dibuatnya berisi tentang berita bohong.

Ia menyebut, kala membuat video kerap berfikir keras agar para member bisa sukses trading.

"Saya tidak berniat memberikan berita bohong saat membuat video yang mengarahkan member di semua media sosial saya," terang dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ijal Bunuh Didi dan Butuh 3 Jam untuk Cor Jasad Korban di Dalam Rumah di Bandung Barat

Ijal Bunuh Didi dan Butuh 3 Jam untuk Cor Jasad Korban di Dalam Rumah di Bandung Barat

Bandung
Usai Kasus Pungli di Masjid Al Jabbar, Pengelola Pasang Spanduk dan Baliho Imbauan

Usai Kasus Pungli di Masjid Al Jabbar, Pengelola Pasang Spanduk dan Baliho Imbauan

Bandung
Bonek Dilarang Hadiri Pertandingan Persib Vs Persebaya, Polisi Berjaga di Perbatasan Kota Bandung

Bonek Dilarang Hadiri Pertandingan Persib Vs Persebaya, Polisi Berjaga di Perbatasan Kota Bandung

Bandung
Kementan Bakal Beri 5.000 Pompa untuk Produksi Padi Jabar

Kementan Bakal Beri 5.000 Pompa untuk Produksi Padi Jabar

Bandung
Polisi Buru Pelaku Lain dalam Perselisihan 2 Ormas di Bandung yang Tewaskan 1 Orang

Polisi Buru Pelaku Lain dalam Perselisihan 2 Ormas di Bandung yang Tewaskan 1 Orang

Bandung
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Ormas di Bandung yang Tewaskan 1 Orang

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Ormas di Bandung yang Tewaskan 1 Orang

Bandung
Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Bandung
Anggota Ormas 'Ngamuk' dan Rusak Rumah di Subang, 19 Orang Jadi Tersangka

Anggota Ormas "Ngamuk" dan Rusak Rumah di Subang, 19 Orang Jadi Tersangka

Bandung
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Turun, Status Turun Menjadi Waspada

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Turun, Status Turun Menjadi Waspada

Bandung
Kronologi 2 Ormas di Bandung Bentrok hingga 1 Orang Tewas, Berawal dari Tersenggol

Kronologi 2 Ormas di Bandung Bentrok hingga 1 Orang Tewas, Berawal dari Tersenggol

Bandung
Kayla Meninggal Usai Lari 7 Putaran 12 Menit Saat Seleksi Paskibraka

Kayla Meninggal Usai Lari 7 Putaran 12 Menit Saat Seleksi Paskibraka

Bandung
Siswi SMA di Sukabumi Meninggal Saat Ikut Seleksi Paskibraka, Ini Kronologinya

Siswi SMA di Sukabumi Meninggal Saat Ikut Seleksi Paskibraka, Ini Kronologinya

Bandung
2 Ormas Bentrok di Bandung, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

2 Ormas Bentrok di Bandung, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Bandung
Persib vs Persebaya Besok, Polisi Larang Bonek Datang ke Bandung

Persib vs Persebaya Besok, Polisi Larang Bonek Datang ke Bandung

Bandung
Kisah Pilu Nenek Rusmini, Rumahnya Ambruk Diterpa Hujan Deras

Kisah Pilu Nenek Rusmini, Rumahnya Ambruk Diterpa Hujan Deras

Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com